Selasa, 20 Agustus 2019

Jangan Manja! Kalau Deket Jalanin Aja….

Sejak pindah kantor, aku jadi semangat jalan kaki dan naik kendaraan umum. Alasannya sih karena akses transportasi umum dan jalur pedestriannya sangat memadai. Keluar dari gedung kantor langsung keliatan den halte Trans Jakarta & stasiun MRT terdekat. Udah gitu ya, jalur pedestriannya cukup lebar, tertata rapi, & bersih, jadi lebih nyaman untuk berjalan kaki dari halte Trans Jakarta ataupun stasiun MRT terdekat menuju kantor ataupun sebaliknya.

Menyadari badan ini harus digerakkan setiap hari, gak cuma duduk aja depan laptop, kenapa gak berjalan kaki aja. Toh, berjalan kaki gak perlu banyak alat, cukup sepatu yang setiap hari dipakai ke kantor sama estimasi waktu keberangkatan dari rumah ke kantor ataupun sebaliknya.


Kalau dipikir-pikir lagi ya, sebelum menikah dan punya anak kayak sekarang, aku tuh cukup rajin dan sering jalan kaki serta menggunakan kendaraan umum, lho. Sejak menikah, apa-apa dianter, dijemput, trus jadi manja deh. Lalu, kuajak aja suamiku buat ikutan naik transportasi umum, mobil kandangin aja di rumah. Hahahah… pas wiken atau keperluan mendesak aja baru keluarin dari kendang.

Lagian ya, dengan berjalan kaki sebenarnya banyak manfaat yang bisa didapat baik untuk kesehatan tubuh hingga manfaat mengurangi kemacetan dengan menggunakan kendaraan umum. Meski efeknya gak drastis sih kalau hanya satu orang aja yang melakukannya. Dibutuhkan kesadaran dari masyarakat serta fasilitas jalur pedestrian dan transportasi yang memadai tentunya.

10 Manfaat Berjalan Kaki Bagi Kesehatan Tubuh


Menariknya nih, jalan kaki termasuk olahraga sederhana yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Bener gak beb? Juga, manfaat jalan kaki tidak sesederhana kelihatannya, lho. Ada segudang manfaat dari berjalan kaki selama 30 menit dalam sehari yang bisa kamu rasakan, seperti:

1. Mengurangi gejala varises.

Jalan kaki setidaknya 30 menit bisa mengurangi pembengkakan yang terjadi, sehingga tidak terlihat lagi pembuluh darah vena yang menonjol dan terlihat di are betis.

2. Menurunkan risiko penyakit kronis. 

Peneliti di University of Boulder Colorado dan University of Tennessee menemukan fakta bahwa berjalan kaki rutin setiap hari bisa menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko stroke sebesar 20 hingga 40 persen. Tentunya ini bisa terjadi jika dilakukan secara rutin ya, beb.



3. Membuat suasana hati semakin baik.

Jika kamu rutin berjalan kaki mampu mengubah sistem saraf yang membuat suasana hati lebih baik dan menimbulkan rasa senang.
Apalagi jika hal ini dilakukan dengan yang terkasih, maka jalan kaki bisa semakin membuat hati senang dan bahagia. Suasana hati yang baik bikin kamu jadi lebih produktif dan positif dalam menjalani hari.

4. Jadi lebih kreatif. 

Sebuah penelitian tahun 2014 di Journal of Experimental Psychology, Learning, Memory, and Cognition, membuktikan bahwa berjalan kaki dapat memicu kreativitas juga, lho.

Saat berjalan kaki, biasanya otak akan memikirkan banyak hal sambil melihat-lihat lingkungan sekitar yang berujung pada ide kreatif berdatangan. Bener gak? Apalagi kalo berjalan kakinya sambil dengerin musik favorit.

5. Menurunkan berat badan. 

Berjalan kaki meningkatkan metabolisme tubuh dengan membakar kalori ekstra yang biasanya bertumpuk menjadi lemak. Nah, dengan berjalan kaki 30 menit sehari dapat membakar 200 kalori per minggunya.

Katherine Zeratsky, R.D., L.D. melalui mayoclinic.org menjelaskan bahwa berjalan kaki memang betul-betul bisa mengurangi berat badan tapi itu semua tergantung dari tiga hal: 
  1. Masalah intensitas berjalan kamu, apakah cepat atau lambat. Semakin cepat semakin bagus.
  2. Masalah durasi, semakin jauh durasinya maka semakin bagus.
  3. Masalah diet yang kamu jalani. Jika ingin menurunkan berat badan maka berolahraga itu penting, tapi memperhatikan kalori yang masuk ke tubuh jauh lebih penting.


6. Melancarkan sistem pencernaan. 

Sebuah penelitian yang di adakan di Jerman pada tahun 2008 yang lalu menemukan bahwa berjalan-jalan santai setelah makan dapat mempercepat pergerakan makanan yang ada di dalam tubuh. Itu artinya makanan yang baru saja kita konsumsi bisa jauh lebih cepat dicerna dari biasanya.

7. Melancarkan peredaran darah.

Jalan kaki di pagi hari dikenal ampuh dalam melancarkan sirkulasi darah. Mirip seperti kamu berjogging, saat berjalan, detak jantung menjadi lebih cepat dan darah pun terpompa ke seluruh bagian tubuh.

8. Menjaga kesehatan jantung.

Saat berjalan detak jantung menjadi lebih cepat. Ini membuat jantung menjadi lebih kuat. Selain itu, jalan kaki secara rutin dapat membantu menurunkan kadar kolestrol dan menjaga kadar gula darah lho.

9. Menghilangkan stress.

Sedang stres memikirkan masalah? Mungkin kamu bisa meredakannya dengan jalan kaki. Kok bisa? Ini karena saat jalan kaki, hormon endorfin akan muncul. Hormon yang satu ini membuat mood terasa lebih baik serta dapat mengurangi rasa cemas dan depresi.



10. Menjaga kebugaran tubuh.

Berjalan kaki dapat meningkatkan kebugaran tubuh dan menjaga sistem pernapasan. Selain itu, dengan melakukan jalan kaki secara rutin, sistem kekebalan tubuh pun akan meningkat sehingga kamu tidak akan mudah sakit.

Kampanye Jalan Hijau

Hari Senin kemarin, buat anak kereta ataupun pengguna setia MRT pasti ngeh saat turun di Stasiun Sudirman ataupun Stasiun MRT Dukuh Atas disambut oleh beberapa orang yang memakai kaos hijau dan membawa spanduk bertuliskan, “Jalan Kaki Akan Lebih Seru untuk Dapetin Angkutan Umum Andalan Kamu”, dan, “Cintai Lingkungan dan Tubuhmu, Jalan Kaki Tiap Hari.”

Kampanye yang digelar oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek atau disingkat BPTJ berlangsung di Jalan Kendal, Jakarta Pusat, yang juga dihadiri oleh Kepala BPTJ sebagai upaya untuk membangun budaya masyarakat hidup sehat, ramah lingkungan, dan murah.

Kampanye Jalan Hijau berlangsung selama 1 minggu yang dilakukan di beberapa titik di Jakarta, Depok, dan Bekasi. Makanya hari Senin kemarin tuh saat hendak masuk ke dalam Stasiun MRT Dukuh Atas, agak kaget juga kok ada ramai-ramai di sepanjang terowongan Jalan Kendal. 


Mengikuti hasrat kekepoan yang tiada tara aku pun nyamperin langsung ke salah satu booth yang ada di sana. Lalu salah satu taruni STTD Bekasi menghampiri dan menawarkan untuk mengisi beberapa questionnaire di dalam tab yang dia bawa. Yaudah, aku isi aja kan ya, setelah diisi eh aku dikasih tumbler berwarna merah ini beserta kipas tangan. Dari sana, aku dapatkan informasi kalau kampanye Jalan Hijau ini dilakukan sebagai pesan persuasif untuk masyarakat yang masih menggunakan kendaraan pribadi untuk mau beralih menggunakan angkutan umum massal.

Nyatanya, dalam sistem transportasi perkotaan berbasis angkutan umum massal, non motorized transportation (NMT) merupakan bagian yang terpisahkan dari penggunaan angkutan umum massal berbasis jalan (bus) maupun berbasis rel (kereta komuter, MRT, LRT, dll). Penggunaan angkutan umum massal baik berbasis rel ataupun jalan yang kemudian diikuti dengan aktifitas berjalan kaki baik first mile maupun last mile merupakan salah satu perwujudan konkret dari transportasi massal yang berkelanjutan atau ramah lingkungan. 

 
Latar Belakang Kampanye Jalan Hijau

Adapun hal yang melatarbelakangi kampanye Jalan Hijau ini adalah isu transportasi dan isu lingkungan/kesehatan. Jakarta dan kota di sekitarnya saat ini masih mengalami tingkat kemacetan yang semakin parah.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan, orang Indonesia sangat minim dalam hal berjalan kaki. Rata-rata hanya 3000 langkah/hari. Padahal, seharusnya minimal 6.000 langkah per hari atau idealnya 10.000 langkah/hari. Kondisi ini menyebabkan faktor resiko terkena penyakit non infeksi karena kurang gerak fisik. Data dari Kemenkes menunjukkan penyakit non infeksi karena kurang gerak fisik meningkat dari semula 26,1 % (2017) menjadi 33,5 % (2018).




Adapun dari sisi kesehatan, tingkat polusi di Jakarta selalu menunjukkan angka buruk pada musim kemarau ini. Jika terus dibiarkan, dampaknya terhadap kesehatan akan semakin serius. Karena itu, dengan berjalannya rangkaian aktivitas kampanye Jalan Hijau secara langsung akan berdampak pada pengurangan kemacetan dan kadar emisi gas buang di udara akibat penggunaan kendaraan bermotor yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas udara perkotaan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BPTJ memberikan apresiasi kepada para pejalan kaki dalam memanfaatkan angkutan umum massal di Jabodetabek. BPTJ juga mengajak partisipasi publik dalam mewujudkan sistem transportasi berkelanjutan melalui  kegiatan kampanye Jalan Hijau ini.

Jadi, yuk manfaatkan fasilitas angkutan umum massal untuk beraktivitas sehari-hari. Gunakan juga jalur pedestrian sebagai sarana berjalan kaki untuk menjaga kesehatan tubuh, mengurangi kemacetan, dan polusi udara. Sambil aku berharap, semoga fasilitas angkutan massal dan jalur pedestrian di seluruh Jabodetabek dan seluruh kota di Indonesia semakin membaik. Aamiin.



Karena itu, demi kesehatan dan sehatnya udara di lingkungan kita, jangan manja ya, #KalauDeketJalaninAja

42 komentar:

  1. aku juga suka jalan kaki, tp jaman sekarang orang maals jalan, alasannya panas. jd walau deket hanay 5 menit saja mending naik angkot

    BalasHapus
  2. Aku suka banget jalan kaki, mungkin karena terbiasa dari kecil, terus gedenya gak bisa bawa kendaraan sendiri, jadi kemana-mana naik angkutan umum dan jalan kaki kalo deket.

    BalasHapus
  3. kl aq dr rmmh kekantornya masih pake kendaraan pribadi tp kalo mo maksi keluar kantor lbh seneng jalan kaki kebetulan gak jauh dr mall juga mbak dan emg bener jalan kaki lebih banyak manfaatnya apalagi di jkt pedestrian besar2 sdg dibuat dimana-mana

    BalasHapus
  4. aku tuh, sejak gojek jd mahal, skr ini ke halte busway terdekat lbh milih jalan mba :D. lumayaaan, biar gerak tiap pagi dan malam :D. trus di kantor, drpd naik lift, milih jalan juga naik tanggam tapi diitung2 dari aplikasi hp ttg brp banyak langkah perhari, ga tiap hr bisa mencapai 6000 langkah wkwkwkwk... msh kurang jauh brarti. biasanya rata2 cm 4000an langkah :D. duuuh, hrs makin semangat berarti melangkahnya :D

    BalasHapus
  5. Sebelum resign, jarak kantor ke rumah itu cukup dekat jadi tiap hari jalan kaki lah kalo ke kantor. Pun sejak resih dan punya bayi, olahraga sederhana ini cukup sering kulakukan lagi. Menyenangkan emang, belakangan aja nih agak longgar karena si kecil mulai bangun siang ... emaknya juga ikutan bangun siang haha ^^v

    BalasHapus
  6. Waw jalan kaki 30 menit bisa bakar 200 kalori per pekan?
    Syedaapppp!!
    Ini cucok buat diriku juga Mbaaaaa
    Makasii makasiii
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  7. JAdi punya ide weekend mau jalan-jalan sehat deket kampung nih, hehee
    Emang setuju kalau pas jalan-jalan gitu, jantung berdetak lebih kencang dari biasa, bukan saat deket doi aja, eeaa wkkwk
    Trus aku juga setuju kalau saat jalan2 membuat otak lebih kreatif dg melihat kegiatan sekitar, duuhh manfaatnya banyak banget dehh Mbak
    Ga sia-sia pokok kalau mau ke tempat2 terdekat dg jalan kaki, apalagi saat mau kepasar dan pulangnya whhwhhheee

    BalasHapus
  8. Saya lagi men challenge diri sendiri buat jalan kaki minimal sehari 5 menit saja heheh tapi kadang suka males nih, harus semangat memang.

    BalasHapus
  9. Aku sebelum nikah biasanya juga sering jalan kaki dan naik transportasi umum, setelah nikah jadi diantar2 terus sama suami hehe.
    Banyak sekali manfaat jalan kaki, ya. Aku sedang coba untuk jalan kaki tiap pagi, minimal 30 menit tiap pagi.

    BalasHapus
  10. Sama mba Aie, dulu sebelum nikah jalan jauh, naik kendaraan umum beuh dijalanin sekarang ya ampun mager banget nih emak emak wkwkwk :p suka deh kampanyenya ini semoga bisa menular ke Cimahi :D

    BalasHapus
  11. Andalan aku tuh jalan kaki. Dari stasiun ke kantor karena nggak begitu jauh, aku ya jalan kaki. Kerasa banget sehat dan kuat kakiku mba :)

    BalasHapus
  12. sebenrnya jalan kaki kan olahraga yang paling murah ya...tapi kadang ketidaknyamanan di jalan yang bikin males jalan. haha selalu ada alasan

    BalasHapus
  13. Saya suka dengan kampanye ini. Dari dulu memang suka berjalan kaki. Panas yang menyengat, gak jadi masalah buat saya. Begitupun dengan polusi, meskipun tentunya saya mengharapkan banget udara yang bersih. Tetapi, saya suka khawatir dan suka kesel kalau pedestriannya gak ramah dengan pejalan kaki.

    Terpaksa jalan kaki di jalan raya karena pedestrian penuh dengan tukang jualan. Suka ngeri. Pada galak-galak pengendaranya. Apalagi yang bawa motor. Takut kesenggol juga sayanya. Semoga semakin banyak pedestrian yang layak bagi pejalan kaki

    BalasHapus
  14. Asik banget ini jalan kaki dapat tumbler ya kak, tapi emang harus dibiasakan sih untuk jalan kaki. Soalnya kalau aku milih jalan kaki sekalian itung-itung olah raga, karena gak pernah olah raga.

    BalasHapus
  15. Aku mulai membiasakan jalan kaki ini mom.. Soalnyq tujuannya biar kurus sih.... Hehehe ada tujuannya jelas..

    BalasHapus
  16. Jalur pedestrian di Jakarta udah lebar-lebar ya, jadi enak deh jalan kaki. Ini kampanye yang bagus banget apalagi buat emak-emak kayak aku yang perlu menguruskan badan hehe

    BalasHapus
  17. Semoga sekarang ini masyarakat Jakarta tergerak untuk jalan kaki ya kak, apalagi kalan kaki banyak manfaatnya.

    BalasHapus
  18. Semangat sehat ya ternyata jalan kaki itu banyak manfaatnya ya. Apalagi bikin pikiran juga fresh.

    BalasHapus
  19. Iya gak boleh manja, jalan kaki juga salah satu cara untuk berolahraga ya, jadi setuju banget jalan kaki kalo dekat ya

    BalasHapus
  20. Bener ka Aie, kalo deket gausah manja yes, jalan kaki aja! Itu berlaku banget buatku nih dan emg aku hobi bgt jalan kaki

    BalasHapus
  21. Huwaaa aku juga kadang dibilang manja sama mase wkakakakak alhamdulillah sekarang sudah membiasakan diri untuk jalan kaki, biar sehat

    BalasHapus
  22. suka banget ini sama campaignnya, kalo soal jalan kaki aku nggak pernah manja mba Ai nah kalo udah panas terik ini aku nyerah lol (bisa sih pake payung ya yuk )

    BalasHapus
  23. Saat studi magister di surabaya, karena jadi anak kampus, aku biasa jalan kaki. Kesehatan jelas makin oke, badan langsing juga pasti. Yang penting, inspirasi seringkali ngalir pas jalan kaki.

    BalasHapus
  24. Salut sama orang Jakarta yang jalan kaki terus. Naik turun jembatan penyebrangan, ke stasiun KRL juga jalan kaki. Mantap pada Sehat2. Orang zaman dlu di Jogja juga pada jalan kaki makanya pd sampai tua masih sehat

    BalasHapus
  25. Kalau tempat kerjanya mendukung buat jalan enak banget ya, jadi jalan gak bisenin selain buat kesehatan juga banyak yang bisa dilihat. Aku termasuk yang kuat jalan jauh dibandingkan untuk berdiri lama

    BalasHapus
  26. Wah tumblernya lucu, keren kampanyenya, secara katanya warga Indonesia paling nakas jalan kaki, ke warung depan aja pakai motor ya nak hihihi

    BalasHapus
  27. kunjungan perdana salam kenal

    BalasHapus
  28. Aku juga sudah lama jatuh cinta sama gerakan jalan kaki mba.
    Apalagi kalau di bandara aku lebih suka memilih tangga, kalau pas bawaan tidak berat.
    Sampai-sampai anak dan suamiku kadang ketularan juga.

    Jadi setuju banget kalau dekat jalanin aja!
    Hitung-hitung membakar kalori^^

    BalasHapus
  29. Waah postingan ini mengingatkanku kalau aku sudah lamaaaa banget nggak olah raga dan jalan kaki Mbak. Terakhir kali sering jalan kaki dulu kayaknya dari kos ke kampus. Sekarang boro-boro..huhuuhu. Jadi pengin olah raga lagi nih biar sehat. Kapan ya sempatnya?

    BalasHapus
  30. Wadaawww....aku juga kelewat manja nih, kemana-mana ga pernah jalan kaki. Harus dipaksa nih untuk banyak jalan kaki kalau gitu ya, biar badan jadi sehat dan enggak manja lagi.

    BalasHapus
  31. Ada tuh fenomena yang lagi marak sekarang, cuma mau ke warung eh pake motor padhl jarak gk smpe 100 meter haddehhh, mudah2an program jalan hijau menular yah

    BalasHapus
  32. Udah lama nggak jalan kaki jauh apalagi lari pagi. Kangen rasanya. Badan pun merasa agak gimana gitu. Seru juga sih kalau dari kantor ke stasiun MRT atau halte bis jalan kaki. Ada waktu buat gerakin badan. Sementara aku langsung dijemput di depan kantor banget jadi kurang gerak memang.

    BalasHapus
  33. Aku setuju aladan no.4 Mbak. Iya sih, aku tuh kalau udah buntu emang langsung jalan. Ke Taman atau ke mana aja deh, tapi beneran habis itu otak kayak lgs seger gitu. