My Polyvore Set



Rabu, 26 Juli 2017

Ibu Bijak, Cermat Kelola Keuangan Keluarga




Yang lama ditunggu-tunggu, pas dateng cuma numpang liwat aja. Apa hayoo? Yes, benar! Gaji! Perumpamaan ini kayaknya udah jadi viral dimanapun ya. Tulisanku kali ini akan nyenggol sikit tentang masalah keuangan nih. Gimana kudu pinter manage keuangan, terutama sih ya, keuangan keluarga. Baca sampe habis ya sis! J



Emang sih, masalah paling umum yang dialami suatu keluarga adalah masalah keuangan. Terlebih buat keluarga muda. Cobaan terbesar seputar keuangan biasanya terjadi di awal-awal pernikahan. Setuju?

Sedikit flashback gapapa ya, setelah menikah di awal 2010 aku dan suami benar-benar mulai dari 0. Berhubung hampis sebagian besar pernikahan ditanggung pak suami dan aku bagian yang nambahin printilan. Alhasil, keuangan kami berdua pun jadi penuh gejolak di tahun pertama pernikahan.

Cicilan kehidupan pertama yang jadi concern kita berdua saat itu yaitu, cicilan mobil yang lumayan memakan sekian persen dari total gaji kita berdua. Ya emang sih, supposed to suami yang cover kehidupan istri. But just being real aja, alasan aku juga bekerja bahkan hingga saat ini notabene supaya kehidupan anak kita berdua lebih sejahtera ketimbang orangtuanya.




Nah dari sinilah aku mulai belajar untuk menjadi menteri keuangan di keluarga kecil kita. Awalnya shock lho, bener deh. Waktu single mah bisa bebas tuh beli sepatu dan tas tiap bulan, bisa nongkrong-nongkrong cantik di akhir pekan. Sejak menikah, terutama saat aku hamil Darell. Mau enggak mau atau lebih tepatnya dipaksakan untuk makin dewasa kelola keuangan sendiri dan suami.

Belum lagi saat itu aku masih ngontrak di petakan yang biaya per bulannya sekitar 1,3juta, ditambah cicilan mobil, cicilan rumah, biaya hidup, biaya gaul *set dah bahasanya*, plus cicilan-cicilan kehidupan lainnya, you name it lah. Sempat tuh kepikiran, ini kenapa ya masih di pertengahan bulan kok uang sisa segini. Apa karena penghasilan kami berdua belum cukup besar? Atau emang akunya aja yang kesulitan ngatur gaji bulanan dan gaji pak suami?

Bersyukur banget kemarin aku berkesempatan untuk ikut acara Visa Ibu Berbagi Bijak bersama Komunitas Emak-emak Blogger (KEB). Dari acara ini aku baru 'ngeh' dan sadar kenapa keuangan keluargaku selama ini begini amatan. Nyatanya ada 4 masalah keuangan yang timbul di tengah bulan dan bisa diatasi dengan belajar financial literacy bersama Prita Ghozie. Apa saja itu? Cek pada gambar di bawah ini ya:


Peringkat Sehat Keuangan


Mba Prita Ghozie mengatakan kalau banyak faktor agar keuangan jadi sehat, nah untuk mengetahui apakah keuangan kita sehat atau tidaknya ada tolak ukurnya lho, yaitu:

1. Keuangan TIDAK SEHAT jika pengeluaran jauh lebih besar dari penghasilan, misal nih kamu punya utang kartu kredit, cicilan banyak, dan makin parah jika enggak punya aset.

2. Keuangan SEHAT jika pengeluaran sama dengan penghasilan, walaupun tetap tidak tepat waktu membayar lunas tagihan kartu kredit atau bayar minimum payment-nya aja *tuh Aie!* dan sedikit investasi.

3. Keuangan MANDIRI jika penghasilan lebih besar dari penghasilan, bebas dari hutan kartu kredit dan memiliki bermacam investasi.

4. Keuangan SEJAHTERA, nah ini nih jadi idaman dan cita-cita aku sejak lama, yaitu jika penghasilan lebih besar dari pengeluaran, plus ada penghasilan pasif dari aset, no debt dan rajin berderma. 





Tips Cermat Kelola Keuangan


Jangan sedih tsay, kamu dan aku bisa kok mencapai, minimal lah ya,keuangan mandiri dengan cara cermat mengatur penghasilan yang sudah aku rangkum berbekal dari hasil acara kemarin ini. Disimak yuk! 

1. Buat anggaran bulanan, nah ini jangan rajin bikinnya aja tapi enggak diimplementasikan secara baik dan benar ya *lagi-lagi ngomong ama diri sendiri :p*

Bikin deh tuh daftar pengeluaran bulanan menjadi dua bagian, untuk kebutuhan primer seperti makan, transport, tagihan listrik, cicilan rumah, cicilan motor dan lain-lainnya. Biasanya aku bikin ini di aplikasi notes handphone, terus diberi nama "THINGS TO BUY/PAY EVERY MONTH".

Lalu, jangan lupa bikin juga daftar pengeluaran kebutuhan tersier seperti untuk shopping, traveling, hingga kebutuhan gaya hidup. 

2. Segera bayar tagihan, setiap terima gaji sebisa mungkin segala bentuk tagihan dan cicilan dibayarkan. Kan kadang suka ditunda-tunda tuh ya, trus berimbas uangnya kepake atau lupa. Alasannya karena dengan memisahkan atau membayar tagihan dan cicilan lebih dahulu tentu akan membuat kita jadi lebih tenang untuk mengatur pengeluaran lainnya. 

Walaupun enggak dipungkiri segala tagihan dan cicilan tersebut suka berbeda-beda tanggal jatuh temponya. Namun kan enggak ada salahnya dibayarkan lebih cepat ya. 

3. Sisihkan untuk tabungan, harus banget nih. Atau yang aku dapat pencerahan, tabungan ini bisa digunakan untuk traveling, membeli hal-hal yang sifatnya mendadak, ataupun buat keperluan yang mendesak. 



4. Buat laporan harian or minimal struk belanja dan bukti pembayaran tagihan dan cicilan disimpan lalu dicatat di akhir bulan. Cara ini ngebantu banget untuk kita mengetahui kemana uang yang digunakan selama ini serta bisa untuk menganalisa barang-barang apa saja yang sebenarnya enggak perlu dibeli. 

Kan biasanya buibu suka tuh sama yang namanya SALE, mumpung diskon dibeli padahal mah enggak butuh-butuh amatan. Trus percaya aja ama tulisan DISKON 50%. *lagi-lagi ngomong ama diri sendiri* Lebih-lebih bayarnya pake kartu kredit karena tergiur sama cicilan 0% atau diskon maksimal jika pakai kartu kredit tertentu.

5. Bijak menggunakan kartu kredit, sebenarnya nih, kartu kredit itu juga dibutuhkan untuk mengelola keuangan dengan catatan digunakan secara cerdas. Misal, gunakan promo-promo yang ada untuk membeli barang yang dibutuhkan, sekali lagi beli barang yang dibutuhkan ya sis bukan barang yang diinginkan atau kalap semata. Malah kartu kredit juga bisa dialokasikan sebagai pembayaran semua tagihan yang ada asal saat tagihan kartu kredit datang cuss dibayar lunas yes! Bukan bayar minimum payment-nya aja.

6. Investasi, setelah menyisihkan penghasilan untuk tabungan,biaya hidup dan bayar cicilan juga tagihan ada baiknya berinvestasi. Aku juga sadarnya telat nih buat berinvestasi. Justru baru menjalaninya setelah menikah. Jenis-jenis investasi sangat banyak, mulai ikutan asuransi, reksa dana, beli perhiasan hingga koleksi logam mulia. 


Pemasukan VS Pengeluaran


Di hari itu aku mendapatkan pencerahan seputar financial check up lho, gimana enggak, ilmu yang ciamik seputar pengelolaan keuangan bisa aku dapatkan plus diajarkan untuk menghitung keuangan rumah tangga. 

Semua yang hadir diminta untuk menghitung berapa persen sih biaya yang dikeluarkan setiap bulannya. Setelah aku ngisi, kok ya malah kurang 5% ya, kemanakah sisa dana 5% ituh? Apakah aku mendadak amnesia pernah mengalokasikannya ke shopping atau treatment di salon mungkin? XD

Menurut Mba Prita, lazimnya kita bisa mengatur penghasilan dengan membaginya pada 5% sedekah, 10% dana darurat, 30% biaya hidup, 30% cicilan pinjaman, 15% investasi dan 10% gaya hidup. Kalo kamu gimana? 

Sepulang dari acara ini aku seakan hidup lagi, hahaha, bahasanya, maksudnya tuh aku jadi semakin paham bagaimana cara cerdas mengelola keuangan keluarga. Memahami arti hutang yang harus ada manfaatnya atau Mba Prita sebut sebagai hutang produktif yang mana hutangan kita itu bisa mendatangkan penghasilan. 





Juga mengetahui lebih dalam menjaga kondisi keuangan agar enggak terjerumus ke hal yang disesali kemudian hari. Amit-amit jabang baby sampai terlilit hutang. Apalagi sekarang anak udah masuk SD kan ye, jadi kudu makin smart lah kelola keuangan keluarga. Supaya keuangan makin sehat dan makin disayang sama pak suami *mata lope2*.

Karena itu yuk bareng-bareng jadi ibu bijak yang cermat dalam mengelola keuangan keluarga, agar masa depan anak kita dan keluarga kita jadi makin cemerlang dan sejahtera. Aamiin sodara-sodara sekalian? :) 

Kalo buibu punya tips lain seputar cara mengelola keuangan keluarga, feel free untuk share di kolom komentar ya. :) 

26 komentar:

  1. Kalau gie...kabur hahaha, alhamdulillah sejak 2017 ini lebih terarah. Emang sih belum ada tabungan secara nyata, seenggaknya meminimalkan besar pasak daripada tiang.

    Suka kabur emang kalau bahas ginian, maklum aja anaknya boros wkwkwkwkwk....mumpung msh single mah kudu melek ya bun sama beginian biar ga puyeng 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya, andai bisa memutar waktu, aie pasti deh pas single dulu kepikiran untuk kelola keuangan lebih cermat dan bijak

      Hapus
  2. Ikut aja deh apa kata ibu satu ini.
    Dulu dan sbagian ada yg masih konsisten yg dilakukan para emak2. The power of 20 rebu.
    Menyisihkan uang 2o ribu ke dalam kaleng atau sejenisnya, diuntel untel atau diikat pake karet terserah .masukan setiap hari dan lupakan pernah naruh 20 ribu di tempat tersebut. Setahun kemudian hasilnya luar biasa ternyata.

    Ini mudah dilakukan dibandingkan tiap bulan harus mengumpulkan 600 ribu rupiah untuk ditabung sebagai dana darurat (20 ribu x 30 hari) , angka 600 ribu itu dianggap cukup berat apalagi kalau "mata lagi lapar".Hehehe

    Udah itu aja dulu yak komentarnya.
    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuah, aku dulu juga gitu,ngumpulin setiap hari mulai dari 5k,10k, sampe maksimal 20k, di tabung di celengan kaleng. cuma enggak sampe setahun dibongkar deh, dan hasilnya lumayan

      Hapus
  3. Lha..iya ni mba, aku juga sering ngerasa..perasaan baru tanggal tengah..eh kok dompet sudah ramping bnget. Butuh belajar managemen lagi sepertinya mb.. Mulai bbrp hr ini aku instal app untuk cat keuangan mba..biar tau larinya uang pada kemana

    BalasHapus
    Balasan
    1. nice idea, pake aplikasi catatan keuangan di hape ya, thanks udah sharing! :)

      Hapus
  4. Bermanfaat banget buat aku calob manajer keuangan di rumah hehehe.. aku uda was-was duluan, takut gabisa kelola keuangan. Prinsip sih udah, tapi kadang implementasinya yang kurang strategi haha.. thanks mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahah iya banget, sama satu lagi, istiqomah menjalankannya XD

      Hapus
  5. Aku datang ke acara itu dan terbantu banget dengan berbagai informasi yang disampaikan mba :)

    BalasHapus
  6. Selalu ngeri2 sedap bacain cara mengelola keuangan, thx sharingnya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngeri tapi penasaran ya kan hahahaha

      Hapus
  7. Senemg banget aku.ikutan ini acara karena membuka mata untuk ngatur uang lebih smart lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi makin bijak mengatur keuangan rumah tangga ya mba

      Hapus
  8. Thanks sharingnya. Ibu rumah tangga pun harus bijak dan cermat mengelola keuangan ya.

    BalasHapus
  9. Pas hitung2an itu aku sempet lebih 110% itu lol. Ternyata ada yg salah, kegedean di bagian sedekah wkwkwk..

    BalasHapus
  10. Tahun pertama pernikahan penuh gejolak ya, Mbak apalagi soal keuangan. Hehehehe. Aku juga nih masih cari cara gimana supaya berdua suami bisa oke keuangannya. :D

    BalasHapus
  11. Aku jg trmasuk telat utk mulai investasi mba. Br mulai stlh nikah ini. Pdhl sebelum nikah aku tuh ttp krja di bank, yg mana harusnya banyak bgt benefit yg bisa aku manfaatin utk produk2 investasinya, krn utk staff slalunya gratis biaya. Pelan2, asal pemakaian CC bisa dikontrol, aku yakin bisa kok mulai membawa arah rekening ke tahap sejahtera :D.

    BalasHapus
  12. Acara kemarin semakin tercerahkan neh. Banyak ilmu baru yang bisa diterapkan dalam mengelola keuangan rumah tangga.

    BalasHapus
  13. Tampaknya tipsnya mudah ya Mak, tp sepertinya realisasinya mesti kerja keras haha.
    .
    .
    Btw Mb Prita gak berubah ya, imut selalu, ngefans deh ^^

    BalasHapus
  14. Mbak, aku jd inget gaji pertamaku besarnya sama kyk biaya kontrakan rumah lamamu perbulan itu hehehehe.
    Semoga abuis ikutan WS kmrn kita bisa lbh baik lagi menganggarkan pos2 keuangan keluarga ya mbak :D

    BalasHapus
  15. Wah kisah awal nikahnya sama banget sama aku, sama-sama mulai dari 0 bahkan awal nikah aku tinggal di kontrakan yang sederhana banget. Alhamdulillah sekarang udah ada rumah sendiri tinggal nabung buat beli yang lain nih.

    BalasHapus
  16. Di usia pernikahan ke 17 thn ini malah tabungan kami reset ke angka nol. Krn buat bayar hutang, mengingat aku udah brenti kerja kantoran. Rela gak punya tabungan dulu, yg penting gak ada cicilan hehehe

    BalasHapus
  17. Wowh menikah 2010 dan tahun pertama sudah mencicil mobil, amazing banget itu kakak xixi. Btw bener banget deh kalau mencatat setiap pengeluaran dan menyegerakan membayar setiap tagihan yang masuk itu penting dan harus disegerakan. Sebelum duitnya habis begitu saja huaaaa. Ehh ada diriku ikutan nampang wkwkkw

    BalasHapus
  18. Salam, michael brin Loan menawarkan pinjaman kepada individu perorangan dan perusahaan swasta yang membutuhkan pinjaman untuk memulai bisnis baru melunasi hutang pribadi atau membiayai bisnis yang ada. Hubungi kami hari ini jika berminat untuk informasi lebih lanjut via e-mail: michaelbrinloanfirm001@gmail.com

    Kami siap melayani anda dengan lebih baik
    nama:....
    Jumlah Pinjaman yang dibutuhkan: .......
    negara:....
    negara:...
    nomor telepon:.....

    Tuan michael brin
    Semua saya harus dikirim ke email ini: michaelbrinloanfirm001@gmail.com
    Whatsapp: +12092481749

    BalasHapus