Sabtu, 20 Oktober 2018

Susu Curcuma Plus, Jawaban untuk Anak yang Picky Eater


Paling pusing dan bingung kalo anak udah mulai pilih-pilih makanan, jadi inget masa-masa Darell jadi anak yang picky eater. Saat itu usianya masuk 1 tahun 2 bulan, masa-masa transisi dari makanan yang bertekstur agak lembut ke tekstur kasar. 

Tantangan pun dimulai, apalagi Darell mulai penasaran sama jenis makanan yang bisa di makan sama orang dewasa. Contohnya mie, duh siapa coba yang gak tergugah ye kan, tapi buat anak usia 1 tahunan kan gak baik ya makannya mie terus.



Nah, buat Darell justru masalahnya dia hanya mau makan telur dan ayam goreng tanpa nasi apalagi sayur-sayuran. Kentang goreng aja gak gitu suka, lho. Pusing lah kepala Bunda nyari cara gimana supaya Darell mau makan nasi dan sedikit-sedikit mau makan sayur.

Emang butuh kesabaran yang luarbiasa buat ngenalin jenis-jenis makanan yang picky eater beb, dan butuh kreativitas tingkat tinggi buat sang ibu menyajikan pola ataupun gaya makan sesuai buat sang anak. Belum lagi Darell doyan banget sama susu, ya masa iya seharian minum susu aja. Nutrisi dari susu dan asupan makanan dalam sehari kan beda ya.

Memasuki usia prasekolah adalah fasenya Darell yang membutuhkan gizi baik buat menunjang pertumbuhan dan perkembangannya, baik fisik, kecerdasan, dan emosional. Cuma gimana dong kalo anak malah jadi picky eater di usia tersebut. Gimana buibu gak stres ya ngadepin situasi seperti ini.



Bukan apa-apa, anak yang picky eater cenderung akan kekurangan gizi karena asupan energi, protein, karbohidrat, vitamin dan mineral lebih renda dibandingkan anak-anak yang doyan makan apa aja. Khawatirnya kondisi ini bisa menjadi sebab anak yang picky eater berisiko stunting. Duh amit-amit deh ya, jangan sampe. 

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%). Penyebabnya, karena rendahnya kesadaran para ibu terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral.


Gak mau kan anaknya jadi kekurangan asupan nutrisi yang cukup di masa tumbuh kembangnya? Untungnya kemarin aku diajakin temen buat menghadiri event Curcuma Plus, Health Talk & Press Conference bertema, "Siasati Pemberian Makan Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal" bersama narasumber yang luarbiasa bagus-bagus semua. Terlebih ada Nagita Slavina dan Rafathar selaku Brand Ambassador dari susu Curcuma Plus. Happy lah aku pas tau ternyata bakalan bersua sama Gigi, hahahhaa, secara ngefans ya sama Mama Gigi yang cantik paras dan hatinya.

Acara yang diadakan di Plataran Menteng kemarin, dibuka dengan pemaparan dari Prof DR. dr Rini Sekartini, Sp A (K) mengenai apa itu tumbuh kembang anak dan masalah picky eater pada anak usia prasekolah. 

Dijelaskan oleh dr. Rini bahwa kebiasaan pilih-pilih makanan termasuk dalam istilah food preference, yaitu penolakan pada makanan tertentu. Food preference juga memiliki pemahaman yang luas, mulai dari picky eater sampai selective eater.




Lantas sebenarnya normal gak sih perilaku anak yang mempunya preference terhadap makanan tertentu? Dikatakan normal jika anak melakukan penolakan terhadap makanan yang baru dilihatnya atau disebut neofobia.

Picky eater - mengonsumsi berbagai jenis makanan baik yang sudah maupun yang belum dikenalnya tapi menolak mengonsumsi dalam jumlah yang cukup

Selain jumlah yang tidak cukup, picky eater ternyata berhubungan dengan rasa dan tekstur makanan. Meski pilih-pilih, anak sebenarnya masih mau mengonsumsi minimal satu macam makanan dari setiap kelompok karbohidrat, protein, sayur/buah dan susu.



Untuk kasus Darell yang picky eater sejak usai 1 tahun 2 bulan ini, dia hanya mau makan ayam atau telur. Udah itu aja sampe bosen yang masakin. Oh sama, dia doyan banget susu dan cokelat. Wah juara deh kalo udah minum susu tuh sehari bisa 5 botol isi 240ml. Dan ini berlangsung sampai usia 5 tahun setengah.

