Kita Tidak Harus Disukai Semua Orang

Senin, 14 September 2026

 Ada satu fase dalam hidup ketika kita mulai lelah berusaha membuat semua orang menyukai kita.

Dulu rasanya penting sekali.

Kalau ada yang tidak suka, kita kepikiran.

Kalau ada yang salah paham, kita ingin menjelaskan.

Kalau ada yang kecewa, kita merasa bersalah.

Kita Tidak Harus Disukai Semua Orang
Read More

Ada Orang yang Memang Cukup Dikenal, Tidak Perlu Dipertahankan

Kamis, 10 September 2026

Ada orang yang datang ke hidup kita untuk tinggal.

Ada yang datang untuk mengajarkan sesuatu.

Ada yang datang untuk menemani satu fase.

Dan ada juga yang ternyata memang hanya cukup dikenal.

Tidak perlu dipertahankan.

Ada Orang yang Memang Cukup Dikenal, Tidak Perlu Dipertahankan
Read More

RABU | SATU KOTA, SATU CERITA #02: Palembang, Pempek, Sungai Musi, dan Cerita Budaya yang Nggak Pernah Kehabisan Rasa

Rabu, 09 September 2026

Kalau bicara tentang Palembang, hal pertama yang biasanya muncul di kepala adalah satu kata: pempek.

RABU | SATU KOTA, SATU CERITA #02: Palembang, Pempek, Sungai Musi, dan Cerita Budaya yang Nggak Pernah Kehabisan Rasa
Read More

Anak Tumbuh, Ibu Juga Harus Ikut Bertumbuh

Senin, 07 September 2026

Kadang kita tidak sadar bahwa anak tumbuh begitu cepat.

Tiba-tiba bajunya sudah kekecilan.

Sepatunya sudah tidak muat.

Suaranya berubah.

Cara bicaranya berubah.

Dan perlahan...

cara dia melihat dunia juga berubah.

Anak Tumbuh, Ibu Juga Harus Ikut Bertumbuh
Read More

Kenapa Working Mom Sering Merasa Harus Bisa Semuanya?

Jumat, 04 September 2026

 Ada satu penyakit tidak tertulis yang sering dialami working mom.

Namanya:

“Aku harus bisa semuanya.”

Kenapa Working Mom Sering Merasa Harus Bisa Semuanya

Harus profesional di kantor.

Harus menjadi ibu yang perhatian.

Harus menjadi pasangan yang baik.

Harus punya rumah yang rapi.

Harus bisa mengurus anak.

Harus tetap punya waktu untuk keluarga.

Harus menjaga penampilan.

Harus sehat.

Harus produktif.

Dan kalau masih punya waktu...

mungkin harus punya waktu untuk diri sendiri juga.

Masalahnya, waktu dua puluh empat jam sehari tetap saja cuma dua puluh empat jam.

Kita bisa mengatur jadwal.

Bisa membuat to-do list.

Bisa menggunakan aplikasi.

Tapi kita tidak bisa menambahkan dua puluh empat jam lagi ke dalam sehari.

Lalu kenapa working mom sering merasa harus bisa semuanya?

Kenapa Working Mom Sering Merasa Harus Bisa Semuanya

Karena kita terbiasa menjadi “yang bisa diandalkan”

Sejak menjadi ibu, banyak perempuan otomatis mengambil peran sebagai pusat koordinasi keluarga.

Anak butuh apa?

Kita tahu.

Jadwal sekolah kapan?

Kita ingat.

Ada acara keluarga?

Kita pikirkan.

Stok kebutuhan rumah habis?

Kita yang sadar duluan.

Bahkan kadang suami bertanya,

“Besok anak ada kegiatan apa?”

Dan kita bisa menjawab lengkap dengan jam, lokasi, pakaian, sampai barang yang harus dibawa.

Padahal...

kok semua informasi keluarga kayaknya tersimpan di kepala ibu?

Belum selesai urusan rumah, pekerjaan kantor juga menunggu.

Ada email.

Ada meeting.

Ada deadline.

Ada target.

Ada masalah yang harus diselesaikan.

Dan somehow kita tetap merasa harus memberikan performa terbaik di semuanya.

