My Polyvore Set



Jumat, 24 November 2017

Jerawat Manja Tak Kunjung Hilang, Bisa Jadi Hiperandrogen?




Coba deh sebutin hal-hal yang bikin wanita manapun stress? Kalo aku sih kepikiran dua hal, gendut dan jerawatan. Etapi, kalo gendut mah aku bisa selow selow aja sis. Tapi kalo jerawatan, waduh! Serasa dunia ini berakhir sis! Iya kan iya kan? (nyari temen).

Selain bisa bikin menurunkan kadar kepercayaan diri turun drastic ke angka 0 tapi juga rasa nyut-nyutannya itu lho. Bawaannya emosi ya. Kulit wajahku termasuk yang enggak terlalu bermasalah sama jerawat. Hanya, saat memasuki usia kepala 3, entah kenapa tiba-tiba jerawat manja ini nongkrong di wajahku dan horornya lagi banyak.


Hasil gambar untuk hiperandrogen

Ibarat pepatah “mati satu tumbuh seribu”, hal inilah yang terjadi di wajahku. Layaknya panen, makin banyak aja gitu. Sumpah deh, segala cara udah aku coba buat meredam jerawat dan kawan-kawannya ini numbuh di wajahku. Dan perlu waktu selama hampir dua tahun untuk mengembalikan kondisi wajahku jadi seperti sekarang ini.

Sempat ke klinik kecantikan dan ke dokter kulit, tapi belum menjelaskan secara gamblang kenapa tiba-tiba kulit wajahku jerawatan dan meradang pulak. Well, akhirnya hal ini terjawab saat aku menghadiri event GueSehat.com di Better Chocolate than Never akhir pekan yang lalu.



Apa itu GueSehat.com?

Sebelum aku ngasih tau jawaban dari timbulnya jerawat di wajahku yang meradang itu, aku infoin ke kamu semua satu portal layanan kesehatan yang super lengkap yaitu GueSehat.com.

Guesehat.com menyediakan informasi medis dan jasa layanan konsultasi dengan dokter terpercaya secara gratis yang dapat diakses kapan pun dan dimana pun. Keunggulan aplikasi GueSehat.com yaitu memiliki fitur symptom checker yang dapat membantu pengguna mendapatkan informasi seputar gangguan kesehatan yang sedang dialami.

Lebih dari itu, sebagai user GueSehat.com kamu juga bisa berbagi informasi kesehatan dengan menulis artikelnya langsung di aplikasinya. Karena itu, yuk cuss install aplikasi GueSehat.com di sini





GueSehat.com merupakan wadah terbaik kamu untuk berbagi cerita dan pengalaman orang lain seputar kesehatan. Nantinya nih, kamu bisa menemukan banyak banget informasi seputar kesehatan, wanita, gaya hidup , dan sex relationship. 

Buat kamu yang passionnya menulis, GueSehat.com tempat yang tepat untuk menyalurkan passion kamu tersebut. Bahkan kamu juga bisa jadi penulis tetap trus menginspirasi orang lain dari tulisan kamu itu. Menarik kan? Lagian ya, menurut Co-Founder GueSehat.com Tiffany Robyn buat kamu-kamu yang rajin dan istiqomah mengirimkan pengalaman dan berbagi cerita di GueSehat.com berkesempatan untuk memenangkan MacBook lho. Triple Double Wow kan :)





Nah, GueSehat.com cukup rutin mengadakan event yang bertujuan untuk mengajak semua netizen untuk menjaga kesehatan bareng-bareng seperti tagline yang dimilikinya "Serunya Sehat Bareng-bareng!" 

Salah satu eventnya GueSehat,com yang aku hadiri yaitu event yang membahas seputar Hiperandrogen bertajuk "Waspadai Hyperandrogen! Penyebab Jerawat Membandel pada Wanita".


Apa Itu Hiperandrogen?

