My Polyvore Set



Jumat, 27 April 2018

Apresiasikan Prestasi Harian Anak untuk Meningkatkan Karakter Positifnya Kelak

Berapa kali dalam sehari kamu memuji anak, beb? Apa jangan-jangan muji anak cuman pas dia melakukan prestasi besar kayak berhasil menang lomba mewarnai, menggambar atau juara kelas?

Memang sih, mostly orangtua memberikan apresiasi hanya ketika sang anak berhasil mencapai prestasi tertentu yang dilabelkan dengan piagam ataupun piala. Padahal, dari kegiatan sehari-hari bisa lho ngasih apresiasi ke anak. Enggak melulu saat ia berhasil jadi juara lomba ataupun juara kelas.


Contoh paling mudah nih, misal saat anak mau berbagi mainan ataupun makanan dengan temannya, atau saat anak mau bersabar menunggu antri giliran di toilet mall. Atau misalnya saat anak dengan inisiatif mau bantuin kamu membawa belanjaan saat shopping. Sebenarnya itu semua masuk ke dalam pencapaian anak dalam kesehariannya yang patut kita apresiasi. Tujuannya tentu agar ia merasa dihargai usahanya yang berujung pada meningkatnya karakter positif ia di masa depan.

Memberikan pujian untuk anak adalah hal yang baik. Malah ya, pujian bisa jadi alat buat memupuk prilaku baiknya, memompa kepercayaan dirinya, dan bikin anak merasa dicintai, dihargai dan termotivasi. Namun, tentunya memberikan pujian untuk anak jangan berlebihan ya beb. Lagian, apa yang berlebihan kan tidak baik, bukan? Selain itu, bisa menjadi bias serta kehilangan makna di mata anak.


Ada beberapa cara memberikan pujian untuk anak, yaitu jangan terlalu berlebihan, berikan pujian dengan kalimat spesifik, saat memuji baiknya lihat proses bukan hasil dan gunakan pujian dengan bahasa tubuh. Ini sih yang biasanya aku lakukan pada Darell. Memberikan pujian secukupnya dan hanya jika usaha yang ia lakukan itu memang baik. Contohnya saat ia berinisiatif ngebantuin aku membawa barang-barang belanjaan. Alhamdulillah kan, ngebantu banget. Dia lihat bundanya kelimpungan bawa banyak barang belanjaan trus mau ngebantu buat bawain ke mobil. Sederhana tapi bermakna.

Nah, ternyata memberikan apresiasi atas prestasi anak di kegiatan sehari-hari bisa meningkatkan karakter positifnya kelak. Apalagi kalo dilakukannya saat bersama anak, menjadi  Premium Moments, together.




Aku sih biasanya, saat belanja bulanan bareng si anak bujang. Wah, hepi banget dia mah diajakin belanja bulanan bareng. Yaiyalah beb, siapa coba yang enggak suka sama shopping? XD

Selain mempererat bonding antara aku dan Darell tapi juga ia bisa belajar banyak, lho. Seperti, belajar kosakata baru dari barang-barang yang dia lihat. Mengetahui kegunaan barang-barang tersebut di keseharian. 

Mengetahui jenis-jenis sayur dan buah yang dilihatnya di swalayan. Juga jadi tau tuh macam-macam daging yang boleh dimakan, dia bisa tau ikan dan binatang laut apa aja yang boleh dikonsumsi sama manusia. Bahkan cemilan Lotte Choco Pie yang menjadi favoritenya. Seru kan!




Nah, ini mirip banget lho sama salah satu video Carissa Puteri dan Q yang ada di website www.lottechocopieindonesia.com/activitiy temanya shopping. Aku suka banget video ini, saking sukanya aku langsung vote. Soalnya ada hadiah buat kamu-kamu yang nge-vote, lho beb. 

Paling juara sih, bisa jalan-jalan ke JEPANG!! Hayooo siapa coba yang enggak pengen ke sana? Aku aja mupeng. Makanya cuss ikutan vote selambatnya sampe tanggal 13 Mei 2018. 



Setelah vote jangan lupa di share ke sosial media kamu ya, beb J #PremiumMomentstogether #LotteChocoPiePremiumMoments

5 komentar:

  1. bantuin bawain barang pun itu prestasi ya buat anak perlu dapet pujian

    BalasHapus
  2. Aku udah jarang ajak anak2 yg gede belanja, seringnya yg masih pada balita. Andai belanjanya sm anak2 yg udh SD, mereka pasti bakal bantuin bawa belanjaan juga. :D

    BalasHapus
  3. Aku suka ajakin anak bikin shopping list dulu di rumah. Trus pas belanja, mereka nyari sendiri barang2 kebutuhannya yg udah dilist. Stick sama list yg udah dibuat aja udah prestasi, soalnya godaan shopping buat anak2 jg kan banyak macam mainan, pernak pernik :D

    BalasHapus
  4. Wah, perlu belajar neh memuji. Sementara muji adik dan ponakan dulu lah, anggap aja latihan punya anak kelak 😆

    BalasHapus