My Polyvore Set



Sabtu, 23 September 2017

Strategi Jitu Terhindar dari Label “Middle Income Trap”

Sebelum menikah, kebiasaan makan di restoran mevvah pas gajian selalu jadi agenda rutin aku bareng teman-teman. Enggak cuma itu aja, ada habit yang saat itu sih aku anggapnya hal yang biasa, yaitu kalap belanja sepatu dan tas padahal ya deretan heels, wedges dan flatshoes masih terjajar rapih di rak sepatu kamar. 

Malahan ya, ada sebutan khas setiap hari gajian tiba, apa hayo? Hahahaha kocak sih ini, pas gaji masuk rekening aku nyebutnya sebagai “Rembulan Bersinar Lagi (dengan nada lagu dangdut, lupa siapa penyanyinya XD)”.




Duduk cantik di café, makan mevvah di resto atau lounge kekinian yang lagi heits seakan pengen nunjukkin “nih gue baru gajian jadi bebas lah mau party ngapain kek, uang-uang gue”. Eh pas tengah bulan mulai deh tuh gigit jari. Yang dicari tiap mau makan, mie instan lagi mie instan lagi. Sumpah ya, miris idup gue dulu ternyata hahahah.

Belum lagi tawaran pembuatan kartu kredit yang menggiurkan, satu di approved, numbuh 1000 approval lainnya. Seakan punya tempat pinjaman pribadi, kartu kredit selalu jadi alasan buat beli barang pas uang cash menipis di rekening. “Mumpung lagi diskon”, “Mumpung cicilannya 0%”, “Mumpung buy 1 get 1”, “Mumpung lagi promo”… mumpung dan mumpung dan mumpung sampe tagihan kartu kredit menumpuk. XD Belum lagi pas bayar kartu kredit yang dibayar minimum payment-nya. Ini semacam hubungan tanpa status yang saling nyakitin tapi terlanjur sayang dan enggak ada kejelasannya entah sampe kapan.





Are you part of “Middle Income Trap?”

Nyesel enggak dulu begitu? Nyesel sis, pake tanya? XD Dulu itu enggak ada informasi terpapar nyata di media sosial kayak sekarang. Yaelah, dulu aja medsos yang baru ada itu FB ama Twitter dan om google enggak selengkap sekarang fiturnya ye kan.

Nyatanya, bad habit yang sering dilakukan jaman gadis ciyeee masih gadis dulu jika diteruskan akan berbahaya dan termasuk dalam “Middle Income Trap”. Aduh serem kan ya, masa iya kerja mati-matian hanya untuk predikat gaya hidup sosial atau biasa dikenal sebagai social climber. Ini nih, bisa memperparah kondisi keuangan kamu hanya semata demi pandangan orang-orang atau jumlah “LIKE” di media sosial.



Nah, setelah berumah tangga dan didaulat jadi menteri keuangan teranyar (di keluarga sendiri hihihi) baru deh gedebag gedebug belajar menyusun anggaran. Walaupun pendapatan suami + aku enggak seheboh pengeluaran bulanan kita. Tapi enggak bisa dijadiin alasan sebagai faktor keuangan rumah tangga carut marut. Masalahnya bukan dijumlah nominal gaji, melainkan gimana cara kita mengatur uang itu sendiri.

The Best Strategy to Avoid “Middle Income Trap”

As a smart mom, I must protect my family’s smile dari terpaan label “Middle Income Trap” itu tadi dimulai dengan mengatur keuangan keluarga dengan prinsip sebagai berikut:

1. Biasakan membuat anggaran bulanan atau biasanya sih ya buibu nyebutnya anggaran belanja. Inget, beli yang dibutuhkan bukan yang diinginkan ya bu. :)

2. Bikin list pengeluaran sesuai kebutuhan, mulai dari kebutuhan dapur, kebutuhan pendidikan anak, kebutuhan bayar tagihan bulanan, kebutuhan bayar cicilan rumah/kendaraan, sedekah, gaya hidup dengan keluarga dan dana darurat.

3. Menabunglah, cara klasik ini dipercaya cukup membantu lho buibu. Bahkan ya, kalo ada planning buat liburan biasanya aku setting timeline tabungan sampai di bulan aku dan keluarga berangkat liburan. Masih inget the power of 20ribu yang disisihkan setiap hari dari sisa pengeluaran kalo didiemin selama setahun misalnya, tanpa sadar kita udah punya dana buat liburan lho.

