Kalau kamu lagi baca ini sambil ngopi, kita satu frekuensi.
Aku tuh tipe orang yang tiap beberapa waktu sekali bilang ke diri sendiri: “Mulai besok harus hidup lebih sehat.” Minum air putih cukup, kurangin gula, tidur lebih teratur… ya walaupun realitanya gak selalu sesuai rencana 😄
Tapi ada satu usaha kecil yang lumayan konsisten aku lakuin: selalu bawa dan pakai tumbler.
Lucunya, aku punya lebih dari satu tumbler. Bahkan… lebih dari yang benar-benar aku pakai.
Beberapa aku beli sendiri karena “lucu banget, pasti kepakai.” Beberapa lagi hadiah dari orang-orang terdekat—yang jelas gak mungkin dibuang, karena ada rasa di baliknya. Tapi ya gitu, ujung-ujungnya cuma jadi pajangan rapi di rak. Estetik sih, tapi fungsinya… ya gitu deh.
Dari sekian banyak tumbler itu, sekarang cuma dua yang benar-benar setia nemenin hari-hariku.
Dan dua-duanya punya peran yang cukup penting.
Di meja kerjaku di kantor, selalu ada dua tumbler ukuran 1 liter. Satu aku dedikasikan khusus untuk kopi favoritku, dan satu lagi untuk air putih.
Sebagai pecinta kopi (yang kadang levelnya udah kayak kebutuhan pokok ðŸ˜), aku lebih suka racik sendiri kopi di kantor. Ada kepuasan tersendiri waktu bikin kopi sesuai mood. Lagi butuh fokus? Bikin yang strong. Lagi pengen santai? Bikin yang lebih ringan.
Tumbler kopi ini tuh ibarat “mood booster”. Teman setia di tengah kerjaan numpuk, deadline yang kadang suka gak kenal waktu, dan hari-hari yang rasanya panjang banget.
Tapi di sisi lain, aku juga sadar satu hal penting: tubuh ini gak bisa cuma diisi kopi terus.
Ada kebutuhan yang sering banget kita abaikan—minum air putih yang cukup. Minimal 2,5 liter sehari. Kedengarannya gampang, tapi percaya deh… sering banget kelupaan.
Makanya aku sengaja punya tumbler kedua, khusus air putih.
Dan surprisingly, ini salah satu kebiasaan kecil yang cukup ngaruh.
Setiap kali lihat tumbler air putih itu masih penuh, rasanya kayak ditegur halus: “Halo, kamu belum minum hari ini.” Dari situ aku jadi lebih aware, dan pelan-pelan mulai terbiasa buat minum lebih banyak.
Jadi sekarang, dua tumbler di mejaku itu bukan sekadar wadah minum.
Mereka kayak representasi dua sisi hidupku.
Terus gimana dengan tumbler-tumbler lain yang sekarang cuma jadi pajangan?
Jujur, aku gak pernah benar-benar menyesal punya mereka.
Karena setiap tumbler itu datang dengan ceritanya sendiri.
Ada yang aku beli sebagai bentuk self-reward setelah melewati hari-hari berat. Ada yang dikasih sebagai hadiah—kecil, tapi hangat. Walaupun sekarang gak dipakai setiap hari, mereka tetap punya tempat.
Mungkin memang gak semua yang kita punya harus terus digunakan untuk tetap berarti.
Kadang, cukup pernah jadi bagian dari cerita kita aja.
Sekarang aku jadi lebih sadar—bukan soal punya banyak, tapi soal pakai yang benar-benar dibutuhkan.
Dan buatku, dua tumbler itu sudah cukup.
Balance yang sederhana, tapi nyata.
Lucunya, fase “niat hidup sehat tapi masih butuh kopi” ini ternyata relate juga buat banyak orang, termasuk beberapa teman blogger yang sering aku baca tulisannya. Salah satunya dari blogger rafahlevi yang pernah bahas gimana kebiasaan kecil seperti ngopi ternyata bukan cuma soal kafein, tapi juga tentang self-reward di tengah hidup yang padat. Apalagi buat kalangan blogger film Bandung yang sering begadang nonton atau review film dan drama korea sampai malam, kopi dan tumbler favorit tuh kadang udah jadi “teman hidup” yang susah dipisahkan 😠Jadi ya… mungkin definisi hidup sehat versi kita memang bukan langsung sempurna, tapi mulai pelan-pelan sambil tetap menikmati hal-hal kecil yang bikin waras.
