Tampilkan postingan dengan label Working Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Working Life. Tampilkan semua postingan

Jadi Turis di Kota Sendiri, Kenapa Nggak?

Kamis, 05 November 2026

Pernah nggak sih, kita punya keinginan untuk liburan, jalan-jalan, atau sekadar mencari suasana baru, tetapi ujung-ujungnya malah sibuk mencari destinasi yang jauh? Mulai dari membuka aplikasi perjalanan, melihat tiket pesawat, mencari hotel, menyusun itinerary, sampai menghitung bujet yang harus disiapkan. Padahal, kalau dipikir-pikir, ada banyak tempat menarik yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari rumah.

Jadi Turis di Kota Sendiri, Kenapa Nggak
Read More

Pulang Kerja, Tapi Pikiran Masih Tertinggal di Kantor

Kamis, 08 Oktober 2026

Ada satu hal yang kadang lebih sulit daripada pulang dari kantor: benar-benar meninggalkan pekerjaan di kantor. Secara fisik, kita sudah keluar dari gedung. Laptop sudah ditutup, ID card sudah dilepas, bahkan mungkin perjalanan pulang sudah dimulai. Tapi kepala? Masih di meja kerja. Masih memikirkan email yang belum dibalas, pekerjaan yang belum selesai, meeting besok, atau percakapan dengan rekan kerja yang entah kenapa masih terputar-putar di kepala.

Pulang Kerja, Tapi Pikiran Masih Tertinggal di Kantor
Read More

Ada Hari-Hari Ketika Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri Terasa Terlalu Melelahkan

Senin, 05 Oktober 2026

Belakangan ini aku sering berpikir tentang satu kalimat yang terlalu sering kita dengar:

“Be the best version of yourself.”

Jadilah versi terbaik dirimu.

Kedengarannya bagus.

Inspiratif.

Positif.

Cocok dijadikan caption Instagram dengan foto matahari terbenam. 

Ada Hari-Hari Ketika Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri Terasa Terlalu Melelahkan
Read More

Kita Sering Sedih Bukan Karena Kehilangan, Tapi Karena Ekspektasi

Kamis, 01 Oktober 2026

Pernah nggak kamu merasa sangat kecewa terhadap seseorang, padahal sebenarnya orang itu tidak melakukan sesuatu yang benar-benar salah?

Dia hanya tidak melakukan apa yang kita harapkan.

Tidak menghubungi.

Tidak bertanya.

Tidak datang.

Tidak mengerti.

Tidak bereaksi seperti yang kita bayangkan.

Dan tiba-tiba kita sedih.

Bukan karena sesuatu benar-benar hilang.

Tapi karena sesuatu yang kita harapkan terjadi ternyata tidak terjadi.

Kita Sering Sedih Bukan Karena Kehilangan, Tapi Karena Ekspektasi
Read More

Shift Kedua Seorang Working Mom Dimulai Setelah Pulang Kantor

Jumat, 25 September 2026

Ada satu hal yang baru benar-benar aku pahami setelah menjadi working mom:

Pulang kantor ternyata bukan berarti selesai bekerja.

Kadang justru itu tanda bahwa shift kedua akan segera dimulai.

Jam kerja di kantor mungkin secara resmi selesai pukul lima sore.

Tapi setelah itu?

Masih ada kehidupan lain yang menunggu.

Shift Kedua Seorang Working Mom Dimulai Setelah Pulang Kantor
Read More

Bukan Tidak Bersyukur, Aku Cuma Sedang Lelah

Senin, 21 September 2026

Pernah nggak sih, ketika kita bilang, “Aku capek,” kita malah buru-buru merasa bersalah?

Seolah-olah setelah mengeluh tentang lelah, kita harus segera menambahkan kalimat pembelaan.

“Aku sebenarnya bersyukur kok.”

“Masih banyak orang yang hidupnya lebih susah.”

“Aku tahu ini rezeki.”

“Aku cuma lagi capek aja.”

Bukan Tidak Bersyukur, Aku Cuma Sedang Lelah
Read More

Kadang yang Kita Butuhkan Bukan Jawaban, Tapi Berdamai dengan Kenyataan

Jumat, 18 September 2026

Ada beberapa pertanyaan dalam hidup yang mungkin tidak pernah mendapatkan jawaban yang benar-benar memuaskan.

“Kenapa harus aku?”

“Kenapa dia pergi?”

“Kenapa sesuatu yang sudah aku perjuangkan tidak berhasil?”

“Kenapa orang yang kita percaya justru mengecewakan?”

“Kenapa hidup harus berjalan seperti ini?”

Kadang yang Kita Butuhkan Bukan Jawaban, Tapi Berdamai dengan Kenyataan
Read More

Belajar Tidak Merasa Menjadi Pusat dari Semua Cerita

Kamis, 17 September 2026

Pernah nggak sih kita melihat sebuah postingan, membaca sebuah quote, atau mendengar seseorang mengatakan sesuatu, lalu tiba-tiba merasa...

“Ini pasti tentang aku.”

Padahal belum tentu.

Belajar Tidak Merasa Menjadi Pusat dari Semua Cerita
Read More

Kita Tidak Harus Disukai Semua Orang

Senin, 14 September 2026

 Ada satu fase dalam hidup ketika kita mulai lelah berusaha membuat semua orang menyukai kita.

Dulu rasanya penting sekali.

Kalau ada yang tidak suka, kita kepikiran.

Kalau ada yang salah paham, kita ingin menjelaskan.

Kalau ada yang kecewa, kita merasa bersalah.

Kita Tidak Harus Disukai Semua Orang
Read More

Ada Orang yang Memang Cukup Dikenal, Tidak Perlu Dipertahankan

Kamis, 10 September 2026

Ada orang yang datang ke hidup kita untuk tinggal.

Ada yang datang untuk mengajarkan sesuatu.

Ada yang datang untuk menemani satu fase.

Dan ada juga yang ternyata memang hanya cukup dikenal.

Tidak perlu dipertahankan.

Ada Orang yang Memang Cukup Dikenal, Tidak Perlu Dipertahankan
Read More

Anak Tumbuh, Ibu Juga Harus Ikut Bertumbuh

Senin, 07 September 2026

Kadang kita tidak sadar bahwa anak tumbuh begitu cepat.

Tiba-tiba bajunya sudah kekecilan.

Sepatunya sudah tidak muat.

Suaranya berubah.

Cara bicaranya berubah.

Dan perlahan...

cara dia melihat dunia juga berubah.

Anak Tumbuh, Ibu Juga Harus Ikut Bertumbuh
Read More

Kenapa Working Mom Sering Merasa Harus Bisa Semuanya?

Jumat, 04 September 2026

 Ada satu penyakit tidak tertulis yang sering dialami working mom.

Namanya:

“Aku harus bisa semuanya.”

Kenapa Working Mom Sering Merasa Harus Bisa Semuanya

Harus profesional di kantor.

Harus menjadi ibu yang perhatian.

Harus menjadi pasangan yang baik.

Harus punya rumah yang rapi.

Harus bisa mengurus anak.

Harus tetap punya waktu untuk keluarga.

Harus menjaga penampilan.

Harus sehat.

Harus produktif.

Dan kalau masih punya waktu...

mungkin harus punya waktu untuk diri sendiri juga.

Masalahnya, waktu dua puluh empat jam sehari tetap saja cuma dua puluh empat jam.

Kita bisa mengatur jadwal.

Bisa membuat to-do list.

Bisa menggunakan aplikasi.

Tapi kita tidak bisa menambahkan dua puluh empat jam lagi ke dalam sehari.

Lalu kenapa working mom sering merasa harus bisa semuanya?

Kenapa Working Mom Sering Merasa Harus Bisa Semuanya

Karena kita terbiasa menjadi “yang bisa diandalkan”

Sejak menjadi ibu, banyak perempuan otomatis mengambil peran sebagai pusat koordinasi keluarga.

Anak butuh apa?

Kita tahu.

Jadwal sekolah kapan?

Kita ingat.

Ada acara keluarga?

Kita pikirkan.

Stok kebutuhan rumah habis?

Kita yang sadar duluan.

Bahkan kadang suami bertanya,

“Besok anak ada kegiatan apa?”

Dan kita bisa menjawab lengkap dengan jam, lokasi, pakaian, sampai barang yang harus dibawa.

Padahal...

kok semua informasi keluarga kayaknya tersimpan di kepala ibu?

Belum selesai urusan rumah, pekerjaan kantor juga menunggu.

Ada email.

Ada meeting.

Ada deadline.

Ada target.

Ada masalah yang harus diselesaikan.

Dan somehow kita tetap merasa harus memberikan performa terbaik di semuanya.

Kenapa Working Mom Sering Merasa Harus Bisa Semuanya

Ketika istirahat justru membuat kita merasa bersalah

Yang menarik, working mom sering kali tidak kesulitan melakukan banyak hal.

Yang sulit justru berhenti.

Saat ada waktu kosong, kita merasa harus mengisinya.

Kalau anak tidur, kita membereskan rumah.

Kalau weekend, kita mencuci.

Kalau sedang tidak ada pekerjaan kantor, kita menyelesaikan pekerjaan domestik.

Kalau akhirnya duduk dan tidak melakukan apa-apa...

mulai merasa bersalah.

“Harusnya aku melakukan sesuatu.”

Padahal tubuh sedang bilang:

“Aku cuma ingin istirahat.”

Kita perlu memahami bahwa istirahat bukan kemalasan.

Istirahat adalah kebutuhan.

Karena seorang ibu yang terus dipaksa berfungsi tanpa jeda bukan menjadi lebih hebat.

Dia hanya semakin dekat dengan titik kelelahan.

Kenapa Working Mom Sering Merasa Harus Bisa Semuanya

Tidak harus semuanya dikerjakan sendiri

Mungkin sudah waktunya working mom berhenti menganggap meminta bantuan sebagai tanda ketidakmampuan.

Rumah bukan tanggung jawab satu orang.

Mengurus anak bukan tugas satu orang.

Dan menjaga keluarga bukan berarti seorang ibu harus kehilangan dirinya sendiri.

Kalau bisa dibagi, ya dibagi.

Kalau bisa didelegasikan, ya delegasikan.

Kalau ada sesuatu yang sebenarnya tidak harus dilakukan hari ini, mungkin memang bisa ditunda.

Karena tidak semua hal harus selesai sekarang juga.

Kadang rumah sedikit berantakan tidak akan menghancurkan dunia.

Makan malam sederhana juga tetap makan malam.

Laundry menumpuk sehari bukan kiamat.

Dan anak tidak membutuhkan ibu yang sempurna.

Anak membutuhkan ibu yang hadir.

Working mom juga berhak punya hidup sendiri

Ada satu hal yang sering terlupakan.

Sebelum menjadi ibu, kita adalah seorang perempuan.

Punya kesukaan.

Punya mimpi.

Punya teman.

Punya waktu sendiri.

Punya hal-hal yang membuat kita bahagia.

Menjadi ibu tidak berarti semua itu harus hilang.

Menjadi working mom juga bukan berarti hidup kita hanya terdiri dari pekerjaan dan keluarga.

Kita boleh punya waktu untuk minum kopi sendirian.

Boleh jalan dengan teman.

Boleh membaca buku.

Boleh menonton drama sampai malam.

Boleh punya hobi.

Boleh melakukan sesuatu hanya karena kita menyukainya.

Tanpa harus mencari alasan produktif di baliknya.

Karena tidak semua yang kita lakukan harus punya manfaat untuk orang lain.

Ada hal-hal yang boleh dilakukan hanya karena kita menikmatinya.

Kenapa Working Mom Sering Merasa Harus Bisa Semuanya

Kita tidak harus menjadi perempuan yang bisa semuanya

Mungkin sudah waktunya mengganti kalimat:

“Aku harus bisa semuanya.”

Menjadi:

“Aku akan melakukan yang memang penting, dan aku akan meminta bantuan untuk sisanya.”

Karena menjadi working mom bukan perlombaan untuk membuktikan siapa yang paling kuat.

Kita tidak mendapatkan medali karena paling banyak mengorbankan diri.

Dan anak-anak kita juga tidak membutuhkan ibu yang kehabisan tenaga demi memastikan semuanya sempurna.

Mereka hanya membutuhkan ibu yang masih punya energi untuk memeluk mereka.

Untuk mendengarkan cerita mereka.

Untuk tertawa bersama.

Untuk hadir.

Jadi kalau hari ini kamu merasa tidak sanggup mengurus semuanya...

mungkin masalahnya bukan kamu kurang hebat.

Mungkin memang terlalu banyak yang selama ini kamu pikul sendirian.

Dan kamu tidak harus terus begitu.

Read More

Tentang Hal-Hal yang Dulu Kita Kejar, Tapi Sekarang Sudah Tidak Penting

Selasa, 01 September 2026

Ada banyak hal yang dulu rasanya penting sekali.

Sampai-sampai kita rela capek, kehilangan waktu tidur, menahan kecewa, bahkan membandingkan hidup sendiri dengan hidup orang lain hanya untuk mendapatkannya.

Tentang Hal-Hal yang Dulu Kita Kejar, Tapi Sekarang Sudah Tidak Penting
Read More

Ketika Vertigo Menyerangku, Oke, Saatnya Hidup Lebih Sehat Lagi Demi Diri Sendiri, Anak dan Suami

Senin, 24 Agustus 2026

Ada kalanya tubuh memberi kita peringatan dengan cara yang tidak bisa diabaikan.

Bukan lewat reminder.

Bukan lewat notifikasi.

Bukan lewat kalender yang penuh.

Tapi lewat satu kondisi yang membuat kita akhirnya berhenti sejenak dan berpikir,

“Oke... mungkin sudah waktunya aku lebih memperhatikan diri sendiri.”

Ketika Vertigo Menyerangku, Oke, Saatnya Hidup Lebih Sehat Lagi Demi Diri Sendiri, Anak dan Suami
Read More

Aku Sudah Tidak Ingin Menjelaskan Diriku kepada Semua Orang

Rabu, 19 Agustus 2026

Dulu aku pikir, kalau ada orang yang salah memahami kita, berarti kita harus menjelaskan.

Kalau ada yang salah menilai, kita harus meluruskan.

Kalau ada yang menganggap kita begini padahal kenyataannya begitu, kita merasa perlu memberikan penjelasan panjang lebar.

Karena rasanya tidak nyaman ketika orang lain punya cerita tentang kita yang tidak sesuai kenyataan.

Apalagi kalau kita tahu bahwa cerita itu tidak benar.

Aku Sudah Tidak Ingin Menjelaskan Diriku kepada Semua Orang
Read More

Working Mom Juga Punya Hak untuk Capek

Sabtu, 15 Agustus 2026

Ada satu kalimat yang menurutku sering banget dialami working mom:

“Aku capek.”

Tapi setelah mengucapkannya, entah kenapa kita langsung merasa bersalah.

Working Mom Juga Punya Hak untuk Capek
Read More

Menjadi Ibu dari Anak Remaja: Antara Ingin Melindungi dan Harus Memberi Ruang

Selasa, 11 Agustus 2026

Ada satu fase dalam perjalanan menjadi ibu yang diam-diam cukup bikin hati campur aduk.

Ketika anak mulai besar.

Bukan lagi anak kecil yang setiap pergi harus digandeng tangannya.

Bukan lagi anak yang setiap beberapa menit bertanya, “Mama di mana?”

Sekarang dia mulai punya dunia sendiri.

Menjadi Ibu dari Anak Remaja
Read More

Ada Fase dalam Hidup Ketika Kita Cuma Ingin Hidup yang Biasa-Biasa Saja

Jumat, 07 Agustus 2026

Dulu, rasanya hidup harus selalu punya target.

Harus ada yang dikejar. Harus ada yang dicapai. Harus ada sesuatu yang bisa dibanggakan.

Ada Fase dalam Hidup Ketika Kita Cuma Ingin Hidup yang Biasa-Biasa Saja
Read More

Review Pengalaman Suntik Booster Vitamin C dan Vitamin B Kompleks di Primecare Clinic Panglima Polim, Jakarta Selatan

Senin, 03 Agustus 2026

Jujur ya...

Menjadi orang dewasa ternyata bukan soal kuat atau nggaknya kita menghadapi hidup.

Tapi soal... seberapa pintar kita merawat diri, supaya tetap bisa menjalankan semua peran yang kita punya.

Review Pengalaman Suntik Booster Vitamin C dan Vitamin B Kompleks di Primecare Clinic Panglima Polim, Jakarta Selatan
Read More

Seporsi Adab yang Sering Terlupakan: Tentang Bertanggung Jawab atas Luka yang Kita Berikan

Jumat, 31 Juli 2026

Sering kali kita fokus pada niat baik, tetapi lupa bahwa orang lain merasakan dampak dari tindakan kita. Yuk belajar tentang adab, empati, dan kedewasaan dalam menyikapi konflik melalui refleksi sederhana yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. 

Seporsi Adab yang Sering Terlupakan Tentang Bertanggung Jawab atas Luka yang Kita Berikan
Read More