Kenapa Working Mom Sering Merasa Harus Bisa Semuanya

Ketika istirahat justru membuat kita merasa bersalah

Yang menarik, working mom sering kali tidak kesulitan melakukan banyak hal.

Yang sulit justru berhenti.

Saat ada waktu kosong, kita merasa harus mengisinya.

Kalau anak tidur, kita membereskan rumah.

Kalau weekend, kita mencuci.

Kalau sedang tidak ada pekerjaan kantor, kita menyelesaikan pekerjaan domestik.

Kalau akhirnya duduk dan tidak melakukan apa-apa...

mulai merasa bersalah.

“Harusnya aku melakukan sesuatu.”

Padahal tubuh sedang bilang:

“Aku cuma ingin istirahat.”

Kita perlu memahami bahwa istirahat bukan kemalasan.

Istirahat adalah kebutuhan.

Karena seorang ibu yang terus dipaksa berfungsi tanpa jeda bukan menjadi lebih hebat.

Dia hanya semakin dekat dengan titik kelelahan.

Kenapa Working Mom Sering Merasa Harus Bisa Semuanya

Tidak harus semuanya dikerjakan sendiri

Mungkin sudah waktunya working mom berhenti menganggap meminta bantuan sebagai tanda ketidakmampuan.

Rumah bukan tanggung jawab satu orang.

Mengurus anak bukan tugas satu orang.

Dan menjaga keluarga bukan berarti seorang ibu harus kehilangan dirinya sendiri.

Kalau bisa dibagi, ya dibagi.

Kalau bisa didelegasikan, ya delegasikan.

Kalau ada sesuatu yang sebenarnya tidak harus dilakukan hari ini, mungkin memang bisa ditunda.

Karena tidak semua hal harus selesai sekarang juga.

Kadang rumah sedikit berantakan tidak akan menghancurkan dunia.

Makan malam sederhana juga tetap makan malam.

Laundry menumpuk sehari bukan kiamat.

Dan anak tidak membutuhkan ibu yang sempurna.

Anak membutuhkan ibu yang hadir.

Working mom juga berhak punya hidup sendiri

Ada satu hal yang sering terlupakan.

Sebelum menjadi ibu, kita adalah seorang perempuan.

Punya kesukaan.

Punya mimpi.

Punya teman.

Punya waktu sendiri.

Punya hal-hal yang membuat kita bahagia.

Menjadi ibu tidak berarti semua itu harus hilang.

Menjadi working mom juga bukan berarti hidup kita hanya terdiri dari pekerjaan dan keluarga.

Kita boleh punya waktu untuk minum kopi sendirian.

Boleh jalan dengan teman.

Boleh membaca buku.

Boleh menonton drama sampai malam.

Boleh punya hobi.

Boleh melakukan sesuatu hanya karena kita menyukainya.

Tanpa harus mencari alasan produktif di baliknya.

Karena tidak semua yang kita lakukan harus punya manfaat untuk orang lain.

Ada hal-hal yang boleh dilakukan hanya karena kita menikmatinya.

Kenapa Working Mom Sering Merasa Harus Bisa Semuanya

Kita tidak harus menjadi perempuan yang bisa semuanya

Mungkin sudah waktunya mengganti kalimat:

“Aku harus bisa semuanya.”

Menjadi:

“Aku akan melakukan yang memang penting, dan aku akan meminta bantuan untuk sisanya.”

Karena menjadi working mom bukan perlombaan untuk membuktikan siapa yang paling kuat.

Kita tidak mendapatkan medali karena paling banyak mengorbankan diri.

Dan anak-anak kita juga tidak membutuhkan ibu yang kehabisan tenaga demi memastikan semuanya sempurna.

Mereka hanya membutuhkan ibu yang masih punya energi untuk memeluk mereka.

Untuk mendengarkan cerita mereka.

Untuk tertawa bersama.

Untuk hadir.

Jadi kalau hari ini kamu merasa tidak sanggup mengurus semuanya...

mungkin masalahnya bukan kamu kurang hebat.

Mungkin memang terlalu banyak yang selama ini kamu pikul sendirian.

Dan kamu tidak harus terus begitu.

Read More

RABU | SATU KOTA, SATU CERITA #01: Banyuwangi: Ketika Gandrung Menari dan Sepiring Sego Tempong Bercerita tentang Budaya

Rabu, 02 September 2026

Kalau ada satu hal yang saya suka dari perjalanan ke berbagai kota di Indonesia, itu adalah menemukan bahwa setiap daerah punya “cara sendiri” untuk bercerita.

Ada daerah yang bercerita melalui bangunan tua.

Ada yang melalui kain tradisional.

Ada yang melalui makanan.

Dan Banyuwangi punya cara yang sangat cantik: melalui tari, musik, tradisi, dan makanan yang penuh karakter.

Banyuwangi berada di ujung timur Pulau Jawa dan dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya yang sangat kuat.

Salah satu ikon budayanya adalah Tari Gandrung.

Dan dari sinilah cerita budaya Banyuwangi menjadi semakin menarik.

RABU  SATU KOTA, SATU CERITA Banyuwangi Ketika Gandrung Menari dan Sepiring Sego Tempong Bercerita tentang Budaya
Read More

Tentang Hal-Hal yang Dulu Kita Kejar, Tapi Sekarang Sudah Tidak Penting

Selasa, 01 September 2026

Ada banyak hal yang dulu rasanya penting sekali.

Sampai-sampai kita rela capek, kehilangan waktu tidur, menahan kecewa, bahkan membandingkan hidup sendiri dengan hidup orang lain hanya untuk mendapatkannya.

Tentang Hal-Hal yang Dulu Kita Kejar, Tapi Sekarang Sudah Tidak Penting
Read More

Drama SPMB 2026: Perjuangan Panjang Mengantar Anak ke SMA Negeri Unggulan

Jumat, 28 Agustus 2026

Ada cerita yang ternyata butuh waktu untuk dituliskan.

Bukan karena aku lupa, justru karena masih terlalu banyak rasa yang tertinggal setelah semuanya selesai.

Kurang lebih sebulan setelah anakku akhirnya diterima di SMA Negeri Unggulan di Jakarta melalui Jalur Domisili SPMB 2026, barulah aku merasa cukup tenang untuk menuliskan perjalanan ini.

Drama SPMB 2026 Perjuangan Panjang Mengantar Anak ke SMA Negeri Unggulan
Read More

Ketika Vertigo Menyerangku, Oke, Saatnya Hidup Lebih Sehat Lagi Demi Diri Sendiri, Anak dan Suami

Senin, 24 Agustus 2026

Ada kalanya tubuh memberi kita peringatan dengan cara yang tidak bisa diabaikan.

Bukan lewat reminder.

Bukan lewat notifikasi.

Bukan lewat kalender yang penuh.

Tapi lewat satu kondisi yang membuat kita akhirnya berhenti sejenak dan berpikir,

“Oke... mungkin sudah waktunya aku lebih memperhatikan diri sendiri.”

Ketika Vertigo Menyerangku, Oke, Saatnya Hidup Lebih Sehat Lagi Demi Diri Sendiri, Anak dan Suami
Read More

Aku Sudah Tidak Ingin Menjelaskan Diriku kepada Semua Orang

Rabu, 19 Agustus 2026

Dulu aku pikir, kalau ada orang yang salah memahami kita, berarti kita harus menjelaskan.

Kalau ada yang salah menilai, kita harus meluruskan.

Kalau ada yang menganggap kita begini padahal kenyataannya begitu, kita merasa perlu memberikan penjelasan panjang lebar.

Karena rasanya tidak nyaman ketika orang lain punya cerita tentang kita yang tidak sesuai kenyataan.

Apalagi kalau kita tahu bahwa cerita itu tidak benar.

Aku Sudah Tidak Ingin Menjelaskan Diriku kepada Semua Orang
Read More

Working Mom Juga Punya Hak untuk Capek

Sabtu, 15 Agustus 2026

Ada satu kalimat yang menurutku sering banget dialami working mom:

“Aku capek.”

Tapi setelah mengucapkannya, entah kenapa kita langsung merasa bersalah.

