Tampilkan postingan dengan label Mental Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mental Health. Tampilkan semua postingan

Kenapa Working Mom Selalu Merasa Bersalah Saat Istirahat?

Jumat, 24 Juli 2026

Hari itu akhirnya datang juga.

Sabtu.

Hari yang selama ini selalu kutunggu karena berpikir, "Akhirnya bisa istirahat."

Tapi lucunya, ketika hari itu benar-benar tiba, aku justru tidak benar-benar beristirahat.

Pagi dimulai dengan mencuci baju, menyiapkan sarapan, merapikan rumah, mengecek pekerjaan yang masih tertunda, membalas beberapa pesan WhatsApp, lalu memastikan semua kebutuhan keluarga sudah terpenuhi.

Kenapa Working Mom Selalu Merasa Bersalah Saat Istirahat
Read More

Burnout Itu Nyata. Aku Pernah Mengalaminya dan Mungkin Kamu Juga ...

Rabu, 22 Juli 2026

Burnout bukan sekadar rasa lelah biasa. Simak pengalaman aku sebagai working mom mengenali tanda-tanda burnout, penyebabnya, dan cara perlahan bangkit tanpa menyalahkan diri sendiri.

Burnout Itu Nyata. Aku Pernah Mengalaminya dan Mungkin Kamu Juga ...
Read More

Working Mom Bukan Superwoman, Cuma Perempuan yang Belajar Bertahan Setiap Hari

Rabu, 08 Juli 2026

Kalau ada yang bertanya, "Capek nggak jadi working mom?"

Jawabannya? Capek.

Bahkan capeknya sering kali nggak bisa dijelaskan pakai kata-kata.

Working Mom Bukan Superwoman, Cuma Perempuan yang Belajar Bertahan Setiap Hari
Read More

Plot Twist Dunia Kerja: 3 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Senjata Makan Tuan

Senin, 29 Juni 2026

Pernah nggak sih ngerasa kantor itu bukan cuma tempat kerja, tapi juga “arena sosial” yang penuh plot twist? Kadang bukan kerjaannya yang bikin capek, tapi dinamika manusianya. Ada yang kelihatannya ramah, ternyata jadi “penyiar berita tak resmi”. Ada juga yang diem-diem, tapi tahu semua hal. Nah, tanpa sadar, ada beberapa hal yang kelihatannya sepele, tapi justru bisa membahayakan posisi kamu di kantor—baik sekarang maupun di masa depan.

Plot Twist Dunia Kerja: 3 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Senjata Makan Tuan
Read More

Let Them Theory: Ternyata Melepaskan Bukan Berarti Kalah

Kamis, 25 Juni 2026

Familiar kan dengan Let Them Theory. Sederhana banget konsepnya: biarkan mereka. Biarkan orang lain jadi dirinya, biarkan mereka memilih, bereaksi, bahkan mengecewakan kalau itu memang jalannya.

Dan lucunya, aku kayak ketampar pelan.
Karena… tanpa sadar, aku sudah menjalankan ini sejak sekitar lima tahun terakhir.

Bukan karena aku paham teorinya.
Tapi karena capek.

Iya, sesederhana itu.

Let Them Theory Ternyata Melepaskan Bukan Berarti Kalah
Read More

Ke Java Jazz Tanpa Ribet: Nyaman, Praktis, dan Tetap Stylish di myBCA International Java Jazz Festival 2026

Kamis, 21 Mei 2026

Ada satu hal yang selalu bikin aku jatuh cinta sama festival musik: perasaan pulang.

Pulang ke lagu-lagu yang pernah nemenin perjalanan hidup. Pulang ke suara saxophone yang hangat, dentuman bass yang bikin hati tenang, sampai lirik-lirik soul dan R&B yang rasanya kayak ngobrol langsung sama perasaan sendiri.

Dan buat aku pribadi, Java Jazz selalu punya tempat spesial.

