Kalau ditanya, “lagi belajar apa sekarang?” jawabannya mungkin bukan satu hal yang spesifik. Lebih ke… perjalanan. Perjalanan belajar yang pelan-pelan membentuk cara pandang, cara kerja, dan bahkan arah yang ingin aku tuju ke depan.
Tahun 2026 ini, aku mulai melihat ke belakang—dan menyadari bahwa proses belajar yang aku jalani selama ini bukan sesuatu yang instan. Semua berawal dari rasa penasaran, lalu berkembang jadi pengalaman, dan akhirnya menjadi bekal yang lebih matang.
Belajar dari Rasa Penasaran (Otodidak & Informal)
Di awal, aku banyak belajar secara otodidak dan informal. Dari membaca artikel, mengikuti webinar, sampai mengamati berbagai praktik di dunia CSR dan sustainability.
Dari situ, aku mulai mengenal konsep Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Sustainability, hingga Creating Shared Value (CSV). Pelan-pelan, aku memahami bahwa CSR bukan hanya soal kegiatan sosial, tapi tentang bagaimana perusahaan bisa menciptakan dampak yang berkelanjutan.
Walaupun belajarnya tidak selalu terstruktur, justru proses ini membuatku lebih terbiasa mencari tahu, menggali informasi, dan memahami konteks secara mandiri.
Menguatkan dengan Pembelajaran Formal
Seiring waktu, aku mulai merasa perlu memperdalam pemahaman secara lebih terarah. Di sinilah aku mulai masuk ke pembelajaran formal.
Aku belajar bagaimana merancang program TJSL dan CSV dengan pendekatan yang lebih strategis. Tidak hanya fokus pada kegiatan, tapi juga pada tujuan, dampak, dan keberlanjutan program.
Beberapa hal yang aku pelajari antara lain:
- Penyusunan program TJSL dan CSV yang berbasis kebutuhan masyarakat
- Penyusunan proposal program yang terstruktur dan meyakinkan
- Penentuan indikator keberhasilan program
- Penyusunan laporan TJSL dan sustainability yang komprehensif
Di tahap ini, aku mulai merasa cara berpikirku lebih sistematis dan terarah.
Belajar Langsung dari Praktisi
Salah satu pengalaman belajar yang paling berkesan adalah ketika aku berkesempatan belajar langsung dari praktisi.
Di sini, aku tidak hanya memahami teori, tapi juga melihat bagaimana implementasinya di lapangan. Aku belajar:
- Cara menyelaraskan program TJSL dan CSV dengan strategi bisnis perusahaan
- Teknik menyusun proposal yang tidak hanya informatif, tapi juga persuasif
- Cara menyusun laporan yang tidak hanya berisi data, tetapi juga mampu menyampaikan cerita dampak
Belajar dari praktisi memberiku perspektif yang lebih realistis—bahwa setiap program memiliki tantangan, dan di situlah peran strategi dan kreativitas menjadi sangat penting.
Pengalaman sebagai CSR Staff (Juni 2023 – November 2025)
Perjalananku sebagai CSR Staff dari Juni 2023 hingga November 2025 menjadi salah satu fase paling penting dalam proses belajar ini.
Dalam peran tersebut, aku terlibat dalam berbagai aktivitas yang tidak hanya memperkaya pengalaman, tetapi juga memperkuat pemahamanku tentang implementasi TJSL dan sustainability di dunia kerja.
Beberapa tanggung jawab yang aku jalani antara lain:
- Mendukung perencanaan dan pelaksanaan program TJSL perusahaan
- Menyusun dan mengelola dokumentasi kegiatan CSR
- Berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal
- Terlibat dalam berbagai kegiatan perusahaan, termasuk di level holding
- Mengelola komunikasi program melalui media sosial dan platform digital
- Berkontribusi dalam penyusunan laporan kegiatan CSR dan sustainability
Selain itu, aku juga pernah terlibat dalam pengembangan program berbasis komunitas yang melibatkan berbagai stakeholder. Pengalaman ini mengajarkanku pentingnya kolaborasi, komunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat.
Belajar yang Terus Berjalan
Sampai hari ini, aku masih berada dalam proses belajar. Tapi mungkin memang itu esensinya—belajar bukan tentang mencapai titik akhir, melainkan tentang bagaimana kita terus berkembang.
Tahun 2026 ini, aku memilih untuk terus memperkuat bekal. Bukan hanya dari sisi pengetahuan, tapi juga dari pengalaman dan cara berpikir.
Karena pada akhirnya, belajar bukan hanya untuk tahu lebih banyak, tapi untuk bisa memberi dampak yang lebih berarti.





Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisanku ini, bahagia deh rasanya kalo kamu bisa berkomentar baik tanpa ngasih link apapun dan enggak SPAM. :)