Karena di tengah niat hidup sehat yang kadang naik turun, dan kebiasaan ngopi yang susah banget dilepas… setidaknya aku masih berusaha.
Pelan-pelan.
Lewat hal kecil.
Kayak cerita tumbler kesayanganku ini.
%201.png)
%202.png)
%203.png)
%204.png)
%205.png)
%206.png)
Beneran ini sih sefrekuensi, bahkan persis yang aku lakuin setiap pagi, sebelum buka laptop. Grinder dulu, sambil manasin air, sambil grinder, wadahin air putih ke gelas tutup seperti tumbler, cuma bedanya kalo kopi selalu pake gelas, karena satu gelas udah cukup sampe pulang lagi. Sebelah kiri gelas kopi, sebelah kanan gelas tumblernya. Biar seimbang antara minum kopi sama minum air putih. segelas kopi sehari insya Allah sehat ya...
BalasHapusBener banget dirumah juga banyak tumbler tapi yang dipake itu2 saja hihihihi....
BalasHapusUntungnya kalo aku air putih dh semacam kebutuhan setiap minum manis pasti harus dinetralkan dengan air putih dan lagi pengen beli nie tumbler kecil klo beli kopi2 ituuu mau mencoba berperan serta untuk mengurangi limbah plastik
Gimana yaa, kopi itu butuh banget untuk keseimbangan hidup, hehehe
BalasHapusBawa Tumbler kemanapun juga udah jadi suatu prestasi dong, ibarat kata sedia air sebelum haus juga, gak cuma kebutuhan
Kopi jadi favorit banyak orang, ada kalanya jadi kaya nambah energi setelah suntuk melanda. Tapi emang ya harus diperhatiin lagi takarannya agar ga berlebihan sebab berpengaruh juga pada kesehatan
BalasHapusLagi berusaha juga bawa tumbler sendiri kalau jajan minuman. Walaupun jadinya cuma buat yang minumannya diracik ya, dan itu pun kadang yang menakarnya tetap pakai gelas plastik dulu huhuhu, karena memang sudah ada standarnya sih ya. Tapi enaknya jadi lebih awet hangat atau dingin sesuai dengan kebutuhan, jadi nggak keburu terlalu encer es tehnya misalnya (karena es batunya keburu mencair), ketika dinikmati agak nanti-nanti.
BalasHapusKAAAKKK KITA SEFREKUENSI! Aku juga, kopi udah kayak kebutuhan pokok, malah belakangan nambah lagi porsinya karena lagi setresss hahahaha. But yes, untungnya aku juga nggak susah minum air putih dan gak males jalan kaki, jadi (rasanya) masih sehat, dilihat dari warna urin.
BalasHapusSemangat buat kita!
Manajemen tumbler-nya bagus sekali Mbak. Dua cukup, satu untuk kopi satu lagi untuk air putih. Aku so far, cuma pakai satu tumbler untuk air putih saja. Kalau pergi-pergi, masih jarang bawa kopi sendiri. Palingan masih beli, huft.
BalasHapusMba, ceritanya hangat banget sih. Aku suka setiap kalimat di dipilih dan disatukan. Seolah lagi ngajak pembaca ngobrol tentang tumbler kesayangan, tumbler favorit, dan upaya buat menjaga keseimbangan asupan air putih disertai kopi.
BalasHapusDua tumbler yang amat berarti untuk menemani keseharian.
Kadang iyaayaa.. kita teringat akan satu barang yang rasanya jarang sekali dipakaiii..
BalasHapusKayak tumbler iniii.. suka disindir sama suami jugaa "Katanya mau ramah lingkungan.. tapi beli tumbler teruuss.."
HUhuhu.. akhirnya aku menyerah. Tumbler tumbler uda berenti ga kumpulin lagiii.. eeetapii.. malah dikasih dari neneknya anak-anak.. katanya buat bekel anak-anak sekolah. Iya juga sih yaa.. tapi kalo ngasihnya sampe lebih dari jumlah anakku kaan.. aku juga yang seneng yaak.. hehehe..
Toss dulu samaan kita mba air
BalasHapusDisatu sisi kita pengen terapin pola hidup sehat dengan mengkonsumsi banyak air putih, disatu sisi kita juga gak bisa lepas dari kopi hehehe