Hiperandrogen adalah kondisi kelebihan hormon pada wanita yang merupakan salah satu gangguan paling umum yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan kaum hawa.

Menurut dr. Haekal Yassier Anhari M. Biomed (AAM), hormon androgen memang dikenal sebagai hormon pria. Tapi, ternyata wanita juga memilikinya lho. Hormon androgen pada wanita dibutuhkan untuk pertumbuhan bulu-bulu pada tubuh. 


Namun, kamu perlu waspada kalo hormon androgen pada tubuhmu lebih dari 1%, inilah yang disebut dengan hiperandrogen, dimana sebagai penyebab jerawat muncul. Dalam jumlah yang sedikit saja, hormon bisa menyebabkan perubahan besar pada seluruh tubuh. Penurunan ataupun kelebihan hormon dapat berimbas hal serius pada tubuh kamu. 

Gejala Hiperandrogen

Di Indonesia sendiri, kasus hiperandrogen lebih banyak ditemui pada wanita usia produktif antara 15-35 tahun. Kurang lebih sekitar 10% dari populasi wanita yang mengalami hiperandrogen disertai dengan keluhan menstruasi atau sindrom ovarium polikistik (PCO).

Hiperandrogen ini dapat dikenali setidaknya melalui beberapa gejala klinis seperti peradangan kulit bagian atas (seborrhea), tumbuhnya rambut pada bagian wanita yang tak biasa (hirsustism), serta kebotakan yang diawali dengan rambut rontok (alopecia).



Timbulnya jerawat parah dan meradang pada wanita juga menjadi salah satu gejala hiperandrogen lho. Jerawat-jerawat ini timbul karena hormon androgen yang berlebihan sehingga menyebabkan kulit wanita memproduksi sebum atau minyak yang berlebih.

Produksi sebum berlebih ini kemudian akan menutup folikel kulit yang terbuka. Logikanya nih, sebum atau minyak kan media yang ideal bagi bakteri. Nah dengan menumpuknya sebum atau minyak ini dapat meningkatkan jumlah bakteri P acne dan kemudian menyebabkan peradangan atau jerawat.

Saat dr. Haekal Yassier Anhari M. Biomed (AAM) menjelaskan hal ini aku langsung teringat akan timbulnya jerawat-jerawat manja membandel yang bikin gengges di kulit wajahku 3 tahun yang lalu. Hmm.. jadi sebenarnya saat itu aku mengalami hiperandrogen ya. Mayan bikin stres lho sis. 


Apa Bedanya Jerawat Biasa dengan Jerawat Hiperandrogen?

dr. Haekal Yassier Anhari M. Biomed (AAM) pun menambahkan, jerawat akibat hiperandrogen cenderung lebih sulit diatasi jika dibandingkan jerawat biasa. Hal ini dikarenakan, jerawat yang timbul akibat hiperandrogen kondisinya cukup parah dan berpotensi menimbulkan scar atau bekas luka yang cukup sulit hilang jika dibiarkan dalam jangka waktu lama.



Jerawat akibat hiperandrogen juga umumnya tumbuh di berbagai area tubuh dengan densitas minyak yang banyak seperti area T pada wajah, rahang, hingga lipatan dada dan punggung. Trus bisa disembuhin enggak sih? Bisa kok, dr. Haekal Yassier Anhari M. Biomed (AAM) menginformasikan salah satu obat yang bisa digunakan untuk mengatasi jerawat akibat hiperandrogen yaitu kontrasepsi  oral atau pil kontrasepsi. 

Pil kontrasepsi ini mampu mengatasi jerawat hiperandrogen karena kombinasi estrogen dan progesteron. Estrogen akan meningkatkan produksi protein pengikat androgen yang dihasilkan oleh hati sehingga hormon androgen bebas pada wanita akan menurun. Selain itu, progesteronnya juga bersifat antiandrogen sehingga jumlah hormon androgen bebas pun akan turun.