4. Enggak boleh boros dan jangan terpengaruh dengan tipu daya bujuk rayu promosi yang bertebaran baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Aduh, ini nih pe er terbesar dalam diriku selama ini. Mulai dari yang ngeces liat tulisan DISKON SETENGAH HARGA dan PROMO BUY ONE GET ONE sampe sekarang aku dalam hati nyebut “astagfirullah” atau “pait..pait” tiap liat tulisan tersebut lebah kali ah dipait-paitin XD

5. Mulailah berinvestasi wahai ibu-ibu muda kesayangan, bisa lho dimulai dari investasi emas ataupun logam mulia. Tiap ada rejeki lebih atau bonus, sisihin buat investasi. Trus juga, mulai garcep cari informasi tentang investasi yang aman dan nyaman dari segala sumber.

6. Ayo mulai asuransikan harta bendamu, hidupmu dan kesehatanmu. Asuransi ini bisa dibilang salah satu solusi jangka pendek yang bisa menjadi jawaban jika salah satu keluarga mengalami musibah kecelakaan. Dari asuransi inilah biaya pengobatan, rawat inap dan lain-lain dibayarkan.



SMiLe Sinarmas MSIG Life

Bahkan dari seminar dan workshop yang aku ikuti di acara “Smart Mom, Protect Your Family’s Smile” yang diadakan oleh Sinarmas MSIG Life dan menggandeng Komunitas Emak Blogger beberapa waktu lalu, Aakar Abyasa Fidzuno, Pakar Edukasi Keuangan, menyampaikan bahwa sesungguhnya orang Indonesia sangat rendah kesadaran pentingnya mempunyai asuransi. Ya, mungkin karena agen-agen asuransi yang nakutin sih ya kalo nawarin apa-apa trus pas mau claimed dibikin susah.

Akibat rendahnya kesadaran orang Indonesia akan pentingnya asuransi memaksa pemerintah untuk memberikan edukasi pada masyarakat. Salah satunya dengan seminar dan workshop yang diadakan oleh Sinarmas MSIG Life ini. Alasan paling logis kenapa asuransi itu penting adalah sakit itu pasti, hanya kapan kita mengalaminya itu yang enggak pasti. Sama halnya dengan semua orang akan meninggal pada akhirnya, namun tidak tahu kapan.


Asuransi seharusnya dimiliki oleh kepala keluarga, alasannya kalo kepala keluarga meninggal setidaknya sudah meninggalkan persiapan yang cukup bagi keluarga yang ditinggalkannya. Atau bisa dibilang, dengan mengasuransikan keluarga kita itu adalah tanda cinta dan tanggung jawab pada keluarga. Lantas mewek membayangkannya

Namun, jangan sembarangan memilih produk asuransi ya. Kamu kudu mencari tau produk asuransi yang ditawarkan itu. Apakah sesuai dengan kebutuhan kita? Dan bagaimana manfaatnya. Ingat juga asuransi yang kita pilih itu adalah jaminan masa depan kamu dan keluarga lho. Jadi harus selektif ya.


The Benefit of #SMiLeWithMe

Produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan aku serta memiliki manfaat luar biasa bagi keluarga adalah SMiLe dari Sinarmas MSIG Life.  Aakar sendiri pun mengakui kalo produk SMiLe dari Sinarmas MSIG Life secara  nilai bisa dibilang cukup terjangkau dan menariknya banyak manfaat yang diberikan.

Lebih dari itu, kalo kamu cek hashtag #SMiLeWithMe banyak banget lho informasi tentang asuransi Sinarmas MSIG Life yang bisa kamu temui yang beberapa diantaranya yaitu:

1. Adanya Kalkulator Finansial, mulai dari mencari tau berapa dana yang dibutuhkan saat pensiun nanti, dilanjutkan dengan perencaan pendidikan anak hingga cara mengetahui jumlah proteksi penghasilan. Beuh, lengkap banget kan ya.

2. Eits ada lagi nih, Sinarmas MSIG Life juga memberikan kamu solusi produksi tahapan kehidupan mulai dari lanjang hingga pensiun lho. 

