Sabtu, 09 Juni 2018

Jadi Konsumen Cerdas dengan Cek KLIK


Siapa yang menjelang lebaran sibuk bikin-bikin parcel atau mungkin malah nerima parcel dari keluarga, teman, rekan kerja atau mungkin client? Dua-duanya seneng pasti. Ya bikin parcel sama nerima parcel. Kedua kegiatan tersebut bikin siapapun happy. Kalo bikin parcel itu happy-nya karena beli-beli makanan ataupun barang di supermarket buat dibentuk ke dalam parcel. Sedangkan kalo nerima parcel itu berasa kayak spesial aja dikasih makanan ataupun barang-barang khas kiriman lebaran.


Cuman ya, aku tuh pernah terima parcel dari rekan kerjanya papih yang ternyata beberapa produk olahannya itu ada yang kadaluwarsa. Kan jadi sad beb, untuk aku ‘ngeh’. Coba kalo misalnya enggak tau dan lantas di makan sama orang rumah. Kan bisa bahaya ya. Ujung-ujungnya biaya lagi ini mah.

Karena alasan itulah, saat salah satu teman blogger ngajakin aku datang ke event BPOM di Pejaten Village beberapa hari yang lalu. Cuss lah aku semangat buat menghadirinya. Kenapa? Karena tema yang diangkat sama BPOM ini pas banget sama tradisi lebaran yaitu tentang pangan olahan lebaran yang aman buat keluarga.


Pada acara tersebut, dijelaskan bahwa banyaknya temuan-temuan produk pangan olahan yang udah kadaluwarsa membuat BPOM melakukan pengawasan secara insentif buat cegah peredaran obat dan makanan ilegal, rusak dan kadaluwarsa di masyarakat.

Bahkan ya, sampai dengan 30 Mei 2018, BPOM RI udah nemuin produk pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan sebanyak 5.272 item dalam 1.450.030 kemasan dari 932 sarana ritel dan 84 gudang importir/distributor di seluruh Indonesia. Wagelasih ini beb. Kebayang kalo temuan-temuan ini nyebar ke seluruh penjuru retail di Indonesia. 


Enggak kebayang gimana nasib-nasib masyarakat yang makan produk pangan olahan ini. Serem beb, horor beb, sunggu tak sanggup aku membayangkannya beb. Malah ya, dikatakan kalo produk-produk tersebut tidak memiliki nomor izin edar (TIE)/ilegal, kemasan rusak dan/atau kadaluwarsa. Speechless. Nape pada tega sih ah produksi pangan olahan yang bikin masyarakat jadi sakit.

“Untuk pangan olahan kadaluwarsa misalnya, banyak ditemukan di Yogyakarta, Samarinda, Manokwari, Padang, dan Mamuju. Sementara pangan olahan ilegal banyak ditemukan di Ambon, Makassar, Surabaya, Semarang, Batam, dan Medan”, ungkap Kepala BPOM RI Ibu Dr. Ir. Penny K. Lukito pada kesempatan ini.



Dengan alasan inilah, Ibu Penny Lukito menghimbau pada seluruh masyarakat yang juga konsumen untuk lebih cerdas, dan berhati-hati dengan bahan pangan yang kita konsumsi. Sebagai panduan dari BPOM menganjurkan masyarakat buat melakukan Cek KLIK sebelum membeli bahan pangan olahan. Apa itu Cek KLIK? Aku paparin di bawah ya beb.

Cek KLIK adalah panduan mudah yang harus diterapkan oleh semua masyarakat Indonesia sebelum membeli produk olahan pangan. Caranya dengan:

Cek KEMASAN

Sumber: Twitter BPOM RI


Cek LABEL

Sumber: Twitter BPOM RI

Cek IZIN EDAR

Sumber: Twitter BPOM RI

Cek KEDALUWARSA

Sumber: Twitter BPOM RI


Enggak hanya itu beb, sebagai konsumen yang cerdas kita juga bisa jadi pengawas lho. Yaitu dengan menerapkan istilah pengawasan semesta atau pengawasan 360, menyeluruh, jadi tidak hanya BPOM aja yang melakukan pengawasan terhadap produk pangan olahan tapi juga konsumen dan produsen.