Ke Java Jazz Tanpa Ribet: Nyaman, Praktis, dan Tetap Stylish di myBCA International Java Jazz Festival 2026
Read More

Kata Orang, Takdir Itu Ditentukan dari Tanggal Lahir. Setelah Baca SaJu-ku, Aku Mulai Paham Kenapa Hidupku Begini

Selasa, 19 Mei 2026

Pernah gak sih kalian merasa hidup tuh kayak… capek aja dari kecil?

Bukan karena hidup selalu buruk. Tapi rasanya dari dulu selalu ada aja yang dipikirin. Selalu ada tanggung jawab. Selalu ada hal yang bikin kita harus kuat, bahkan sebelum benar-benar siap jadi orang kuat.

Kata Orang, Takdir Itu Ditentukan dari Tanggal Lahir. Setelah Baca SaJu-ku, Aku Mulai Paham Kenapa Hidupku Begini
Read More

Seni Melepaskan yang Mengikat: Belajar Memaafkan di Kala Terluka (Kisah dari Balik Meja Terapi)

Senin, 04 Mei 2026

Pernahkah kamu merasa seolah-olah sedang memikul ransel yang sangat berat, tapi anehnya, kamu tidak tahu apa isi di dalamnya? Ransel itu tidak pernah lepas, bahkan saat kamu mencoba tidur di malam hari. Rasanya sesak, melelahkan, dan perlahan-lahan mengikis energimu sampai habis. Di tengah pencarian jawaban atas beban itu, aku menemukan sebuah titik terang melalui Dandiah Care, sebuah pusat konseling dan edukasi keluarga yang diinisiasi oleh pasangan inspiratif Dandi Birdy, S.Psi. dan Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog. Melalui wadah hangat yang mereka bangun, aku merasa menemukan tempat untuk kembali "pulang" dan memproses luka-luka yang selama ini tersembunyi.

Sebab jujur saja, kondisiku memang sedang tidak baik-baik saja. Belum lama ini, setelah melalui rangkaian sesi yang panjang dan melelahkan, seorang psikolog menatapku dengan empati dan membacakan hasil diagnosanya: Functional Depressive Disorder, Panic Syndrome, Anxiety, dan PTSD.

Seni Melepaskan yang Mengikat Belajar Memaafkan di Kala Terluka (Kisah dari Balik Meja Terapi)
Read More

POV: Niat Hidup Sehat Tapi Masih Butuh Kopi — Cerita Dibalik Tumbler Kesayangan (Yang Lain Cuma Pajangan 😭)

Rabu, 15 April 2026

Kalau kamu lagi baca ini sambil ngopi, kita satu frekuensi.

Aku tuh tipe orang yang tiap beberapa waktu sekali bilang ke diri sendiri: “Mulai besok harus hidup lebih sehat.” Minum air putih cukup, kurangin gula, tidur lebih teratur… ya walaupun realitanya gak selalu sesuai rencana 😄

POV Niat Hidup Sehat Tapi Masih Butuh Kopi — Cerita Dibalik Tumbler Kesayangan (Yang Lain Cuma Pajangan 😭)
Read More

Menyambut Masa Depan: 3 Future Sector yang Relevan untuk Perempuan, Ibu, dan Dunia Kerja yang Terus Bergerak

Rabu, 01 April 2026

Kadang aku suka mikir, dunia tuh jalannya cepat banget ya. Rasanya baru kemarin kita adaptasi dengan dunia digital, eh sekarang sudah mulai ngomongin masa depan: pekerjaan apa yang masih relevan? skill apa yang masih “kepake”? dan kita harus ke arah mana?

Sebagai perempuan, ibu, sekaligus pekerja yang juga berkecimpung di dunia komunitas dan penulisan, pertanyaan itu bukan cuma lewat di kepala—tapi juga terasa cukup dekat.

Menyambut Masa Depan 3 Future Sector yang Relevan untuk Perempuan, Ibu, dan Dunia Kerja yang Terus Bergerak

Pelan-pelan aku mulai menemukan satu benang merah. Bahwa ke depan, ada tiga sektor yang akan terus tumbuh dan membuka banyak peluang. Bukan cuma untuk profesional di bidang tertentu, tapi juga untuk kita yang punya pengalaman hidup, empati, dan kemampuan bercerita.

