My Polyvore Set



Jumat, 01 Juni 2018

Punya Maag Akut Boleh Berpuasa?


Buat penderita maag akut seperti aku ini, berpuasa itu semacam tantangan yang harus ditaklukan. Kalo boleh cerita, sudah cukup lama aku menderita penyakit maag akut yang sebelumnya hanya maag biasa aja. 

Dan itu dimulai sejak aku SMP, jadi kalo setiap puasa pasti ada banyak hari dimana aku ngerasa nyesek, lambung perih dan susah nafas gitu. Malah sempat ya, aku telpon ke rumah di jam sekolah cuman mau ijin sama nyokap buat buka puasa. Saking perih terasa di lambung dan nyesek banget. Akhirnya pun dibolehin buat buka puasa.



Padahal kan, puasa itu manfaatnya banyak banget ya. Mulai dari detoks alami, hingga bisa menjaga diri dari hal-hal negatif seperti menahan napsu. Yang aku tau ya, sakit maag atau dyspepsia dibagi menjadi dua kategori, yaitu maag fungsional dan dyspepsia organic. Emang bedanya apa? Aku jelasin di bawah ya.

Perbedaan maag fungsional dan dyspepsia organic:

Maag fungsional terjadi jika penderitanya makan tidak teratur, makan makanan berlemak, minuman bersoda, kopi, stress, dan merokok, tanpa adanya kerusakan berarti di dalam lambung.

Sedangkan dyspepsia organic terjadi karena adanya sesuatu yang tidak normal di dalam lambung, seperti tukak lambung, tukak usus duabelas jari, GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease, dan polip.

Buat penderita maag fungsional akan membaik saat berpuasa, hal ini dikarenakan makannya jadi lebih teratur, ngurangin cemilan berlemak dan mengurangi minum soda dan kopi. Lain halnya buat penderita dyspepsia organic yang harus konsultasi dahulu pada dokter jika ingin berpuasa.



Namun hal ini bisa ditangani dengan membatasi bahan-bahan makanan untuk menghindari serangan maag akut. Dokter aku itu sampe bosan ngasih tau buat hindari beberapa makanan ini. Karena buat penderita maaf aku seperti aku ini sebenarnya bisa membaik hanya dengan istiqomah membatasi asupan makanan seperti:

1. Minuman beralkohol. Minuman ini dapat menyebabkan maag akut.
2. Makanan tinggi lemak.
3. Minuman berkafein dan berkarbonasi seperti soda
4. Jus buah yang mengandung asam sitrat seperti anggur, jeruk, nanas
5. Obat-obatan kelompok OAINS seperti ibuprofen dan aspirin
6. Makanan yang mengandung cokelat
7. Makanan yang digoreng.
8. Makanan olahan seperti sosis, pasta, gula, dan roti putih
9. Makanan yang mengandung asam lemak trans, keik, kue, crackers, kentang goreng, donat, margarin, dll
10. Kenali dan hindari makanan yang dapat menyebabkan alergi.

Cara menangani maag bisa dilakukan sesuai penyebabnya. Umumnya maag dapat ditangani dengan obat-obatan bebas seperti antasida, penghambat histamin atau ramuan herbal untuk mengurangi gejala yang mengganggu. Serta kombinasi antibiotic yang biasanya diberikan jika maag disebabkan oleh bakteri H plylori.

Photo by Mira Utami

Selain itu, pengalaman traumatis ataupun gaya hidup dengan tingkat stres yang tinggi juga dapat menyebabkan maag. Naini yang sebenarnya jadi tantangan terbesar aku sih. Karena kalo lagi banyak pikiran dan kerjaan yang deadline-nya merepet macam omelan nyokap, bisa bikin maag akut aku kambuh. Biasanya kalo udah begini yang aku lakukan adalah minum air hangat trus nyenengin diri dengan dengerin music atau nonton, atau banyakin istigfar. Biar setan stresnya pada kabur gitu. hahahahha

Tapi, dari informasi yang aku dapatkan di acara H2 Health and Happiness yang berlangsung di KALCare Lotte Kuningan, mengangkat tema Kupas Tuntas Manfaat 'Lain' di Balik Puasa bersama nara sumber dr. Liza selaku dokter kecantikan dan anti aging dari Klinik Estetiderma, (dokter kecantikan dan anti aging dari Klinik Estetiderma), dr Arif Fachrial Syam SpPD (dokter gastroenterology dari FKUI RSCM) serta dr Claudia Anggi (Medical PT Kalbe Farma Tbk).