BPOM juga bekerjasama dengan Pramuka yakni meluncurkan aplikasi Pramuka Sapa yang sudah bisa kamu download melalui playstore gunanya buat mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan temuan-temuan ganjil seputar produk pangan olahan.

Dan,  kalo kamu nemuin produk pangan olahan yang tidak lolos Cek KLIK bisa laporin ke BPOM RI melalui nomor 1500533 dan call center produsen. Jadi, misalnya, kamu terima parcel yang produk-produknya ternyata tidak lolos Cek KLIK bisa laporin langsung tuh. Supaya proses pengawasan semesta berjalan sesuai dengan yang diinginkan. 


Btw, konsumen berhak mendapatkan penggantian produk dari produsen. Sesuai dengan Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang pangan, label produk pangan harus memuat nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat yang memproduksi atau mengimpor, halal bagi yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, tanggal, bulan dan tahun kadaluwarsa, nomor izin edar bagi Pangan Olahan; dan asal usul bahan Pangan tertentu.

Kamu juga bisa mengajukan komplain langsung ke pihak produsen, caranya menghubungi nomor call center produsen yang tertera pada kemasan. Dengan melaporkan produk olahan yang tidak aman ini, secara tidak langsung kita membantu BPOM dan pemerintah untuk mengawasi produk pangan olahan yang enggak sesuai Cek KLIK lho.




Selain Cek KLIK, BPOM RI juga bekerjasama dengan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) buat memastikan dan menjamin keamanan produk pangan yang didistribusikan ke masyarakat, sudah sesuai dan bisa diterima dengan baik ke tangan konsumen.

Pada acara ini juga dilakukan simulasi produk-produk dalam parcel yang tidak sesuai Cek KLIK dan mengajak tamu undangan yang hadir, termasuk para blogger didalamnya, buat mempraktikkan langsung Cek KLIK supaya terbiasa melakukan ini setiap akan membeli produk olahan pangan.

Bukan apa-apa beb, selama bulan Ramadan banyak banget ritel seperti supermarket yang diskon gede-gedean, salah satunya produk pangan olahan, dimana menarik minat konsumen buat membelinya. Enggak lucu kan beli produk pangan olahan yang diskon harga 100ribu tapi ternyata enggak sesuai Cek KLIK dan kudu bayar rumah sakit 1 juta udahannya. Ini namanya untung atau rugi beb? Ya rugi kan. 





Makanya beb, yuk kita sama-sama membiasakan buat Cek KLIK sebelum beli produk pangan olahan selama lebaran ini. Supaya keluarga kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Oia, buat informasi seputar produk obat-obatan dan pangan olahan yang aman atau ingin mendapatkan informasi terupdate dari BPOM RI kamu bisa  kunjungi website www.bpom.go.id dan kepoin media sosial BPOM RI di:

Anyway, BPOM RI akan bikin lomba blog nih beb, hadiahnya jutaan rupiah lho. Mau kan?  Makanya kamu kudu ikutan. Biar enggak ketinggalan informasinya, cuss FOLLOW semua akun media sosial BPOM RI. Dan.... jangan lupa ya, selalu lakukan Cek KLIK  sebelum membeli produk olahan.


2 komentar:

  1. Hal sederhana yang bisa menyelamatkan kita dari bencana. Cek KLIK sangat berguna untuk menerapkan filosofi "mencegah lebih baik daripada mengobati"

    Salam Inspirasi
    Sesuapnasi

    BalasHapus
  2. Ish ngga enak banget ya dapet parcel lebaran tapi ada beberapa produk yang sudah kedaluarsa.. mungkin yg kasih beli jadi ya ka ngga coba bikin parcel sendiri supaya personalize gitu.. noted ka, yuk jadi konsumen cerdas dengan cek klik

    BalasHapus