Aku [PERNAH] Kehilangan Diriku Setelah Menjadi Ibu, dan Butuh Waktu untuk Menemukannya Kembali

Rabu, 29 Juli 2026

Dulu, kalau ada yang bertanya tentang diriku, aku bisa menjawab dengan mudah.

Aku suka menulis.

Aku suka menghabiskan waktu di kedai kopi sambil membawa laptop atau buku.

Aku suka berjalan tanpa tujuan, hanya untuk menikmati sore.

Aku juga suka bermimpi. Tentang banyak hal yang ingin kulakukan suatu hari nanti.

Aku [PERNAH] Kehilangan Diriku Setelah Menjadi Ibu, dan Butuh Waktu untuk Menemukannya Kembali

Lalu aku menikah.

Menjadi seorang istri.

Tak lama kemudian, menjadi seorang ibu.

Dan sejak saat itu, tanpa benar-benar kusadari, jawaban tentang "siapa aku" mulai berubah.

Sekarang, kalau ada yang bertanya siapa diriku, mungkin aku akan menjawab, "Aku ibu dari..."

Atau, "Aku bekerja di..."

Jawaban itu memang tidak salah.

Tapi di suatu titik, aku mulai bertanya dalam hati.

Kalau semua peran itu dilepas sebentar, siapa sebenarnya aku?

Aku [PERNAH] Kehilangan Diriku Setelah Menjadi Ibu, dan Butuh Waktu untuk Menemukannya Kembali

Ketika Semua Orang Membutuhkan Kita

Menjadi ibu adalah salah satu anugerah terbesar dalam hidupku.

Tidak ada penyesalan sedikit pun tentang itu.

Melihat anak bertumbuh, mendengar tawanya, atau sekadar menemaninya bercerita di penghujung hari adalah kebahagiaan yang sulit digantikan.

Namun, menjadi ibu juga mengubah hampir seluruh hidupku.

Waktuku berubah.

Prioritasku berubah.

Rutinitasku berubah.

Bahkan, hal-hal kecil yang dulu terasa biasa kini harus dipikirkan berkali-kali.

Mau membaca buku? Tunggu anak tidur dulu.

Mau menonton film? Nanti saja kalau pekerjaan rumah selesai.

Mau menulis? Besok saja, hari ini badan sudah terlalu lelah.

Hari berganti minggu.

Minggu berganti bulan.

Tanpa sadar, aku mulai berhenti melakukan banyak hal yang dulu membuatku merasa menjadi diriku sendiri.

Aku [PERNAH] Kehilangan Diriku Setelah Menjadi Ibu, dan Butuh Waktu untuk Menemukannya Kembali

Aku Bahagia Menjadi Ibu, Tapi Aku Juga Merindukan Diriku yang Dulu

Kalimat ini mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang.

Padahal keduanya bisa berjalan berdampingan.

Aku mencintai peranku sebagai ibu.

Tapi aku juga merindukan perempuan yang dulu punya waktu untuk mengejar hobinya, menikmati kesunyian, atau sekadar duduk tanpa memikirkan daftar pekerjaan.

Butuh waktu cukup lama sampai akhirnya aku berani mengakui perasaan itu.

Karena sering kali kita takut dianggap egois.

Takut dibilang kurang bersyukur.

Padahal, merindukan diri sendiri bukan berarti kita tidak mencintai keluarga.

Justru itu tanda bahwa ada bagian dari diri kita yang sedang meminta perhatian.

Aku [PERNAH] Kehilangan Diriku Setelah Menjadi Ibu, dan Butuh Waktu untuk Menemukannya Kembali

Ternyata Aku Tidak Sendirian

Suatu hari aku membaca cerita dari seorang ibu lain.

Ia menulis, "Aku lupa kapan terakhir kali membeli sesuatu hanya karena aku menyukainya."

Kalimat itu sederhana.

Tapi entah kenapa membuatku berhenti cukup lama.

Aku sadar, ternyata banyak perempuan mengalami hal yang sama.

Ada yang berhenti melukis.

Ada yang tidak pernah lagi membaca novel.

Ada yang meninggalkan musik.

Ada yang lupa rasanya menikmati secangkir kopi tanpa terburu-buru.