3. Dan tak lupa, tersedianya layanan nasabah yang memberikan informasi dari mitra rumah sakit hingga prosedur klaim.



Nah, setelah mengetahui strategi jitu terhindar dari label “Middle Income Trap”. Mulai dari sekarang Yuk, Atur Uangmu dengan sebijak mungkin. Ingat, setiap kenaikan pendapatan yang kita terima itu biasanya  disertai dengan penambahan gaya hidup. Karena itu, penting bange untuk Yuk, Atur Uangmu secara berkala dan rutin.

Yuk, Atur Uangmu Sekarang!

Jika kamu sedang berada dalam “Middle Income Trap”, hal pertama yang harus kamu lakukan menurut Aakar adalah berhenti sejenak dan menata kembali semuanya dari awal. Ibarat benang yang kusut, baiknya kamu mencari sumber akar permasalahannya dimana dan bereskan hal itu lebih dulu. 

Segera lakukan audit manajemen keuangan dengan melihat kembali apa sih sesungguhnya persoalan keuangan yang kamu hadapi. Jangan terlalu lama nyender pada gaya hidup social climber, keasikan nyender nanti bisa nyungsep lho kak. XD



Buat buibu yang smart, mulailah sedari dini membiasakan anak untuk perencanaan keuangan keluarga. Dengan membiasakan hal ini pada anak, secara enggak langsung kita sebagai orangtua cerdas mengajarkan anak kalo nyari uang itu susah lho. 

Bukannya setiap uang orangtuanya habis di dompet lantas bisa melipir  ke ATM dan ambil uang. Darell banget ini begini, kalo Bundanya bilang “Uang Bunda abis, di dompet udah enggak ada”, dijawabnya, “Yuk Bun, ke ATM bawa kartu Bunda yang itu trus ambil uang di sana” *krik krik krik*

Tidak mengenalkan perencanaan uang pada anak berimbas saat dewasa nanti ia akan terjerat pada kehidupan social climber yang mempunyai kebiasaan seperti “Middle Income Trap”. Ngomongin perencanaan keuangan bukan hal yang tabu lho. 

Masa ngajarin seks sejak dini bisa, tapi ngomongin cara ngatur uang ke anak merasa enggak nyaman sih? Yuk, Atur Uangmu sekarang, saat ini, untuk nanti dan masa depan anak-anak kita yang lebih gemilang.


27 komentar:

  1. Kalo aku middle income trapnya karena pengen makan enak2.. bukan demi posting di medsos..tapi demi keinginan perut semata huhuhuuu.. kudu dikurang2in nih borosnya di awal bulan. Makasih sharing tips nya yaa mba Aie! Moga kita jadi emak2 yang bijak mengatur keuangan keluarga, aamiin!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun sama kayak Mbak Tia. Kayaknya gak ada yang bisa ngalahin kalau lagi mau makan enak. Apalagi kalau abis gajian, kayaknya selalu harus makan enak. Hahahaha.

      Hapus
  2. Jadi ngeri, abis baca aku langsung ngitung pengeluaran hari ini masa, hehehe...

    Tapi ya Mba Ai, aku sekarang mulai ngitung2 buat ini-itu, buat biaya traveling tapi, hehehe...

    BalasHapus
  3. Sering mikir kayak gitu juga mbak. Masa, hasil kerja habis dalam sebulan, malah kurang. Kerja keras setiap hari berarti cuma dikerjain sama situasi aja dong ya hehe. Pelan2 diriku mulai berubah, nggak mau lagi terjebak. Salam kenal, mba

    BalasHapus
  4. Wah Aie tfs ya, tentang financial planning selalu menarik. Cuma ya itu, khatam teorinya susah prakteknya hehehe.. catat pengeluaran sudah, pos pos juga sudah dibuat, tetep akhir bulan gerus trus sampe tetes terakhir hicks :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha ini iya banget ya mbaaak. TANYA KENAPAAAA? Kalau aku si emang gede di jajan-jajan. Tukangan di rumah seakan memanggilkuuu. Tapi sekarang mendingan si, ga sesering dl. Wong duitnya Makin tipis. Hikss

      Hapus
  5. Senasib kaak,dulu juga samaaa hihihi namun setelah di dapuk jadi menteri keuangan keluarga, berusaha untuk bisa lebih baik ngelola keuangan, tapi yaa godaan selalu aja datang menerpa hahah

    BalasHapus
  6. Thanks buat sharing-nya, mbak. Godaan terbesar perempuan baru gajian: makan enak, pampering time di salon, dan shopping. Tetapi, jangan lupa ditabung dan disisihkan buat bayar cicilan.