Working Mom Juga Punya Hak untuk Capek
Read More

Menjadi Ibu dari Anak Remaja: Antara Ingin Melindungi dan Harus Memberi Ruang

Selasa, 11 Agustus 2026

Ada satu fase dalam perjalanan menjadi ibu yang diam-diam cukup bikin hati campur aduk.

Ketika anak mulai besar.

Bukan lagi anak kecil yang setiap pergi harus digandeng tangannya.

Bukan lagi anak yang setiap beberapa menit bertanya, “Mama di mana?”

Sekarang dia mulai punya dunia sendiri.

Menjadi Ibu dari Anak Remaja
Read More

Ada Fase dalam Hidup Ketika Kita Cuma Ingin Hidup yang Biasa-Biasa Saja

Jumat, 07 Agustus 2026

Dulu, rasanya hidup harus selalu punya target.

Harus ada yang dikejar. Harus ada yang dicapai. Harus ada sesuatu yang bisa dibanggakan.

Ada Fase dalam Hidup Ketika Kita Cuma Ingin Hidup yang Biasa-Biasa Saja
Read More

Review Pengalaman Suntik Booster Vitamin C dan Vitamin B Kompleks di Primecare Clinic Panglima Polim, Jakarta Selatan

Senin, 03 Agustus 2026

Jujur ya...

Menjadi orang dewasa ternyata bukan soal kuat atau nggaknya kita menghadapi hidup.

Tapi soal... seberapa pintar kita merawat diri, supaya tetap bisa menjalankan semua peran yang kita punya.

Review Pengalaman Suntik Booster Vitamin C dan Vitamin B Kompleks di Primecare Clinic Panglima Polim, Jakarta Selatan
Read More

Seporsi Adab yang Sering Terlupakan: Tentang Bertanggung Jawab atas Luka yang Kita Berikan

Jumat, 31 Juli 2026

Sering kali kita fokus pada niat baik, tetapi lupa bahwa orang lain merasakan dampak dari tindakan kita. Yuk belajar tentang adab, empati, dan kedewasaan dalam menyikapi konflik melalui refleksi sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. 

Seporsi Adab yang Sering Terlupakan Tentang Bertanggung Jawab atas Luka yang Kita Berikan
Read More

Bukan Kata-Kara Kasar, Justru Pengabaian yang Paling Menyakitkan

Kamis, 30 Juli 2026

Aku pernah ada di fase ketika memilih diam, bukan karena nggak punya cerita. Justru karena terlalu sering merasa percuma bercerita. Setiap kali mencoba membuka hati, jawabannya hampir selalu sama. "Jangan lebay." "Udah, nanti juga lewat." Lama-lama aku berhenti berharap orang lain mengerti. Aku mulai meyakinkan diri kalau menyimpan semuanya sendiri mungkin memang lebih mudah. Padahal, yang sebenarnya terjadi bukan aku baik-baik saja. Aku hanya lelah merasa tidak dianggap.

Pengabaian Emosional: Luka yang Tak Terlihat, Tapi Paling Menyakitkan
Read More

Aku [PERNAH] Kehilangan Diriku Setelah Menjadi Ibu, dan Butuh Waktu untuk Menemukannya Kembali

Rabu, 29 Juli 2026

Dulu, kalau ada yang bertanya tentang diriku, aku bisa menjawab dengan mudah.

Aku suka menulis.

Aku suka menghabiskan waktu di kedai kopi sambil membawa laptop atau buku.

Aku suka berjalan tanpa tujuan, hanya untuk menikmati sore.

Aku juga suka bermimpi. Tentang banyak hal yang ingin kulakukan suatu hari nanti.

Aku [PERNAH] Kehilangan Diriku Setelah Menjadi Ibu, dan Butuh Waktu untuk Menemukannya Kembali
Read More

Kenapa Working Mom Selalu Merasa Bersalah Saat Istirahat?

Jumat, 24 Juli 2026

Hari itu akhirnya datang juga.

Sabtu.

Hari yang selama ini selalu kutunggu karena berpikir, "Akhirnya bisa istirahat."

Tapi lucunya, ketika hari itu benar-benar tiba, aku justru tidak benar-benar beristirahat.