1. Digital Economy: Ketika Dunia Berpindah ke Layar, Tapi Tetap Butuh Cerita

Digital economy bukan hal baru. Tapi yang sering kita lupa, ini bukan cuma soal teknologi—tapi tentang bagaimana manusia tetap terhubung lewat teknologi.

Hari ini, hampir semua aktivitas berpindah ke digital. Mulai dari belanja, belajar, sampai membangun komunitas. Bahkan peran seperti Community Manager atau KOL Admin yang dulu mungkin belum terlalu dikenal, sekarang justru jadi salah satu kunci dalam strategi brand.

Aku sendiri ngerasa, pengalaman menulis blog, bikin caption, sampai mengelola komunikasi di komunitas ternyata punya tempat di sini. Karena di balik angka engagement dan algoritma, tetap ada satu hal yang nggak berubah: manusia butuh merasa dipahami.

Dan di situlah storytelling jadi penting.

Menyambut Masa Depan 3 Future Sector yang Relevan untuk Perempuan, Ibu, dan Dunia Kerja yang Terus Bergerak

2. Green Economy: Bukan Sekadar Tren, Tapi Tanggung Jawab Bersama

Isu lingkungan sekarang bukan lagi sesuatu yang “jauh”. Kita lihat sendiri bagaimana perubahan kecil di sekitar kita bisa berdampak besar.

Green economy hadir sebagai jawaban—bagaimana kita tetap bertumbuh secara ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan.

Menariknya, sektor ini nggak selalu soal hal besar seperti energi terbarukan. Tapi juga tentang hal-hal sederhana:

mengurangi sampah, memilih produk yang lebih ramah lingkungan, atau bahkan ikut terlibat dalam kegiatan sosial dan program berbasis keberlanjutan.

Dalam beberapa pengalaman yang aku jalani, terutama saat terlibat dalam kegiatan komunitas dan program sosial, aku mulai sadar bahwa peran komunikasi di sini juga penting. Bagaimana menyampaikan pesan lingkungan dengan cara yang lebih dekat, lebih membumi, dan lebih bisa diterima.

Karena perubahan besar sering dimulai dari cerita-cerita kecil yang konsisten disampaikan.

Menyambut Masa Depan 3 Future Sector yang Relevan untuk Perempuan, Ibu, dan Dunia Kerja yang Terus Bergerak

3. Wellness Economy: Ketika Sehat Itu Bukan Sekadar Fisik

Kalau dulu sukses sering diukur dari seberapa sibuk kita, sekarang mulai bergeser. Banyak orang mulai sadar bahwa kesehatan mental, keseimbangan hidup, dan kebahagiaan juga sama pentingnya.

Inilah yang disebut wellness economy.

Buat aku pribadi, sebagai ibu yang menjalani banyak peran dalam satu waktu, topik ini terasa sangat dekat. Kadang bukan soal kita bisa atau tidak melakukan semuanya, tapi bagaimana kita tetap “waras” menjalaninya.

Menariknya, kebutuhan akan wellness ini juga membuka banyak peluang. Mulai dari konten tentang kehidupan sehari-hari, parenting, self-care, sampai komunitas yang saling menguatkan.

Dan lagi-lagi, aku melihat satu benang merah yang sama: cerita.

Cerita yang jujur, yang relate, yang mungkin sederhana—tapi bisa bikin orang lain merasa “aku nggak sendiri”.

Menyambut Masa Depan 3 Future Sector yang Relevan untuk Perempuan, Ibu, dan Dunia Kerja yang Terus Bergerak

Menemukan Peran Kita di Tengah Perubahan

Dari tiga sektor ini—digital, green, dan wellness—aku belajar satu hal penting.

