Kenapa Usia 40 Adalah Bab Baru, Bukan Ending
Rabu, 03 September 2025
Ada satu kalimat yang sering kudengar sejak lama: “Hidup itu dimulai di usia 40.” Awalnya, aku hanya tersenyum kecil setiap kali mendengarnya. Buatku yang waktu itu masih berusia 20-an, angka 40 terasa jauh sekali. Aku membayangkan usia itu sebagai masa di mana seseorang sudah mapan, tenang, dan tidak lagi punya banyak kejutan.
Hidup di Usia 40: Antara Takut Tua dan Syukur yang Diam-Diam Tumbuh
Senin, 01 September 2025
Ada sesuatu yang berubah di pagi ulang tahunku yang ke-40. Bukan hanya angka di kalender atau ucapan selamat dari teman-teman yang muncul di WhatsApp. Ada perasaan campur aduk yang sulit dijelaskan: setengah takut, setengah syukur.
Kadang, Kalau Lagi di Bawah, Gak Harus Naik. Duduk Dulu. Karena Mungkin Tuhan Gak Salah, Aku Aja yang Belum Selesai Memahami.
Senin, 04 Agustus 2025
Ada masa di hidupku yang rasanya kayak lagi tenggelam tapi gak bisa berenang. Tenggorokan sesak, hati remuk, tapi senyum harus tetap dipasang karena hidup nggak bisa di-pause. Pernah gak, ngerasa kayak gitu? Ketika roda kehidupan bener-bener lagi ada di bawah, semua serba salah, semua kayak menjauh, dan doa-doa kita kayak mental ke langit-langit kamar.
Kamu Gak Harus Ramai untuk Bersinar
Jumat, 01 Agustus 2025
Ada masanya aku ingin jadi orang yang disukai semua orang. Serius. Dulu, rasanya tiap kali aku bikin keputusan, pasti diiringi dengan, “Eh, menurut kamu gimana ya?” atau, “Kalau aku ngelakuin ini, kira-kira orang-orang bakal mikir aku lebay gak ya?” Sampai akhirnya aku sadar: kalau terus-terusan mengandalkan validasi dari luar, kapan aku bisa percaya sepenuhnya sama suara dari dalam? Well di tulisan kali ini, lagi-lagi aku mau cerita pengalamanku berpendirian teguh di tengah ricuhnya suara di sekitar. Shall we start now ...
Self Love Gak Harus Healing, Kadang Cukup Roti, Kopi, dan Drakor
Selasa, 29 Juli 2025
Ada masanya aku merasa terlalu sibuk mencintai orang lain sampai lupa bagaimana caranya mencintai diri sendiri. Merawat pekerjaan, keluarga, dan ekspektasi sosial yang terus menuntut, sampai akhirnya sadar: kita butuh jeda. Kita butuh mencintai diri sendiri, bukan lewat perawatan mahal, bukan juga lewat validasi dunia luar. Tapi lewat prioritas yang kita tentukan sendiri.
Ternyata Jadi Dewasa Itu Gak Harus Tahu Segalanya
Kamis, 24 Juli 2025
Aku pikir, semakin dewasa, kita harus makin tahu banyak hal. Harus bisa jawab semua pertanyaan. Harus paham semua topik. Harus terlihat pintar. Harus always on.
Tapi ternyata... lelah juga ya. Lelah jadi orang yang seolah-olah tahu segalanya, hanya karena takut dianggap kurang, takut dikira bodoh, takut dinilai gak kompeten. Well beb, di tulisan kali ini aku menyadari bahwa menjadi dewasa gak mesti tau semuanya and it's normal. So, shall we start now ...
Jangan Kecil Hati! Setiap Orang Punya Hebatnya Sendiri
Rabu, 23 Juli 2025
Pernah nggak sih kamu ngerasa kecil hati waktu kumpul sama orang-orang yang kelihatannya hidupnya jauh lebih 'wah'? Mereka yang pendidikannya tinggi, punya rumah besar, kerjaan mapan, atau sering pamer pencapaian di media sosial. Sementara kita? Rasanya kayak nggak ada apa-apanya dibanding mereka. Aku pun pernah, bahkan sering. Yes beb, di tulisan kali ini aku kembali dengan curhatan seorang Aie yang banyak mindernya tapi berhasil menerima diri sendiri tanpa tapi. So, shall we start now ...