Picky eater pada anak ada penyebabnya lho beb, kalo dari pemaparan dr. Rini penyebabnya yaitu paparan makanan pada usia dini, kepribadian anak, lingkungan dan tekanan saat proses makan. Naini, masalah yang kerap terjadi saat proses makan anak bujangku satu-satunya. Apalagi kalo yang ngasih makan nenek-neneknya, duh bisa-bisa dipaksa deh tuh. Trus imbasnya anak jadi trauma.



dr. Rini menyarankan buibu jangan marah, panik dan tetap tenang saat menghadapi anak yang picky eater. Meski agak gemes ya, kalo pun dipaksa nanti si anak jadi trauma lho beb. Untuk mengatas picky eater kamu bisa melakukan beberapa trik yang aku rangkumkan dari pengalaman Nagita Slavina berikut ini:

1. Kenalkan menu baru

Si picky eater mungkin hanya akan mencicipi sedikit dan memuntahkannya, tapi gak ada salahnya kita sebagai orangtuanya menghargai usaha anak buat mencoba makanan yang baru dikenalnya itu. Memang dibutuhkan kesabaran dan ke-istiqomah-an yang hakiki sih beb. Jangan pernah lelah buat memberikan anak kita menu baru dan mengenalkannya ya.

2. Kreasi makanan unik

Kamu bisa menghias makanan dari menu baru dengan hiasan unik, seperti bento sehingga anak jadi tertarik buat mencobanya. Atau bisa juga melibatkannya dalam proses pembuatan sekalian menghias saat masakan sudah selesai dengan bentuk menyerupai kartu kesukaannya.




3. Tambahkan bumbu perasa

Meski ini jadi semacam buah simalakama ya beb, tapi bisa dicoba, mungkin anak jadi picky eater karena makanan yang disajikan agak hambar dan kurang terasa. Coba deh tambahin sedikit bumbu perasa, entah itu garam, gula, kecap ataupun saos tomat dan mayonaise.

4. Biasakan Makan Bersama

Hayo kapan kali terakhir kamu makan bareng anak di meja makan rumah? Duh beb, jangan tanyain aku deh, lupa akutuh kapan makan bareng di meja makan sama Darell. Menurut penjelasan dr. Rini dan Nagita Slavina, si picky eater biasanya akan tertarik kalo ngeliat ibu bapaknya makan bersama. Dan cara ini pernah aku praktikkan ke Darell, ternyata dia jadi lebih lahap makannya lho dan berani nyobain menu makanan baru. 

5. Biarkan kendali pada anak

Kalo anak masih juga pilih-pilih makan, cara terakhir yaitu dibiarkan saja. Biarkan anak yang punya kendala atas makanan yang ia makan. Tentunya orangtua bisa melakukan ke-empat tips di atas buat 'trigger' sang anak untuk makan.




Selanjutnya, Tari Sandjojo, Psi sebagai psikoloh menambahkan, orangtua memang perlu extra sabar dan bersikap kreatif saat menghadapi anak yang picky eater. Jangan dibawa stres apalagi depresi ngadepin anak yang cenderung pilih-pilih makanan ya beb.

Hal ini bisa berdampak ke psikologis anak yang jadi merasa bingung, trauma, pencemas dan cenderung sulit buat beradaptasi. Maka Tari Sandjojo, Psi pun menyarankan orangtua untuk sabar dalam mengenalkan menu baru, berikan variasi acara makan yang berbeda, dengarkan anak dan berikan pilihan pada anak, toh anak akan makan kalo lapar kan?

Tari Sandjojo, Psi menyampaikan ternyata ada sisi positif yang bisa diambil dan dijadikan bahan motivasi buat para buibu muda kayak aku:

1. Picky eater juga menunjukkan bagaimana anak mampu menentukan  apa yang dia mau.
2. Tidak ada yang bisa 'menghakimi' apakah anda adalah ibu yang baik atau tidak. Anda harus percaya bahwa anda sudah melakukan yang terbaik.




Picky eater bisa disiasati dengan merangsang nafsu makan anak menggunakan temulawak atau Curcuma xanthorrhizaDR. Raphael Aswin Susilowidodo,Msi, VP Research & Development and Regulatory  SOHO Global Health menyatakan temulawak merupakan herbal asli Indonesia yang telah digunakan turun temurun dan juga memiliki manfaat kesehatan yang sangat luas. Secara tradisional temulawak dikenal dapat meningkatkan nafsu makan yang sehat, digunakan untuk mengobati diare, malaria dan cacingan.

Temulawak merupakan herbal asli Indonesia yang telah digunakan turun temurun dan juga memiliki manfaat kesehatan yang sangat luas. Secara tradisional temulawak dikenal dapat meningkatkan nafsu makan yang sehat, digunakan untuk mengobati diare, malaria dan cacingan.  Selain penggunaan secara turun temurun, banyak juga penelitian yang dilakukan untuk melihat potensi dari temulawak Indonesia ini, antara lain untuk anorexia (FOHAI, 2016), ataupun sebagai anti-inflamasi (Jacob, 2007), antioksidan (Kumar et al, 2007), antimicroba (Goel, 2008), hepatoprotektif (Farombi, 2008), sampai dengan anti kanker (Thangapazham et al, 2008).




Sylvia A. Rizal, Vice President Marketing SOHO Global Health, menjelaskan bahwa Launching Produk Susu Curcuma Plus ini merupakan wujud kepedulian kami  untuk menjadikan Anak Indonesia lebih sehat.  Soho Global Health memiliki pengalaman panjang membantu para Ibu untuk mengatasi Picky Eater dengan produk Curcuma Plus Vitamin yang menjadi market leader di Segment Multivitamin Anak.  Kami melihat kebutuhan para Ibu untuk dapat mengatasi Picky Eater dengan format susu yang lebih mudah diterima karena menjadi konsumsi anak sehari hari.

Soho meluncurkan inovasi produk Susu Curcuma Plus dengan mengkombinasikan Susu New Zealand yang berkualitas dan temulawak organik serta diperkaya dengan minyak ikan, 11 vitamin & 3 mineral dengan rasa yang disukai anak. Susu Curcuma Plus membantu menjaga napsu makan anak sehingga makannya jadi  lahap dan bergizi sehingga tumbuh kembangnya optimal. 




Dengan menggandeng Nagita Slavina sebagai Brand Ambassador dan Alfamart sebagai Top retail di Indonesia, Soho berharap dapat membangun kesadaran Ibu mengenai pentingnya  “Makan Lahap Gizi Seimbang” pada anak balita dengan lebih cepat, serta dapat menyediakan produk Susu Curcuma Plus ini secara luas di outlet-outlet seluruh Indonesia.

Manfaat Susu Curcuma Plus sendiri sudah dirasakan langsung oleh aktris Nagita Slavina, Brand Ambassador Curcuma Plus. Nagita mengaku pernah kewalahan ketika anak laki-laki pertamanya, Rafathar, mengalami gejala picky eating.  Ada masanya anak lebih memilih minum susu daripada makan. Kan kalau banyak minum susu jadi cepat kenyang dan makannya berkurang.
                
“Aa Rafathar sudah coba susu Curcuma Plus. Dia suka Rasanya. Aku juga sudah merasakan manfaatnya. Susu Curcuma Plus menjaga aa makannya jadi lebih lahap makan bergizi seimbang setiap hari. Aku tuh percaya banget dengan Susu Curcuma Plus karena Inovasi Susu New Zealand dan Temulawak Organik sehingga manfaat nya langsung terasa dalam menjaga nafsu makannya setiap hari. Terus natural banget, dan organik.  Apalagi zaman sekarang khan, kita ibu-ibu lebih yakin yang alami dan organik itu bagus banget buat anak,” tuturnya. 




Darell juga udah icip susu Curcuma Plus yang rasa madu, dan dia doyan, malah gak terasa sama sekali Temulawaknya lho. Liat nih expresi Darell saat minum susu Curcuma Plus. 

10 komentar:

  1. penjelasan Prof Rini yg bilang kalo kebiasaan picky-eater ini adalah bagian dari proses tumbuhkembang anak untuk menjadi cerdas bikin aku sedikit tenang Mba.. hanya aja kita perlu sedikit tricky untuk memasukkan menu sehat ke dalam makanan sehari2nya yaa :)

    BalasHapus
  2. Senengnya bisa talkshow ini ya kak..Aku juga lebih lega nih kalau ternyata anak-anak mengalami fase susah makan gitu tinggal kita nya aja sebagai orang tua harus sabar.

    BalasHapus
  3. Kalau puluh-pilih makannya bagus sih masih mending ya jadi gak khawatir. Tapi skr ada solusinya ya yang bisa bantu mengatasi anak picky eater

    BalasHapus
  4. Bener banget mba. Kalo anak udh kena picky eater mamak pusing dibuatnya. Mudah mudahan dgn adanya Curcuma Plus anak jadi lahap makannya ya mba

    BalasHapus
  5. Wah next akan cobain susu ini untuk Zalwa, semoga mengatasi masalah pilih² makan pada Zalwa deh
    Thanks for sharing mba

    BalasHapus
  6. Kayaknya perlu nih aku coba ke anakku. Susaaaah beneeeer kalo udh waktnya makan -_-. Dipilih, trus kalopun suka ama 1 makanan, ga banyak juga dimakannya. Gmn aku ga setress. Apalagi berat bdnnya jd kebalap ama adeknya yg lbh ga pemilih urusan makan.. :( ..

    BalasHapus
  7. Ini rasanya beneran enak ya mba, temulawak yang pahit kayak nggak berasa jamu. Anakku udah coba dan suka juga.

    BalasHapus
  8. Ya ampun lutcuk bgt itu Darrel dan si cewek cemong cemong mukanya mimik susu hahahaha. Pasti bingung yah klo anak gak mau mkn ini, gak mau mkn itu. Apalagi klo mkn pun hrs diakalin dulu br mau mkn. Bisa bgt nih dicobain susu Curcumanya spy anak jd doyan mkn.

    BalasHapus
  9. Susu Curcuma Plus ini kayaknya pas buat keponakan saya yang susah makan nih, mba. Apalagi mengandung temulawak ya yang bisa menambah nafsu makan :)

    BalasHapus
  10. Anaknya udah nyobain ya mba. Pasti makin lahap ya

    BalasHapus