Pagi dimulai dengan mencuci baju, menyiapkan sarapan, merapikan rumah, mengecek pekerjaan yang masih tertunda, membalas beberapa pesan WhatsApp, lalu memastikan semua kebutuhan keluarga sudah terpenuhi.

Kenapa Working Mom Selalu Merasa Bersalah Saat Istirahat
Read More

Burnout Itu Nyata. Aku Pernah Mengalaminya dan Mungkin Kamu Juga ...

Rabu, 22 Juli 2026

Burnout bukan sekadar rasa lelah biasa. Simak pengalaman aku sebagai working mom mengenali tanda-tanda burnout, penyebabnya, dan cara perlahan bangkit tanpa menyalahkan diri sendiri.

Burnout Itu Nyata. Aku Pernah Mengalaminya dan Mungkin Kamu Juga ...
Read More

Mesin Cuci Boros Listrik atau Tidak? Ini Cara Memilih Mesin Cuci Hemat Listrik Sebelum Beli

Selasa, 14 Juli 2026

Jujur ya, dulu aku termasuk orang yang kalau beli mesin cuci cuma lihat dua hal: kapasitas dan harga. Pokoknya yang penting muat banyak dan sesuai budget. Sampai akhirnya tagihan listrik di rumah mulai terasa naik, baru deh kepikiran, jangan-jangan selama ini aku salah pilih mesin cuci. Dari situ aku baru sadar kalau teknologi yang digunakan ternyata jauh lebih berpengaruh dibanding sekadar besar kecilnya kapasitas.

"Jangan beli yang murah kalau ujung-ujungnya tagihan listrik malah bikin pusing."

Mesin Cuci Boros Listrik atau Tidak Ini Cara Memilih Mesin Cuci Hemat Listrik Sebelum Beli
Read More

Working Mom Bukan Superwoman, Cuma Perempuan yang Belajar Bertahan Setiap Hari

Rabu, 08 Juli 2026

Kalau ada yang bertanya, "Capek nggak jadi working mom?"

Jawabannya? Capek.

Bahkan capeknya sering kali nggak bisa dijelaskan pakai kata-kata.

Working Mom Bukan Superwoman, Cuma Perempuan yang Belajar Bertahan Setiap Hari
Read More

Arti Nama Darell Adhibrata: Sebuah Doa yang Kami Sematkan untuk Anak Kami Semata Wayang

Rabu, 01 Juli 2026

Dulu, saat masih hamil, memilih nama ternyata jauh lebih sulit daripada memilih warna baju bayi atau motif stroller. Aku dan suami membuka entah berapa banyak daftar nama. Ada yang terdengar indah, tetapi maknanya biasa saja. Ada yang maknanya bagus, tetapi lidah kami terasa asing saat mengucapkannya. Sampai akhirnya kami menemukan dua kata yang rasanya pas. Bukan hanya enak didengar, tetapi juga menjadi doa yang ingin kami panjatkan setiap hari. Itulah awal mula nama Darell Adhibrata. 

Arti Nama Darell Adhibrata Sebuah Doa yang Kami Sematkan untuk Anak Kami Semata Wayang
Read More

Plot Twist Dunia Kerja: 3 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Senjata Makan Tuan

Senin, 29 Juni 2026

Pernah nggak sih ngerasa kantor itu bukan cuma tempat kerja, tapi juga “arena sosial” yang penuh plot twist? Kadang bukan kerjaannya yang bikin capek, tapi dinamika manusianya. Ada yang kelihatannya ramah, ternyata jadi “penyiar berita tak resmi”. Ada juga yang diem-diem, tapi tahu semua hal. Nah, tanpa sadar, ada beberapa hal yang kelihatannya sepele, tapi justru bisa membahayakan posisi kamu di kantor—baik sekarang maupun di masa depan.

Plot Twist Dunia Kerja: 3 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Senjata Makan Tuan
Read More

Let Them Theory: Ternyata Melepaskan Bukan Berarti Kalah

Kamis, 25 Juni 2026

Familiar kan dengan Let Them Theory. Sederhana banget konsepnya: biarkan mereka. Biarkan orang lain jadi dirinya, biarkan mereka memilih, bereaksi, bahkan mengecewakan kalau itu memang jalannya.