Bahwa masa depan bukan cuma milik mereka yang punya skill teknis tinggi, tapi juga untuk mereka yang:

  • bisa beradaptasi
  • punya empati
  • dan mampu menyampaikan pesan dengan cara yang bermakna
Dalam melihat perkembangan berbagai future sector ini, aku juga sering menemukan banyak insight dari para blogger baik blogger Jakarta, blogger Surabaya, blogger Bandung dan blogger di kota lainnya di Indonesia yang membagikan perspektif dan pengalaman mereka, terutama yang juga menjalani peran sebagai working mom. Dari sana aku belajar bahwa masa depan bukan sekadar tren yang lewat begitu saja, tapi peluang nyata yang bisa mulai kita siapkan dari sekarang. Di tengah kesibukan kerja, mengurus keluarga, dan tetap mencoba berkembang, aku percaya bahwa masa depan bukan sesuatu yang harus ditunggu—melainkan dipersiapkan. Entah itu lewat literasi digital, mulai investasi kecil-kecilan, atau membangun personal branding lewat blog yang aku jalani hari ini.

Menyambut Masa Depan 3 Future Sector yang Relevan untuk Perempuan, Ibu, dan Dunia Kerja yang Terus Bergerak

Sebagai ibu, pekerja, dan juga penulis, aku mungkin nggak selalu berada di garis depan teknologi. Tapi aku percaya, selalu ada ruang untuk berkontribusi.

Lewat tulisan.
Lewat komunitas.
Lewat hal-hal kecil yang kita lakukan dengan konsisten.

Karena pada akhirnya, masa depan bukan cuma tentang perubahan besar. Tapi tentang bagaimana kita tetap relevan dengan cara kita sendiri.


Read More

Dulu Ramai, Sekarang Damai: Tentang Circle Pertemanan yang Berkurang di Usia 40-an dan Belajar Lebih Selektif

Senin, 23 Maret 2026

Dulu, rasanya hidup ramai sekali.

Kalender penuh. Chat grup aktif. Weekend selalu ada agenda—nongkrong, makan siang bareng, ngopi cantik, atau sekadar kumpul tanpa tujuan yang jelas. Rasanya menyenangkan punya banyak teman. Ada rasa “hidup banget” ketika notifikasi tak pernah sepi.

Tapi sekarang, di usia 40-an, aku mulai menyadari sesuatu.

Circle pertemanan itu bukan semakin luas. Justru semakin menyempit.

Dan anehnya… aku baik-baik saja.

Dulu Ramai, Sekarang Damai
Read More

Era Blogging 2016: Ketika Blog, Komunitas, dan Mimpi Bertemu di Waktu yang Tepat

Senin, 09 Maret 2026

Refleksi personal tentang era blogging tahun 2016, ketika blog menjadi side hustle yang membuka peluang networking, monetisasi, dan perjalanan menjadi content creator profesional.

Ada satu masa yang selalu terasa hangat setiap kali diingat: tahun 2016. Tahun ketika blogging bukan sekadar hobi pengisi waktu luang, tapi mulai berubah menjadi sesuatu yang serius. Sesuatu yang pelan-pelan punya arah. Punya potensi. Bahkan, punya nilai.

Era Blogging 2016 Ketika Blog, Komunitas, dan Mimpi Bertemu di Waktu yang Tepat
Read More

Perempuan, Overthinking, dan Cara Kita Tetap Waras di Dunia yang Makin Riuh

Minggu, 08 Maret 2026

Malam ini aku kepikiran satu hal: jadi perempuan di zaman sekarang itu rasanya seperti punya banyak “tab” yang selalu terbuka di kepala.

Perempuan, Overthinking, dan Cara Kita Tetap Waras di Dunia yang Makin Riuh
Read More

Langit yang Nggak Selalu Ramah: Belajar Berbaik Sangka Tanpa Kehilangan Diri

Jumat, 06 Maret 2026

Ada masa dalam hidup ketika kita percaya bahwa menjadi orang baik saja sudah cukup.

Cukup untuk membuat orang lain menghargai kita.
Cukup untuk membuat hubungan terasa tulus.
Cukup untuk membuat dunia memperlakukan kita dengan cara yang sama baiknya.