Aku Belajar Ngejaga Energi, Bukan Cuma Ngejar Validasi
Kamis, 10 Juli 2025
Pernah gak sih ngerasa kayak... kok hidup capek banget ya? Padahal kalau dihitung, kerjaan gak nambah, tanggung jawab gak jauh beda. Tapi kenapa hati dan pikiran rasanya penuh? Aku pernah ngerasa gitu — sampai akhirnya aku sadar: mungkin bukan kerjaanku yang berat, tapi energi yang terus kebuang buat ngejar validasi orang lain. Hari ini aku belajar: jaga energi lebih penting daripada ngejar validasi. So, shall we start now ...
Gak Harus Diterima Semua Orang, yang Penting Aku Ngerasa Aman Jadi Diri Sendiri
Senin, 07 Juli 2025
Dulu, aku pikir hidup itu soal gimana caranya bisa diterima semua orang. Biar gak dijauhin, biar gak dikata-katain, biar keliatan “baik-baik aja”. Tapi makin ke sini, aku sadar… capek, ya.
Ternyata, rasanya kayak terus-menerus pakai topeng, sampai lupa rasanya jadi diri sendiri.
Hari ini aku belajar: aku gak harus diterima semua orang, yang penting aku aman sama diri sendiri. Yuk lanjut baca curhatan aku ...
Cara Tetap Waras Hadapi Orang Bermuka Dua di Kantor (Tanpa Bikin Drama)
Kamis, 03 Juli 2025
Kalau ada lomba kesabaran di kantor, aku yakin sebagian dari kita pasti bisa jadi juara. Apalagi kalau udah ngomongin soal colleague yang hobi banget pasang muka beda di tiap kesempatan. Depan atasan iya iya aja, giliran balik badan langsung jadi orang lain. Atau depan kita manis banget, eh di belakang? Jadi ghost storyteller, sibuk cerita versi dia yang bikin kita geleng-geleng kepala.
Aku Gak Baik-Baik Aja, Tapi Gak Nyalahin Diri Lagi — Luka Ini Gak Hilang, Tapi Bisa Aku Ajak Jalan Bareng
Rabu, 02 Juli 2025
Ada luka yang bisa sembuh dengan cepat.
Gak Harus Cepat, yang Penting Nggak Berhenti: Cerita tentang progress kecil yang Aie peluk pelan-pelan—dan ternyata, justru itu yang paling bermakna
Rabu, 25 Juni 2025
Dulu aku pikir, kalau mau berkembang, harus cepat. Harus kelihatan. Harus punya hasil yang bisa diposting, dibanggakan, dan dinilai orang.
Tulisan ini adalah catatan kecil tentang versi Aie yang hari ini—hasil dari perjalanan yang jauh dari “cepat”, tapi terus berjalan. Shall we start now...
Self-Worth Itu Bukan Buat Dipamerin, Tapi Dikenali dan Diterima
Senin, 23 Juni 2025
“Self-worth bukan hasil dari seberapa sibuk kamu. Tapi dari seberapa kamu kenal dan nerima dirimu sendiri, apa pun kondisinya.” Pernah gak sih kamu ngerasa lebih berharga saat punya pencapaian tertentu? Waktu dapet promosi, dipuji atasan, atau punya banyak pekerjaan yang ‘kelihatan penting’?
Surat Untuk Diri Sendiri 10 Tahun Lalu: Kamu Udah Bertahan, Sekarang Saatnya Bertumbuh
Jumat, 20 Juni 2025
Kalau bisa peluk kamu di masa itu, aku bakal bisikin: 'Kamu gak harus selalu kuat kok, yang penting terus hidup. Bertahan pun bentuk kemenangan.’ Yes beb, di tulisan kali ini aku beneran mau curhat se-real mungkin tentang gimana aku berterimakasih sama diri ini 10 tahun yang lalu karena udah mau bertahan dan sekarang saatnya bertumbuh menjadi manusia yang bisa menerima semua tanpa tapi. Shall we start now ...
Ternyata Gak Apa-Apa Kok, Gak Selalu Jadi yang Paling Keren
Kamis, 19 Juni 2025
Dulu, aku sibuk banget ngebuktiin diri.
Tulisan ini adalah catatan jujur tentang transisi itu. Dari versi diriku yang haus validasi, ke versi yang sekarang lebih butuh kedamaian. Gak sempurna. Tapi jujur. Dan jauh lebih hidup. So, shall we start now ....
Ternyata… Aku Pernah Jadi Orang yang Gak Aku Suka (dan Ini Cara Aku Berdamai)
Rabu, 11 Juni 2025
Pernah gak kamu scroll medsos, baca postingan seseorang, terus mikir, "Ih kok nyebelin banget sih gaya ngomongnya?" Terus tiba-tiba… kamu keinget, "Lah, dulu aku juga pernah kayak gitu." Well, tulisanku kali ini sebenarnya refleksi jujur tentang fase hidup yang penuh ego dan defensif. Tentang bagaimana kita semua pernah jadi versi diri yang gak kita banggakan, tapi tetap layak tumbuh dan memaafkan diri sendiri. So yes beb, shall we start now ....
Pelan-pelan Aja, Asal Jalan: Cara Aie Menyeimbangkan Karir, Peran Ibu, dan Diri Sendiri
Rabu, 28 Mei 2025
“Bisa gak sih, jadi ibu yang hadir buat anak, tetap kerja profesional, dan gak lupa sama mimpi pribadi?” Pertanyaan ini pernah muncul berkali-kali di kepala. Jawabannya? Bisa. Tapi... pelan-pelan aja. Gak perlu buru-buru, asal tetap jalan. Well, di artikel kali ini aku akan sedikit curhat, sedikit aja ya, tentang cara aku menyeimbangkan karir, peran Ibu, dan diri sendiri. So, shall we start now ...
Berani Tampil Apa Adanya: Dari Perfeksionis Jadi Progresif
Rabu, 30 April 2025
Dulu aku pikir, hidup yang ideal itu adalah hidup yang rapi, teratur, penuh pencapaian, dan tanpa cela. Aku kejar target demi target, sibuk memperbaiki setiap detail yang “kurang”, dan merasa bersalah kalau hasilnya nggak sempurna. Tapi lama-lama, aku lelah sendiri. Kok rasanya seperti lomba tanpa garis finish? Sampai aku sadar: mungkin aku nggak benar-benar ingin jadi sempurna. Aku cuma ingin diterima. Termasuk oleh diriku sendiri. Well, di artikel ini aku akan membahas gapapa kok berani tampil adanya, shall we start now...
Ketika Dunia Terlalu Berisik, Dengarkan 'Magic Shop'
Minggu, 27 April 2025
Kadang dunia terasa terlalu berisik, ya? Rasanya kayak semua suara di luar — tuntutan, ekspektasi, omongan orang — numpuk di kepala, bikin hati sesak. Ada masanya aku cuma pengen ngilang sebentar, cari tempat aman di mana aku bisa jadi diri sendiri, tanpa harus pura-pura kuat. Dan di salah satu masa paling berat itu, aku ketemu "Magic Shop" — lagu dari BTS yang rasanya kayak pintu rahasia ke dunia kecilku sendiri. Sebuah tempat yang mengingatkanku, bahwa semua luka, rasa takut, dan ketidakpastian, tetap layak dipeluk, bukan disangkal. So yes, shall we start #AieBorahaeHealing Ketika Dunia Terlalu Berisik, Dengarkan 'Magic Shop' now ...










%201.png)





%201.png)


