My Polyvore Set



Jumat, 11 Mei 2018

Pengalaman Pertama Belanja di Tinkerlust, Branded Marketplace untuk Smart Shopper



Siapa diantara kamu yang pernah jual barang preloved? Pasti banyak ya, tapi kalo beli barang preloved pernah enggak? Apa justru khawatir akan kualitas dari barang preloved yang kamu beli jadi agak mundur-mundur buat beli?

Memang sih, kalo mau beli barang preloved itu kudu ditempat yang memang bisa dipercaya. Apalagi ya, dunia teknologi sekarang canggih banget jadi mau belanja ini itu tinggal klik aja. Yang berujung pada numpuknya baju-baju yang baru dipake sekali dua kali. Atau bahkan karena semangatnya aja buat beli-beli tapi sampe rumah cuma ngejogrok aja di dalem lemari dan lupa dipake.


Makanya mulai banyak deh yang jual barang-barang  preloved-nya, biar apa? Biar tetep bisa beli yang baru tanpa merasa berdosa. XD Ini nih, kelemahannya wanita. Semacam mencari motif baru supaya bisa beli baju ataupun barang fashion terkini.

Power Lunch GDP with Tinkerlus

Kebetulan nih, beberapa waktu yang lalu aku diundang ke acara Power Lunch GDP dan Tinkerlust, yang bikin aku jadi kenalan sama Tinkerlust, platform preloved. “Konsep menjual barang-barang preloved memang bukan merupakan hal yang baru lagi, sudah banyak sekali platform yang menawarkan penjualan barang preloved. Tapi, di Tinkerlust kami menawarkan servis dari awal hingga akhir untuk para penjual. 

Mulai dari penjemputan barang yang akan dijual, mengkurasi barang yang akan dijual, melakukan pengecekan keaslian barang yang akan dijual, memberikan penilaian harga barang, melakukan pemotretan barang, memasukkannya ke website kami, menyediakan customer service untuk calon pembeli bertanya dan akhirnya mengirimkan barang tersebut kepada pembeli,” ujar Samira Shihab, CEO dari Tinkerlust.


Apa itu Tinkerlust?


Tinkerlust yang didirikan oleh Samira Shihab, yang saat ini juga menjabat sebagai CEO dan Aliya Amitra, yang saat ini menjabat sebagai COO dari Tinkerlust, berdasarkan 4 prinsip, yaitu yang pertama Environment, dimana Tinkerlust menyediakan tempat untuk menjual fashion yang sudah tidak digunakan sehingga memperkecil kemungkinan akan limbah dari fashion.

Kedua Smart Shopping, dimana Tinkerlust menyediakan fashion bermerek dengan harga terjangkau untuk para pembeli dan menawarkan tempat untuk fashion  tersebut dijual kembali sehingga memberikan kepuasan belanja dengan biaya yang super hemat, yang ketiga Living More Simply (Marie Kondo method), dimana Tinkerlust  mengedukasi para wanita Indonesia untuk memiliki dan menyimpan barang-barang lebih sedikit, dalam hal ini barang-barang fashion dan menjual barang-barang yang sudah tidak terpakai di platform Tinkerlust.





Dan yang keempat adalah By Women, For Women, dimana Tinkerlust yang dipimpin oleh wanita memberikan solusi untuk para wanita untuk perubahan positif dan kepuasan dalam memenuhi kebutuhan mereka. Setelah 2 tahun beroperasi, kini Tinkerlust sudah memiliki ribuan penjual, ribuan branded items, serta lebih dari 2000 merek fashion ternama mulai dari Zara hingga Hermes. 

“Di Tinkerlust, penjual dengan mudah dapat menjual barangnya dan memiliki akses ke personal dashboard untuk melakukan penjadwalan pengambilan barang, memperbaiki harga barang, dan memantau penjualan barang. Dalam waktu dekat, dashboard ini juga akan kami lengkapi dengan fitur yang lebih interaktif dan berbagai macam data sehingga penjual bisa memantau ketertarikan calon pembeli terhadap barang yang akan dijualnya”, kata Samira kembali.




Menariknya, dalam acara Power Lunch ini juga hadir Prita Ghozie, Financial Planner yang justru menyarankan para wanita buat shopping. Apalagi ya, jaman now kan kayak blogger gitu sering diundang ke event-event ya masa pake baju yang itu-itu aja. Karena itu, beliau menyarankan buat me-preloved baju, tas, sepatu dan lain-lain yang baru dipakai sekali buat dijual di Tinkerlust. Modisnya dapet, tapi tetap terjaga cash flow bulanan kan ye. 


Pengalaman Belanja di Tinkerlust

Nah, akhirnya aku pun nyoba-nyobain belanja di Tinkerlust. Ya ampun, banyak banget barang branded yang secara kualitas masih bagus dan kece tapi dengan harga yang cukup terjangkau. Bahkan, barang-barang preloved itu dipajang dengan cukup rapih sesuai kategorinya sehingga memudahkan kita sebagai pembeli buat memilih dan melihat produk apa yang dicari. 

Sayangnya, sendal inceran aku sudah gone alias terjual. Kurang garcep nih. Tapi gapapa deh, akhirnya aku beli sling bag berwarna cokelat ini dengan dengan tunik berwarna abu-abu. Mayan beb buat hangout eim! 



Udah gitu proses pembayarannya pun cukup mudah, bisa transfer via ATM, transfer dari Virtual Account ataupun credit card. Nah aku pilih transfer via Virtual Account yang saat melakukan proses pembayaran sangat cepat lho. Kamu juga bisa memilih metode pengiriman dengan estimasi pengiriman 1-2 hari. 

Dan voila! Dalam jangka waktu sekitar 3-4 hari (karena kepotong sama tanggal merah) akhirnya barang pesananku sampai dengan selamat. Yeay happy! Karena barangnya sesuai dengan yang aku harapkan. Udah gitu packagingnya rapihhhhh banget. Suer deh! Ini mah profesional pisan. 



Intinya sih aku puas belanja di Tinkerlust. Selain barang-barang preloved yang dijual sudah diakurasi dengan tepat, pelayanannya pun memuaskan. Jadi kepikiran mau beralih dari buyer ke seller nih. :)

Kalo kamu mau punya ataupun jual preloved barang branded bisa lho langsung cobain di Tinkerlust dan rasakan sendiri gimana nikmatnya bisa jual ataupun beli barang preloved branded dengan kualitas nyaris seperti baru. Eits, kalo sampe ketagihan enggap apa-apa lho.  










1 komentar:

  1. Keren kan aku belum pernah belanja di situ jadi pengen coba

    BalasHapus