My Polyvore Set



Jumat, 27 Oktober 2017

Mam, Yuk Kenali Perilaku Anak di Usia Prasekolah

“Menjadi orangtua itu enggak ada sekolahnya”, aku sih setuju banget sama kalimat tersebut. Justru si anak bujanglah yang menjadi guru kehidupanku. Iya, Darell Adhibrata adalah guru besar kehidupanku. Banyak hal yang aku pelajari sejak melahirkan Darell ke dunia ini.

Masa-masa prasekolah Darell merupakan masa-masa sesungguhnya peran aku sebagai orangtua diuji. Ibarat sekolah, aku menganggap usia 4 – 6 tahun ini adalah ujian pertamaku. Si anak bujang yang penurut, jarang ngambeg, bisa dibilang hampir enggak pernah tantrum, pokoknya manis banget deh berubah drastis saat usianya genap 4 tahun.




Smart Parenting Workshop

Belum lagi, anakku ini memang terbilang super aktif. Enggak bisa diem. Selama dia belum tidur, semuanya dicoba untuk memuaskan rasa ingin tahunya yang besar. Iya, aku sempat kewalahan Mam. Nah, beruntung aku diberi kesempatan untuk menghadiri Smart Parenting Workshop di Pekanbaru akhir pekan yang lalu. Banyak sekali insight seputar tumbuh kembang anak dan bagaimana menghadapinya yang aku dapatkan dari workshop ini.

Dijelaskan oleh Dr. Ismet, Sp.A bahwa pertumbuhan dan perkembangan si Kecil sangat pesat dalam 5 tahun pertama usianya. Hal ini enggak heran sih ya, bahkan periode usia dini (0-6 tahun) sering disebut sebagai fase periode emas bagi pertumbuhan anak.



Dalam dua tahun pertama usia anak, otaknya tumbuh hingga 80% ukuran otak orang dewasa. Ketika ia memasuki usia 5 tahun, pertumbuhan otaknya mencapai 90%. Pada fase ini, sekitar 85% kecerdasan dan kepribadiannya juga telah terbentuk. Hmm.. pantes aja saat Darell berusia 5  tahun kok ya banyak kepintaran baru yang dimilikinya. Enggak hanya itu, Darell juga lebih percaya diri dan berani serta kosakatanya nambah banyak.

Karakteristik Anak Sesuai Usia

Nah, di masa inilah biasanya anak kita sudah bisa menunjukkan jenis kepintaran tertentu. Darimana sih cari taunya? Kalo aku udah kenalan dan udah daftar menjadi anggota di www.parentingclub.co.id dong. Dari sinilah aku bisa mengenali kepintaran anakku, Darell dengan memanfaatkan fitur Smart Strength Finder.






Hal lain yang aku dapatkan dari Smart Parenting Workshop yaitu mengenai karakteristik anak dari 0 sampai 6 tahun yang dipaparkan oleh Dr. Fitri Hartanto, Sp. A (K) sebagai berikut:

Karakteristik perilaku anak usia dibawah 1 tahun didominasi oleh perkembangan motorik atau gerakan yang sifatnya reflek dan protektif. Mereka sangat peka terhadap lingkungannya dan mempunyai cara unik untuk meresponsnya.

Karakteristik perilaku anak usia 1 – 3 tahun cenderung sangat enerjik, aktif, antusias dan selalu ingin tahu. Kalo istilah sekarang mah “kepo” banget gituh. Kemampuan motorik, sosial dan bahasanya pun berkembang optimal di masa ini. Tak heran, keaktifan dan rasa keingintahuannya yang kuat kerap membuat orang dewasa gemeesss.

Karakteristik perilaku anak usia 4 – 6 tahun yang paling menonjol yaitu energinya yang luarbiasa. Mam, percaya deh, anak usia ini diemnya cuma pas tidur aja. Belum lagi rasa antusiasme dan ingin tahunya yang semakin membesar. Lihat apa aja ditanyain, malah saking keponya, anak usia ini enggak takut untuk mencoba hal-hal baru. Disinilah peran orangtua sanga diperlukan Mam dan Pap.




Cara Menstimulasi Kepintaran Anak Usia Prasekolah

Bermain adalah salah satu cara bagi anak untuk belajar dan merasakan pengalaman yang baru. Dari kegiatan bermain akan mengasah kecerdasan mental, fisik, maupun sosial anak dalam memahami nilai-nilai kehidupan. 

Biarkan anak memilih permainannya, tidak perlu diarahkan biarkan ia menentukan sendiri, di sini anak belajar untuk bernegosiasi, bekerja sama, berbagi dan menyelesaikan konflik. Dalam memilih permainan tidak melulu mainan yang mahal lho Mam, dengan bermain bola saja sudah mampu mengasah motorik kakinya dan mengatur emosinya bergantian dalam menendang bola. 




Selain faktor kepintaran, hal lain yang juga menentukan kesiapan si Kecil masuk sekolah yaitu kesiapan fisik, emosional, dan sosial. Kesiapan emosional dan sosial antara lain tercermin dari perilaku anak. Perilaku adalah kemampuan memahami dan bertindak bijaksana dalam menghadapi atau berhubungan dengan orang lain. 

Banyak orang tua kebingungan menghadapi perilaku anaknya yang dianggap “bermasalah”. Padahal, perilaku normal setiap anak bisa saja berbeda karena tergantung usia, kepribadian, serta perkembangan fisik dan emosionalnya.

Untuk mengembangkan kepribadian anak dalam periode emasnya, orang tua perlu menyinergikan kepintaran si Kecil. Langkah ini sekaligus dapat membantu menyeimbangkan kepintaran dan perilaku anak. Sinergi kepintaran dapat mengembangkan kepintaran Akal, Fisik, dan Sosial si Kecil.



Melalui sinergi kepintaran, si Kecil dapat tumbuh menjadi anak yang pintarnya beda dan kelak memiliki masa depan penuh kesuksesan.

Peran Orangtua dalam Menstimulasi Kepintaran Anak


Anak usia dini adalah masa-masa yang butuh perhatian dan kasih sayang total dari kedua orangtuanya. Apabila anak diasuh dengan pola asuh demokratis maka tumbuh kembang anak akan lebih baik. Karena jika pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anaknya demokratis dapat membentuk anak menjadi sosok pemberani, mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, tidak tergantung kepada orangtuanya.

Sebaliknya jika pola asuh orangtua kepada anaknya otoriter anak akan cenderung takut untuk melakukan sesuatu untuk perkembangannya yang lebih baik karena apapun aktivitas anak selalu dikekang dan orangtua terlalu takut membebaskan anaknya beraktivitas. Anak akan cenderung penakut, tidak percaya diri, tergantung kepada orangtua, cenderung pendiam, pemurung, tidak mudah tersenyum, dan tidak gembira.

Dari Smart Parenting Workshop ini bisa disimpulkan bahwa anak usia prasekolah  adalah “anak usia 4-6 tahun dimana pada masa ini anak telah mencapai kematangan dalam berbagai macam fungsi motorik dan diikuti dengan perkembangan intelektual dan sosioemosional”.



Selain itu, imajinasi intelektual dan keinginan anak untuk mencari tahu dan bereksplorasi terhadap lingkungan juga merupakan ciri utama anak pada usia ini. Makanya Mam dan Pap perlu banget melakukan beberapa hal ini agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang #PintarnyaBeda:

1. Lakukan interaksi/bonding sesering mungkin dan bervariasi dengan si Kecil.
2. Tunjukkan minat terhadap apa yang dilakukannya dan berikan kesempatan kepada sikecil untuk meneliti dan mendapatkan pengalaman dalam banyak hal.
3. Berikan kesempatan dan dorongan untuk melakukan berbagai kegiatan secara mandiri, dan doronglah sikecil agar mau mencoba mendapatkan keterampilan dalam berbagai tingkah laku.
4. Kagumilah  dan beri reward apa yang dilakukanya sehingga akan timbul rasa percaya diri dan apabila berkomunikasi dengan anak, lakukan dengan hangat dan dengan ketulusan hati.


Kalo mentemen sendiri punya cerita atau pengalaman dalam mengatasi perilaku anak usia prasekolah? Ceritain dong di kolom komentar, biar bisa saling berbagi dan saling menguatkan J

27 komentar:

  1. Masa masa itu dulu jadi salah satu masa penyesalan saya. Pada suatu ketika pernah Navaro tantrum gak mau ditinggal di sekolahnya (TK A). Dan saya bukannya sabar malah marahin dia. Sediiih banget. Sampe sekarang menyesal :(

    BalasHapus
  2. si riyadhun baru mau 2 tahun, baca ini jadi nambah info buat dua tahun ke depan. eniwei, he eh banget. anak 1-3 tahun nggak bisa diemnya luar biasa. dan berlanjut sampae 4-6 tahun yak. oke, yg penting anak sehat. mamak siapkan tenanga yang banyak. lol

    BalasHapus
  3. karakteristiknya bener banget tuh, si bungsu yg 6 tahun energinya memang luarrr biasahhh ;p

    BalasHapus
  4. Mbaaaa anak mu ganteng banget daaaah..

    www.sistersdyne.com

    BalasHapus
  5. Aku udah lewatin niy masa2 prasekolah gini. Dulu pada masa itu... waaaaa luar biasa sabar deh bujuk2 si kecil yg ga mau masuk kelas, trus nungguin di dlm kelas,ngerayu2 supaya dia betah.
    Sekrg udah pada besar, malah jd kangen lagi punya anak kecil.

    BalasHapus
  6. lagi gemes-gemesnya ya kak Aie usia Darrel ini!

    Ku salut sama kak aie wroking mom sekaligus bloher heits tapi masih concern banget urusan anak. kewl! :)

    BalasHapus
  7. Iya bener banget, usia Narend 1-3 tahun termasuk usia Kepo. Pengen tahu segalanya. enerjik, aktif, antusias dan selalu ingin tahu. Jadi kudu ekstra tenaga dan kesabaran :))
    Udah dijawab nanya lagi, nanya lagi, sampai dia merasa puas akan jawabannya :p

    BalasHapus
  8. Workshop yang sangaattt berfaedah utk ortu era milenial ya
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  9. Waktu kecil, Ibuku gini juga gak ya....

    BalasHapus
  10. Darell pasti cerdaass yaaaaaa ... semoga tumbuh sehat dan makin cerdas dan semua cita2nya bisa tercapai. amin.

    BalasHapus
  11. Ka Aie, aku lebih banyak energi untuk anak kedua, super banget deh, usianya masih 3.5 tahun, tapi apa aja ditanyaa.. terus kalo dia ngerasa kita asal jawabnya dia tahu tuh dan kesel gitu. Memang mendidik anak itu ngga ada sekolahnya, sharing info dari ka aie ini sangat bermanfaat banget buat belajar menjadi orang tua yang lebih baik setiap harinya.

    BalasHapus
  12. Kharakteristik anak sesuai usia ternyata berbeda ya. Jadi tau

    BalasHapus
  13. Aiman juga aktif banget Mbak, usianya 5 tahun. Sering heran deh dia kayak ga punya rasa capek, baru diam kalo tidur.
    Trus juga sekarang masa-masa dia suka nanya dan protes, mesti ekstra sabar emang mendidik anak usia pra sekolah itu.

    BalasHapus
  14. Bermanfaat banget nih. Saya jarang sih berhubungan sama anak prasekolah. Tp senang dapat ilmu. Makasih sharingnya ya mbak.

    BalasHapus
  15. Kita sebagai ortu mesti pintar-pintar melihat perkembangan anak-anak kita. Apalagi perilakunya. Beda usia beda perilaku. Makanya, beruntunglah orang tua yang bisa seharian penuh bersama anak-anaknya.

    BalasHapus
  16. Hmm jadi gitu ya.. perilaku anak. Bermanfaat sekali nih buat mahmud dan pahmud #KayakSaya

    BalasHapus
  17. Karakteristik anak usia 4-6 tahun.. Gak bisa diem >>> Kirana banget. Mamaknya pening. Anak macam bola bekel. Mental sana sini. Hahahahah.. Aku udah coba smart strength findernya. Kirana mkuat di musik sm fisik. Pas bener sm anaknya. :)

    BalasHapus
  18. Thank you informasinya mba... jadi punya bekel buat si kecil...^^ udah register juga di parentingclub nya...

    BalasHapus
  19. bener banget ini, anakku yang usia 5thn lagi aktif2nya. diemnya klo tidur aja hehehe

    BalasHapus
  20. Walau saya belum nikah dan punya anak, pasti ngebayangin kalo udah punya nanti bakal gimana, nih anak gue mau dibawa ke mana. Sekarang mah gemes-gemes aja ngeliat anak temen yang lincah dan pinter, nggak tahu deh nanti gimana, hehehe....

    BalasHapus
  21. Betul, jadi orang tua itu nggak ada skolahnya. Makanya kudu terus belajar. Makin gede anak, juga belajar parentingnya harus makin banyak, makasih sharingnya kaka

    BalasHapus
  22. saat ini karena si bungsu baru berumur 2 tahun, siap-siap deh menghadapi banyak hal yang bikin gemes! :D

    Kalo lagi gemes, bisa inget-inget artikel ini deh biar gemesnya berkurang :)

    BalasHapus
  23. wow, tipsnya banget membantu banget dan jadi tahu. Peran orang tua sangat penting untuk perkembangan anak.

    BalasHapus
  24. Sama nih sama anakku mba, dulu waktu usia 1 sampe 3 tahun ga pernah rewel, cm makannya susah. Tapi skrng malah kebalikan, jadi suka maksa kalo mau sesuatu tapi kalo makan skrng malah lancar. Hehehe....

    BalasHapus
  25. Seru ya belajar sama anak yang masih usia pra sekolah, seru-seru-kesel. Kadang pas main sm ponakan terutama yg cwo harus siap energi, anaknya aktif bgt. Beda sm kakakny yg cwe, lebih diem tp bnyak nanya. Hrus bner2 belajar terus buat ngedampingin anak2 kreatif

    BalasHapus
  26. sekarang saya lagi menghadapi perilaku anak di usia 4-6 tahun nih mbak. Aktifnya Masya Allah deh, emaknya kudu super sabaar menghadapinya hehehe

    BalasHapus