Dan lucunya, aku kayak ketampar pelan.
Karena… tanpa sadar, aku sudah menjalankan ini sejak sekitar lima tahun terakhir.

Bukan karena aku paham teorinya.
Tapi karena capek.

Iya, sesederhana itu.

Let Them Theory Ternyata Melepaskan Bukan Berarti Kalah
Read More

Pengalaman Nonton myBCA International Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2: Tiga Hari Penuh Musik, Nostalgia, dan Kenyamanan

Jumat, 12 Juni 2026

Ada satu alasan kenapa aku selalu menunggu Java Jazz setiap tahun.

Bukan hanya karena lineup musisinya yang selalu menarik, tetapi juga karena Java Jazz selalu berhasil menghadirkan pengalaman yang berbeda. Rasanya seperti pulang ke rumah yang penuh dengan lagu-lagu favorit, kenangan masa remaja, dan momen-momen kecil yang membuat hati hangat.

Pengalaman Nonton myBCA International Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2: Tiga Hari Penuh Musik, Nostalgia, dan Kenyamanan

Tahun ini, myBCA International Java Jazz Festival 2026 menjadi semakin spesial karena hadir di venue baru, NICE (Nusantara International Convention Exhibition) PIK 2. Jujur saja, sebelum datang aku sempat bertanya-tanya, apakah pengalaman menonton di venue baru ini akan senyaman venue sebelumnya?

Setelah menikmati festival selama tiga hari penuh, jawabannya adalah: bahkan lebih nyaman dari yang aku bayangkan.

Pengalaman Nonton myBCA International Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2: Tiga Hari Penuh Musik, Nostalgia, dan Kenyamanan

Pengalaman Nonton Java Jazz 2026 dengan Lineup yang Bikin Susah Move On

Hari pertama langsung dibuka dengan berbagai penampilan yang sukses membuatku berpindah-pindah hall.

Salah satu penampilan yang paling berkesan tentu saja Trio Lestari. Rasanya sulit untuk tidak ikut bernyanyi ketika Tompi, dan Sandhy Sondoro menghadirkan suasana yang begitu hangat dan akrab. Penonton dari berbagai usia terlihat menikmati setiap lagu yang dibawakan. Bahkan ada lagu yang mengkritik program pemerintah dan dibawakan dengan merdu khas Trio Lestari (minus Glenn Fredly yang sudah berpulang di April 2020).

Sebagai generasi yang tumbuh dengan lagu-lagu karya Yovie Widianto, rasanya seperti diajak kembali ke masa SMP dan SMA. Hampir setiap lagu yang dimainkan membuat seluruh hall ikut bernyanyi bersama. Ada banyak senyum, tawa, bahkan beberapa mata yang terlihat berkaca-kaca saking excitednya karena lagu-lagu tersebut menyimpan begitu banyak kenangan terutama masa-masa PENSI di sekolah.

Di hari pertama ini, aku juga menikmati penampilan Timur bersama Teddy Adhitya, Farell Hilal, Audrey, dan Marcello Tahitoe. Perpaduan karakter vokal mereka menciptakan pengalaman musikal yang menarik dan membuatku betah berlama-lama di hall. Please trust me, meskipun aku generasi millenial pinggiran tapi playlist aku tuh kebanyakan lagu-lagu Gen Z dan masa-masa SMP, SMA, dan Kuliah.

Pengalaman Nonton myBCA International Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2: Tiga Hari Penuh Musik, Nostalgia, dan Kenyamanan

Momen emosional lainnya adalah The Groove: Tribute untuk Yovi dan Rumah untuk Tiara.

Memasuki hari kedua, suasana berubah menjadi lebih manis dan nostalgik. Andien tampil memukau dengan energi yang selalu khas. Penampilannya terasa elegan, hangat, dan membuat penonton larut dalam setiap lagu. Setelah itu, Mocca sukses membawa suasana menjadi lebih ceria. Mendengar lagu-lagu Mocca secara langsung seperti membuka album kenangan lama yang selama ini tersimpan rapi di kepala.

Hari ketiga menjadi penutup yang sempurna.

