My Polyvore Set



Kamis, 12 April 2018

Abis Lahiran, Ga Bisa Nahan Pipis. Why?


Buat wanita yang udah ngerasain nikmatnya proses melahirkan, baik secara normal atau pun cesar, ngerasa nggak jadi susah banget buat nahan pipis? Aku gitu juga lho. Walaupun ya, nggak baik juga nahan pipis. Bisa-bisa entar malah anyang-anyangan. 

Tapi kan, kadang skill nahan pipis ini diperluin juga kalo misalnya lagi ada hal urgent yang emang nggak memungkinkan buat langsung ke toilet dan menunaikan hasrat pipis itu. Misal nih, lagi di commuter line, di Trans Jakarta atau malah pas lagi meeting sama client.


Dan itu aku rasain lho, sumpah deh, engga enak banget. Emang sih setelah lahiran, berasa turun mesin gitu alat reproduksi. Atau bahasa medisnya itu otot-otot di sekitar kantung kemih dan panggul melemah. Kondisi seperti ini bikin buibuk sulit buat mengontrol urin yang keluar. 

Terutama saat bersin, batuk, tertawa, loncat, mengangkat benda berat atau gerakan lainnya yang ngasih tekanan pada kandung kemih. Inilah yang dinamakan dengan inkontinesia urin.

Apa sih sebabnya? Inkontinesia terjadi karena otot di sekitar kandung kemih dan panggul melemah saat kehamilan dan melahirkan. Ukuran rahim yang menyusut di minggu-minggu awal setelah melahirkan bikin otot dasar panggul kesulitan buat nahan arus air di kandung kemih dan ngejagain uretra tetap tertutup. Akibatnya urin bisa bocor alias pipis di celana.





Senada yang disampaikan oleh dr. Budi Iman Santoso, SpOG (K) di acara dalam rangka ulang tahun RSIA YPK Menteng beberapa waktu yang lalu, gangguan dasar panggul ini emang perlu penanganan yang tepat karena jika tidak akan mengganggu kualitas hidup.

Lebih lanjut, dr. Budi Iman Santoso SpOG (K) menerangkan, bahwa kondisi inkontinensia urin biasanya terjadi akibat lemah atau rusaknya otot yang digunakan untuk mencegah buang air kecil, seperti otot dasar panggul dan urethral sphincter.
Ternyata, gangguan pada organ panggul ini nggak hanya nyebabin inkontinensia, tapi juga:
1. Kehamilan dan melahirkan
2. Menstruasi
3. Menopause
4. Pembedahan panggul
5. Masalah dengan otot kandung kemih
6. Otot lemah di sekitar kandung kemih





Trus ngatasinnya gimana? Inkontinensia urin mungkin akan berlangsung dalam waktu yang bervariasi pada setiap buibuk setelah ngelahirin. Ada yang cuman sebentaran aja, ada yang lebih lama. Nah, buat ngatasinnya beberapa hal di bawah ini bisa kamu lakukan:
1. Melakukan latihan kegel secara teratur agar otot-otot dasar panggul cepat pulih dan kuat kembali
2. Gunakan bantalan atau popok untuk membantu menyerap urin yang bocor dan melindungi celana dari kebocoran urin
3. Cobalah untuk menyilangkan kaki dan mengencangkan otot panggul saat ingin bersin, batuk, atau tertawa
4. Kurangi konsumsi minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman bersoda, untuk membantu mengurangi frekuensi buang air kecil
5. Kurangi juga konsumsi jeruk, tomat, dan makanan yang mengandung asam tinggi lainnya karena bisa mengiritasi kandung kemih dan membuat urin sulit untuk dikontrol






Selain itu, kamu juga bisa melakukan beberapa jenis tindakan yang bisa dilakukan di RS. YPK Mandiri, yaitu tindakan non bedah dan tindakan bedah.

Tindakan non bedah yang bisa dilakukan dengan femilift laser vaginal rejuvenation, femilift SUI, femilift labia brightening, femilofe labia tightening, uroste.

Sedangkan untuk bedah estetika nisa bisa dilakukan dengan vaginaplasti, hymenoplasti, reparasi fistula, PRP, labio reduction mayora, dan beberapa tindakan lainnya.






Saat ini, Klinik Uroginekologi Centre RS YPK Mandiri telah memiliki alat yang mendukung pemeriksaan kasus gangguan organ panggul sehingga dapat memaksimalkan kualitas hidup kamu. 

Beberapa diantaranya yaitu:
USG PELVIK & TRANSPERINEAL
PERINEOMETRI
PORTASCAN
Uroflowmetry
URODINAMIC
HISTERESCOPY OFFICE/SITOSCOPY
FEMlift

Nah, langkah pertama yang kamu lakukan adalah segera melakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter agar dapat ditangani dengan cepat. Kamu bisa menghubungi RS YPK Mandiri buat melakukan beberapa pemeriksaan terkait dengan inkontinensia urine. Dokter-dokter yang aku sebutkan di bawah ini bisa jadi referensi kamu lho:

Prof. dr. H. Yunizaf, SpOG (K)
Dr. H. Mohammad Syah Naidr Chan, SpOG (K)
DR. dr. Budi Iman Santoso, SPoG (K)
dr. Fernandi Moegni, SpOG (K)
dr. Alfa Putri Meutia, SpOG (K)
dr. Gita Nurul Hidayah, SpOG

Keterangan lebih lanjut kamu bisa hubungi:
Tien selaku Head of Corporate Marketing RS YPK Mandiri di nomor HP 081584612342 atau email di tienwinarko16@gmail.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar