Dulu, saat masih hamil, memilih nama ternyata jauh lebih sulit daripada memilih warna baju bayi atau motif stroller. Aku dan suami membuka entah berapa banyak daftar nama. Ada yang terdengar indah, tetapi maknanya biasa saja. Ada yang maknanya bagus, tetapi lidah kami terasa asing saat mengucapkannya. Sampai akhirnya kami menemukan dua kata yang rasanya pas. Bukan hanya enak didengar, tetapi juga menjadi doa yang ingin kami panjatkan setiap hari. Itulah awal mula nama Darell Adhibrata.
