Andiyani Achmad

Sabtu, 15 Agustus 2026

Working Mom Juga Punya Hak untuk Capek

Ada satu kalimat yang menurutku sering banget dialami working mom:

“Aku capek.”

Tapi setelah mengucapkannya, entah kenapa kita langsung merasa bersalah.

Working Mom Juga Punya Hak untuk Capek

Capek karena kerja.

Tapi masih punya anak yang harus diperhatikan.

Pulang kantor bukan berarti selesai.

Masih ada rumah.

Masih ada keluarga.

Masih ada urusan yang tidak bisa ditunda.

Dan kalau kita bilang ingin istirahat, kadang ada suara kecil di kepala yang langsung menyela,

“Memangnya kamu boleh capek?”

Working Mom Juga Punya Hak untuk Capek

Seolah-olah menjadi ibu yang bekerja berarti harus punya baterai cadangan yang tidak pernah habis.

Padahal ya...

working mom juga manusia.

Ada hari ketika pekerjaan terasa berat.

Ada meeting yang menguras energi.

Ada deadline yang datang bersamaan.

Ada perjalanan pulang yang rasanya panjang sekali.

Ada momen ketika sampai rumah kita cuma ingin duduk sebentar tanpa melakukan apa-apa.

Working Mom Juga Punya Hak untuk Capek

Bukan karena tidak sayang keluarga.

Bukan karena malas.

Bukan karena tidak bersyukur.

Tapi memang karena tubuh dan pikiran kita sudah meminta jeda.

Sayangnya, banyak ibu bekerja yang justru paling sulit memberikan izin kepada dirinya sendiri untuk beristirahat.

Kalau anak tidur, bukannya ikut tidur malah membereskan rumah.

Kalau weekend, bukannya santai malah mencuci, memasak, belanja, dan menyelesaikan semua pekerjaan domestik yang tertunda.

Senin datang lagi.

Dan kita kembali bekerja.

Begitu terus.

Sampai akhirnya tubuh yang memberi peringatan.

Bahwa ternyata manusia memang punya batas.

Aku rasa working mom perlu mulai mengubah cara pandang terhadap istirahat.

Istirahat bukan hadiah karena kita sudah menyelesaikan semua pekerjaan.

Karena kalau menunggu semua pekerjaan selesai, bisa jadi kita tidak akan pernah benar-benar istirahat.

Istirahat adalah kebutuhan.

Sama seperti makan.

Sama seperti tidur.

Sama seperti punya waktu untuk diri sendiri.

Working Mom Juga Punya Hak untuk Capek

Kita tidak harus selalu produktif untuk merasa berharga.

Tidak setiap waktu luang harus diisi dengan pekerjaan.

Tidak setiap weekend harus menghasilkan sesuatu.

Kadang weekend ya cuma ingin rebahan.

Minum kopi.

Nonton sesuatu.

Jalan sebentar.

Atau bahkan tidur tanpa merasa bersalah.

Dan tidak...

itu tidak membuat kita menjadi ibu yang buruk.

Justru ketika seorang ibu punya ruang untuk mengisi kembali energinya, dia bisa kembali hadir dengan kondisi yang lebih baik untuk keluarganya.

Aku juga mulai percaya bahwa menjadi working mom bukan tentang membuktikan bahwa kita mampu melakukan semuanya.

Karena faktanya...

kita memang tidak harus melakukan semuanya sendirian.

Delegasi bukan berarti gagal.

Meminta bantuan bukan berarti lemah.

Mengatakan “aku sedang capek” bukan berarti mengeluh.

Dan memilih berhenti sebentar bukan berarti menyerah.

Kita hanya sedang menjaga diri.

Karena ada keluarga yang membutuhkan kita.

Ada anak yang masih ingin bercerita.

Ada pasangan yang ingin ditemani.

Ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

Tapi di antara semua itu, ada satu orang yang sering sekali kita lupakan:

diri kita sendiri.

Working Mom Juga Punya Hak untuk Capek

Padahal diri kita juga bagian dari keluarga yang harus dijaga.

Jadi kalau hari ini kamu adalah seorang working mom dan sedang merasa lelah...

Tarik napas.

Tidak apa-apa.

Kamu tidak harus selalu kuat.

Tidak harus selalu produktif.

Tidak harus selalu tersenyum.

Boleh istirahat.

Boleh bilang tidak.

Boleh punya waktu sendiri.

Karena working mom juga punya hak untuk capek.

Dan lebih dari itu...

working mom juga punya hak untuk menikmati hidupnya sendiri, tanpa merasa bersalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisanku ini, bahagia deh rasanya kalo kamu bisa berkomentar baik tanpa ngasih link apapun dan enggak SPAM. :)