    BalasHapus
  7. Iya jugaak ya, kalau di awal bulan pegang duit banyak suka lupa sama rencana lainnya. Betul nih, musti lebih detil dan komit lagi dengan perencanaan keuangan keluarga..Biar nggak jadi korban middle income trap..hii ngeri!

    BalasHapus
  8. Ini jadi pe er aku jga mba, ya alloh hidup di kota besar tuh banyak banyak tantangan ny. Apalagi akhir Bulan sale dimana-mana, eta terangkanlah pokoknya.

    BalasHapus
  9. Masalah mengatur keuangan itu erat kaitannya sama gaya hidup sih kalau menurut saya, kalau semakin tinggi gaya hidup ya semakin susah hemat. Apalagi kalau ke mall dan banyak diskon, ohhh NOOO

    BalasHapus
  10. Ibu2 yg wise kudu mau belajar ttg investment yah
    Kindly visit my blog : bukanbocahbiasa(dot)com

    BalasHapus
  11. Makasih sharingnya mbak, mungkin kebalikannya yah. Dulu zaman udah bisa kerja karena pernah masa kecil hidup serba pas-pasan, makanya begitu ada uang pengen lah bisa merasakan sedikit kenyamanan macam makan enak di resto dll.
    Cumaan, memang kudu dimanage keuangannya biar gak terlanjur jadi boros :)

    BalasHapus
  12. Aku sesekali masih suka nongkrong. Kalau tempatnya oke, ya sekalian poto-poto. Uhm, tapi bener sih, terjebak jadi golongan middle income trap itu mudah sekali.

    BalasHapus
  13. Iya nih kadang suka bocor

    BalasHapus
  14. Duh, aku banget nih, "mumpung diskon, mumpung buy 1 get 1, mumpung free ongkir" hahahaha. Makasih sharingnya Mba Aie, bakal berguna banget!

    BalasHapus
  15. Kok jd liat diri sendiri niy kalo lg ada promo atau free ongkir nafsu belanja tinggi. Nice info mba Aie

    BalasHapus
  16. duh barusan mikir mau belanja onlene.. pait pait pait hihihi..

    BalasHapus
  17. Membuat list pengeluaran dan catatan penting banget ya

    BalasHapus
  18. Aku yg gk bs ngerem itu soal beli tiket, kalo makan enak sepatu baju dll sih lewat. Blm beli baru klo yg lama blm rusak. Hehe, tp ttp sih, aku jg kudi belajar atur keuangan nih

    BalasHapus
  19. Middle Income Trap emang sebutan ngehe tapi bener sih hahahah parahnya gue juga gitu kak, tapi sebelum memutuskan untuk nabung buat nikah sih. Sekarang kalo mo beli apa - apa yang dipikirin biaya hidup setelah nikah gimana hahah jadinya malah makin tenang dan cicilan cc cuma buat barang2 yg long lasting ajaa

    BalasHapus
  20. Wah syukurlah aku sudah memenuhi semua poin itu, kecuali belum punya asuransi rumah.

    BalasHapus
  21. Emang penting ya sbg istri dan manager keuangan di rumah hrs tahu cara atur uangnya gimana..

    BalasHapus
  22. Hahaha, baru tau ada istilah 'middle income trap' ini. Tp sama sih ya dulu kita, byk ditawarin kartu kredit, trus apply banyak2. Kadang krn dpt hadiahnya, atau apalah hahaha.

    BalasHapus
  23. Hahahaha sampe skrg aku masih gitu mba. Abis gajian pasti makan siangnya ke tempat mevvah. Setelah itu, ngedekem dikantor. Tapi emang ya, setan belanja utk kaum hawa iti banyak banget. Utk skrg, ak sebisa mungkin ngerem utk hal2 yg gak penting kaya hrs serba branded. Tp utk urusan makan enak, gak bisa di rem.

    BalasHapus
  24. Middle income trap ini beneran bahaya bangeeeet.. berasa nambah income tp makin konsumtif. Kudu melek investasi bener emang.

    BalasHapus
  25. jadi penasaran sama SinarMas MSIG Life #SmileWithMe ini termasuk asuransi jiwa murni atau endowment *meluncur ke website Sinrmas MSIG*

    BalasHapus