Bukan karena mereka tidak ingin.

Tetapi karena setiap hari selalu ada kebutuhan orang lain yang lebih dulu dipenuhi.

Dan pelan-pelan, kebutuhan diri sendiri bergeser ke urutan paling belakang.

Belajar Mengenal Diri Lagi, Pelan-Pelan

Aku pernah berpikir, untuk menemukan diriku kembali, aku harus punya banyak waktu luang.

Ternyata tidak.

Semuanya justru dimulai dari hal-hal kecil.

Menyeduh kopi favorit di pagi hari.

Menulis beberapa paragraf sebelum tidur.

Membaca lima halaman buku.

Berjalan kaki sambil mendengarkan lagu yang kusukai.

Awalnya terasa biasa saja.

Namun lama-kelamaan aku merasa seperti sedang berkenalan lagi dengan seseorang yang sudah lama tidak kutemui.

Dan seseorang itu adalah diriku sendiri.

Aku mulai sadar bahwa menjadi ibu bukan berarti berhenti menjadi perempuan dengan mimpi, hobi, dan keinginan.

Aku tetap bisa mencintai keluargaku sepenuh hati, tanpa harus menghapus identitasku sendiri.

Aku [PERNAH] Kehilangan Diriku Setelah Menjadi Ibu, dan Butuh Waktu untuk Menemukannya Kembali

Menjadi Ibu Tidak Menghapus Siapa Dirimu

Kalau hari ini kamu merasa sudah lama tidak melakukan hal yang kamu sukai...

Kalau kamu bahkan lupa kapan terakhir kali punya waktu untuk dirimu sendiri...

Kalau kamu mulai bertanya, "Aku sekarang sebenarnya siapa?"

Percayalah.

Kamu tidak sendirian.

Mungkin selama ini kamu hanya terlalu sibuk merawat semua orang, sampai lupa merawat dirimu sendiri.

Dan tidak apa-apa.

Karena menemukan diri sendiri bukan perlombaan.

Kamu tidak harus kembali menjadi dirimu yang dulu.

Mungkin versi dirimu sekarang memang sudah berbeda.

Lebih dewasa.

Lebih kuat.

Lebih penuh kasih.

Yang terpenting adalah kamu tetap memberi ruang bagi dirimu untuk tumbuh.

Karena di balik semua peran yang kamu jalani...

Tetap ada seorang perempuan yang juga ingin didengar, dihargai, dan dicintai.

Termasuk oleh dirinya sendiri.

Kalau Hari Ini Kamu Merasa...

Sudah lama tidak melakukan hobi yang kamu sukai.

Bingung menjawab pertanyaan, "Apa yang membuatmu bahagia?"

Merasa hidupmu hanya berisi pekerjaan dan tanggung jawab.

Rindu dengan versi dirimu yang dulu.

Pelan-pelan ya...

Mungkin kamu tidak kehilangan dirimu.

Kamu hanya sedang dalam perjalanan untuk mengenalnya kembali.

Aku [PERNAH] Kehilangan Diriku Setelah Menjadi Ibu, dan Butuh Waktu untuk Menemukannya Kembali

Secangkir Kopi untuk Hari Ini

Kalau suatu hari nanti anakmu sudah tumbuh besar dan mulai menjalani hidupnya sendiri...

Aku berharap saat itu kamu tidak merasa asing dengan dirimu sendiri.

Aku berharap kamu masih punya mimpi yang ingin dikejar.

Masih punya buku yang ingin dibaca.

Masih punya tempat yang ingin dikunjungi.

Masih punya cerita yang ingin ditulis.

Karena menjadi ibu adalah bagian dari hidupmu.

Bukan seluruh identitasmu.

Jadi hari ini, luangkan sedikit waktu untuk melakukan satu hal yang benar-benar kamu sukai.

Bukan karena itu akan membuatmu lebih produktif.

Tapi karena itu akan mengingatkanmu bahwa sebelum menjadi ibu, istri, atau karyawan...

Kamu adalah dirimu sendiri.

Dan perempuan itu juga layak untuk dibahagiakan.

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisanku ini, bahagia deh rasanya kalo kamu bisa berkomentar baik tanpa ngasih link apapun dan enggak SPAM. :)