Dampak Lain dari Hiperandrogen 

Tak hanya masalah kulit yang timbul akibat dari hiperandrogen, dampak negatif lainnya yaitu terjadi pada kesehatan dan kesuburan wanita. Gejala umum yang paling terlihat yaitu menstruasi yang tidak teratur.

Jadi kalo menstruasi kamu tidak teratur dalam jangka waktu yang cukup lama, sebaiknya sih konsultasikan ke dokter dan lakukan tes hormon. Agar dapat diatasi dengan cepat ya sis. 



Make Up Session

Tak hanya pemaparan dari dr. Haekal Yassier Anhari M. Biomed (AAM) tentang hiperandrogen, para peserta yang hadir pun dimanjakan dengan hadirnya Mbak Rima Wira Sakti, owner Itje Her Hair & Beauty yang memberikan Make Up Session serta tips seputar make up.

Tips yang dibagikan oleh Mbak Rima bermanfaat banget deh, seperti: 
1. Cara bikin alis yang ciamik dan sejajar
2. Pengaplikasian foundation yang benar
3. Produk skincare yang baik untuk kulit yang berjerawat
4. Bedanya BB dan CC cream
5. Pengaplikasian eyeshadow untuk smokey look
6. Lebih baik bedak tabur atau compact powder? 






Mbak Rima sangat loyal sama ilmu per-makeup-an, ini terlihat saat diberikannya waktu bertanya untuk semua peserta yang hadir. Banyak yang bertanya tentang skincare yang baik untuk kulit yang berjerawat serta tips & trick pengaplikasian make up yang benar. 

Wah, double happy deh pokoknya ikutan event GueSehat.com! Banyak ilmu yang bermanfaat dan berfaedah buat kita-kita. Karena Gue Sehat, Serunya Sehat Bareng-bareng! :)

Semoga sharing yang aku sampaikan ini bermanfaat ya kak :) 





17 komentar:

  1. banyak aplilaksi2 yang mumpuni ya termasuk ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Artikel di Gue Sehat bagus-bagus mba :)

      Hapus
  2. Coba instal guesehat ah... Soalnya ini kebutuhan aku banget hikzzz lg punya banyak masalah huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. cuss instal trus jadi tulis artikel juga ya biar bisa dapatin hadiah

      Hapus
  3. Setelah baca ini, aku jadi yakin sekarang aku lagi ngalamin Hiperandrogen. Secara jerawatan mulu, hiks. Thanks infonya teh Aie :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masama Nessa,seneng deh nulis sesuatu bisa bermanfaat :)

      Hapus
  4. Halo,
    Ini adalah untuk memberitahu orang ramai bahawa Puan Henrietta Fernando, pemberi pinjaman pinjaman swasta telah membuka peluang kewangan kepada sesiapa yang memerlukan sebarang bantuan kewangan. Kami memberi pinjaman pada kadar faedah 2% untuk individu, syarikat dan syarikat di bawah terma dan syarat yang jelas dan difahami. Hubungi kami hari ini melalui e-mel di: (henriettafernandoloanfirm@gmail.com)

    BalasHapus
  5. Makasih sharingnya mba, nambah wawasan bgt :)

    BalasHapus
  6. Infonya lengkap..jadi paham ttg jerawat,langsung ah download gue sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk download Gue Sehat krn byk bgt artikel bermanfaat ttg kesehatan wanita lho ;)

      Hapus
  7. Wah, aku punya nih jerawat tak kunjung hilang, hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga jerawatnya lekas menghilang ya mba. asal jangan sayangnya yang hilang hehhe

      Hapus
  8. Wajahku berminyak banget, tapi alhamdulillahnya ga seberapa muncul jerawat parah. Paling kalau mau dapet aja baru muncul beruntus-beruntus kecil. Tapi kalau ga rajin bersihin wajah, selamat datang jerawat hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener bgt tuh, bersihin muka setelah aktifitas penting banget

      Hapus