Langit yang Nggak Selalu Ramah Belajar Berbaik Sangka Tanpa Kehilangan Diri
Read More

Channel YouTube Favoritku: Dari Teori Konspirasi, Pemahaman Islam, sampai Podcast yang Menyelamatkan Hari yang Melelahkan

Senin, 23 Februari 2026

Ada satu kebiasaan kecil yang tanpa sadar menjadi bagian dari rutinitasku beberapa tahun terakhir: membuka YouTube, lalu mencari sesuatu untuk ditonton—bukan sekadar hiburan, tapi sesuatu yang bisa membuatku berpikir, merasa tenang, atau bahkan melihat hidup dari sudut pandang yang berbeda.

Channel YouTube Favoritku Dari Teori Konspirasi, Pemahaman Islam, sampai Podcast yang Menyelamatkan Hari yang Melelahkan
Read More

Ngerasa Beda Itu Capek, Tapi Ternyata Tenang Itu Tujuan

Jumat, 20 Februari 2026

Pernah nggak sih merasa bisa berbaur di mana saja, ngobrol nyambung, tertawa bareng, tapi di dalam hati tetap ada jarak yang sulit dijelaskan? Secara luar terlihat baik-baik saja, bahkan sering dianggap ramah dan mudah bergaul. Tapi di dalam, rasanya seperti selalu memikirkan sesuatu lebih dalam dari kebanyakan orang. Lama-lama capek juga harus terus menyesuaikan diri, seolah dunia berjalan dengan ritme yang tidak selalu sama dengan kita. Sampai akhirnya sadar, mungkin tujuannya bukan untuk menjadi sama, tapi menemukan cara hidup yang lebih tenang tanpa kehilangan diri sendiri.

Ngerasa Beda Itu Capek, Tapi Ternyata Tenang Itu Tujuan
Read More

Program Pengembangan Karyawan: Beban atau Peluang? Cara Aman Menghadapinya di Dunia Korporat

Kamis, 19 Februari 2026

Kalau kamu bekerja di perusahaan yang sudah punya sistem pengembangan karyawan, kemungkinan besar kamu pernah diminta membuat rencana pengembangan diri. Biasanya isinya tentang kompetensi yang ingin ditingkatkan, pelatihan yang akan diikuti, sampai target pengembangan dalam satu periode tertentu.

Program Pengembangan Karyawan Beban atau Peluang Cara Aman Menghadapinya di Dunia Korporat
Read More

2025, Tahun Aku Belajar Menulis dengan Lebih Jujur

Rabu, 18 Februari 2026

Tanggal 13 Februari tahun ini terasa berbeda. Bukan karena ada perayaan besar atau sesuatu yang luar biasa, tapi karena aku sadar satu hal: sepanjang 2025, aku tidak hanya menulis blog. Aku sedang belajar mengenali diri sendiri, pelan-pelan, lewat tulisan.

2025, Tahun Aku Belajar Menulis dengan Lebih Jujur
Read More

Pelan-Pelan Aku Belajar Tidak Selalu Kuat

Minggu, 15 Februari 2026

Kadang hidup sebenarnya tidak sedang buruk, tapi rasanya tetap melelahkan.

Pelan-Pelan Aku Belajar Tidak Selalu Kuat
Read More

Main Character Energy: Cara Aku Reconnect Sama Diri Sendiri Biar Nggak Sekadar Jalanin Hidup

Senin, 09 Februari 2026

Ada fase dalam hidup ketika semuanya terasa berjalan cepat, tapi anehnya kita justru merasa kosong. Rutinitas tetap ada, pekerjaan selesai, tanggung jawab terpenuhi, tapi ada bagian kecil dalam diri yang seperti tertinggal. Dari situlah aku mulai sadar, mungkin yang aku butuhkan bukan liburan jauh atau perubahan besar, melainkan kembali terkoneksi dengan diri sendiri.

Main Character Energy Cara Aku Reconnect Sama Diri Sendiri Biar Nggak Sekadar Jalanin Hidup
Read More