Photo by Uchy Sudanto


Photo by Uchy Sudanto

Photo by Uchy Sudanto


Manfaat lain yang dimaksud adalah perubahan fisiologis yang terjadi di dalam tubuh ketika berpuasa yang dikaitkan dengan manfaat mencegah penuaan dini (awet muda) serta bagaimana puasa bisa lancar ketika lambung dijaga tetap nyaman terutama bagi penderita maag.


mengeliminasi atau menetralkan toksin yang dihasilkan di proses biokimia di setiap organ seperti ginjal, paru, hati, usus maupun di kulit. Eliminasi atau netralisasi toksin ini bermanfaat untuk menjaga tubuh lebih sehat kembali sehingga bisa mengurangi efek negatif yang sebelum nya ada. Namun yang perlu diperhatikan ketika berpuasa sehari (14 jam) atau bahkan lebih dari 24 jam, maka kondisi lambung kosong tanpa makanan yang di cerna. Pada kondisi perut kosong, lambung akan memproduksi asam lambung yang bisa merusak dinding lambung atau dihasilkan gas yang ditandai dengan kembung.

Photo by Mira Utami

Photo by Uchy Sudanto

Orang dengan kondisi maag, makanan yang perlu dihindari adalah makanan yang mengandung gas seperti soda, durian, sayur-sayuran seperti kol, kubis, dll., makanan beralkohol, asam seperti lemon, jeruk, serta makanan pedas dan berminyak. Pada saat sahur atau berbuka juga disarankan untuk menghindari makanan tersebut bagi orang yang mengalami sakit maag.

Kondisi maag yang tidak ditangani dengan baik, maka beresiko terjadi serangan akut lebih sering dan yang lebih fatal adalah perdarahan lambung akibat lesi lambung/luka. Ada juga kondisi yang orang sering juga alami tapi tidak terdeteksi seperti heart burn atau GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease) yang dirasakan nyeri di ulu hati/dada dan orang sering menyangka seperti serangan jantung. Padahal kondisi tersebut terjadi di lambung bagian atas dan berhubungan dengan kerongkongan (esofagus).




Ketika orang mengalami gangguan maag yang sering kambuh, maka pilihannya adalah berobat ke dokter dengan obat (antasida atau penghambat produksi asam lambung), namun banyak orang juga sudah beralih kepada bahan-bahan herbal yang sudah tersedia sangat banyak di alam ini. Misalnya saja kunyit, jinten hitam, pisang, cincau, lidah buaya dan lain-lain.


Photo by Uchy Sudanto




Salah satunya bisa dengan mengonsumsi H2 Zativa mengandung ekstrak jinten hitam (niggela sativa/habbatussaudah), kunyit (curcuma domestica), dan temulawak (curcuma xanthoriza) yang bermanfaat untuk mencegah kekambuhan gejala dyspepsia/maag seperti mual, kembung, nyeri lambung. Ekstrak jinten hitam mengandung zat aktif thymoquinone sementara temulawak dan kunyit mengandung zat aktif curcumin. 

Kombinasi ini dalam H2 Zativa bekerja dengan mekanisme anti flatulen (menghilangkan kembung) dengan cara memecah gelembung gas di lambung menjadi lebih kecil dan mudah di keluarkan, mucosa protection (melindungi dindin lambung) dengan cara meningkatkan produksi musin/lendir yang melapisi dinding lambung.  Yang bisa diolah untuk berbagai jenis makanan olahan seperti cookies, kue, brownies, roti, serta yang resep simple adalah dicampur dengan yogurt atau susu. 



10 komentar:

  1. Selama puasa perut Alhamdulillah aman, cuma menyesuaikan saja sama makanan sahur dan berbuka. untuk menghindari maag konsumsi herbal tablet zativa ngebantu buat perut jd nyaman

    BalasHapus
  2. Agar puasa lancar memang harus banget menjaga pola makan dan rajin konsumsi tablet herbal seperti Zativa ya mbak Ay, agar puasa lancar dan bebas sakit maag seharian

    BalasHapus
  3. obat herbal bisa jadi alternatif untuk mengurangi obat kimia ya mbak.. tertarik banget sama H2 Zativa deh

    BalasHapus
  4. aku punya maag, tapi kalo disuruh puasa makan yang tepung-tepungan aku belum sanggup loh. Suka roti soalnya....

    BalasHapus
  5. Memang harus kita yg menyesuaikan yaaaa, jangan penyakit atau kegiataan yg menyesuaikan kita huhu

    BalasHapus
  6. Wah kayaknya kudu laporan sama emak neh, diye kan maag nye akut. Apalagi kalau udah kambuh, mesake liatnya 😢

    BalasHapus
  7. ga ada alasan yabuat ga puasa, kecuali sakit parah.. kalo masih mag banyak obatnya kan ya kaka. termasuk H2 Zativa

    BalasHapus
  8. Makanan tinggi lemak ...emang bikin asam lambung jadi naik..., Aku sendiri udah ngurangin santan sih...

    H2 Zativa keren nih tiga bahan dlm satu produk..ntar di coba deh.

    BalasHapus
  9. Waduh, harus menghindari makan donat nih. Untung bacanya jelang akhir ramadhan, hahaha. Terima kasih untuk sharenya.

    BalasHapus