Slank berhasil mengubah suasana menjadi sangat meriah. Penonton yang hadir bernyanyi bersama tanpa henti. Setelah itu, Yura Yunita kembali membuktikan mengapa dirinya menjadi salah satu penyanyi perempuan terbaik Indonesia saat ini. Vokal yang kuat, penampilan yang penuh energi, dan interaksi yang hangat dengan penonton membuat penampilannya menjadi salah satu highlight festival.

Tidak ketinggalan Yuni Shara yang tampil anggun dan memukau, serta Maliq & D'Essentials yang menjadi salah satu penampilan paling ditunggu. Saat lagu-lagu Maliq dimainkan, seluruh area konser berubah menjadi lautan sing along. Rasanya seperti reuni besar bersama ribuan orang yang memiliki soundtrack kehidupan yang sama.

Pengalaman Nonton myBCA International Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2: Tiga Hari Penuh Musik, Nostalgia, dan Kenyamanan

Venue Baru yang Nyaman dan Fasilitas yang Lengkap

Salah satu hal yang paling membuatku terkesan dari Java Jazz 2026 adalah kenyamanan venue di NICE PIK 2.

Buat yang sempat khawatir soal akses menuju venue, menurutku penyelenggara sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat baik. Aku sendiri memilih menggunakan shuttle bus resmi Java Jazz yang bisa dipesan melalui website Java Jazz Festival.

Saat berangkat aku naik dari fX Sudirman, sedangkan ketika pulang memilih titik tujuan Sarinah. Shuttle yang bekerja sama dengan BigBird ini benar-benar nyaman. Bus bersih, AC dingin, kursi empuk, dan perjalanan terasa jauh lebih santai karena tidak perlu memikirkan parkir atau kemacetan.

Sesampainya di venue, kesan pertama yang langsung terasa adalah luas dan terorganisir.

Area hall dibuat nyaman dengan pendingin ruangan yang sangat baik. Bahkan setelah berpindah-pindah hall selama berjam-jam, aku tetap merasa nyaman. Toilet juga tersedia dalam jumlah banyak dan kondisinya bersih sepanjang festival berlangsung.

Yang menarik, myBCA International Java Jazz Festival 2026 menghadirkan kombinasi area indoor dan outdoor yang membuat pengalaman festival menjadi lebih dinamis. Ketika ingin beristirahat sejenak dari konser, aku bisa berjalan-jalan menikmati berbagai aktivitas menarik yang disediakan para sponsor.

Pengalaman Nonton myBCA International Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2: Tiga Hari Penuh Musik, Nostalgia, dan Kenyamanan

Booth Mild Spot, Erafone, myBCA, Telkomsel, Blue Bird, Teh Botol Sosro, BYD, TUKU, hingga Garuda Lounge menjadi beberapa area yang ramai dikunjungi pengunjung. Selain aktivitas interaktif yang seru, banyak juga hadiah dan gimmick menarik yang bisa didapatkan.

Soal makanan, aku cukup sering mampir ke area Teh Botol Sosro yang menurutku menjadi salah satu spot favorit pengunjung. Pilihan makanannya lengkap, banyak promo menarik, dan pembayaran menggunakan myBCA membuat transaksi menjadi lebih praktis. Aku bahkan beberapa kali membeli Teh Botol dan senang mengetahui bahwa mereka menyediakan refill es batu gratis. Bagi pengunjung yang membawa tumbler, tersedia juga refill sesuai ukuran tumbler yang dibawa.

Sementara itu, di dalam Telkomsel Hall tersedia gerai Tuku yang menjadi penyelamat saat energi mulai menurun dan butuh tambahan kopi untuk melanjutkan petualangan musik.

Fasilitas lain yang patut diapresiasi adalah mushola yang ukurannya bahkan lebih mirip masjid mini. Area ibadah ini luas, bersih, full AC, dan nyaman digunakan untuk beristirahat sejenak sebelum kembali menikmati pertunjukan.

Pengalaman Nonton myBCA International Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2: Tiga Hari Penuh Musik, Nostalgia, dan Kenyamanan

Sistem Keamanan yang Tertib dan Petugas yang Informatif

Hal lain yang menurutku patut diapresiasi adalah sistem keamanan dan pengelolaan pengunjung yang sangat baik.

Sebelum masuk area festival, pemeriksaan tiket dilakukan dengan cukup ketat. Pengunjung diwajibkan membawa identitas diri seperti KTP dan seluruh barang bawaan dalam tas juga diperiksa oleh petugas keamanan.

Bahkan ketika ingin keluar sementara dari area venue, tiket tetap harus diperlihatkan dan dipindai kembali. Hal yang sama juga berlaku saat masuk kembali maupun ketika meninggalkan area festival.

Meski prosesnya cukup detail, semuanya berjalan cepat dan tertib sehingga tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.

Aku juga beberapa kali bertanya kepada petugas mengenai lokasi hall konser, toilet, mushola, hingga area shuttle. Menyenangkan sekali karena hampir semua petugas yang kutemui memberikan informasi dengan ramah dan jelas. Hal kecil seperti ini sering kali menentukan pengalaman pengunjung secara keseluruhan.

Pengalaman Nonton myBCA International Java Jazz Festival 2026 di NICE PIK 2: Tiga Hari Penuh Musik, Nostalgia, dan Kenyamanan

myBCA International Java Jazz Festival 2026 dan Obat Rindu yang Bernama Musik

Kalau ditanya apa yang paling berkesan dari myBCA International Java Jazz Festival 2026, jawabanku sederhana: nostalgia.

Selama tiga hari berada di sana, aku seperti diajak kembali ke masa-masa SMP dan SMA. Banyak lagu yang dibawakan para musisi mengingatkanku pada berbagai fase kehidupan. Lagu-lagu yang dulu sering diputar di radio, yang menemani belajar, perjalanan sekolah, sampai lagu-lagu yang masih rutin masuk playlist Spotify-ku sampai hari ini.

Yang paling menyenangkan adalah momen ketika ribuan orang menyanyikan lagu yang sama secara bersamaan. Tidak saling mengenal, tetapi memiliki kenangan yang serupa.

Dan mungkin itulah alasan kenapa aku selalu kembali ke Java Jazz.

Karena lebih dari sekadar festival musik, Java Jazz adalah tempat untuk merayakan kenangan, menemukan lagu-lagu baru, dan sesekali mengobati rindu pada versi diri kita di masa lalu.

Sampai bertemu lagi di Java Jazz berikutnya, dengan lagu-lagu baru dan kenangan baru yang siap diciptakan.


Read More

Rayap Punya “Bahasa Rahasia” yang Membuat Kerusakan Rumah Bisa Menyebar

Kamis, 11 Juni 2026

Rayap sering dianggap hanya sebagai serangga kecil pemakan kayu. Padahal, di balik ukurannya yang kecil, rayap memiliki sistem komunikasi yang sangat teratur. Mereka tidak bergerak secara acak. Dalam satu koloni, rayap bisa saling memberi tanda, mengikuti jalur, mencari makanan, dan melindungi sarang dengan cara yang sangat terorganisir.

Inilah salah satu alasan kenapa serangan rayap bisa menyebar dari satu titik ke titik lain tanpa disadari. Saat rayap menemukan sumber makanan seperti kayu, kardus, kertas, atau furniture, mereka bisa memberi “sinyal” kepada koloni lainnya untuk mengikuti jalur tersebut.

Rayap Punya “Bahasa Rahasia” yang Membuat Kerusakan Rumah Bisa Menyebar
Read More

Review The Full Yolk All Day Cafe Blok M: Nongkrong Cozy dengan View MRT, Kopi Enak, dan Sourdough yang Bikin Balik Lagi

Selasa, 09 Juni 2026

Ada satu hal yang selalu bikin aku senang saat menemukan coffee shop baru di Jakarta: ketika tempatnya bukan cuma estetik untuk foto-foto, tapi juga nyaman untuk duduk berjam-jam. Entah untuk kerja, meeting santai, atau sekadar ngobrol panjang bersama teman dan keluarga.

Dan jujur saja, itulah kesan pertama yang aku rasakan saat berkunjung ke The Full Yolk – All Day Cafe yang berlokasi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Review The Full Yolk All Day Cafe Blok M Nongkrong Cozy dengan View MRT, Kopi Enak, dan Sourdough yang Bikin Balik Lagi
Read More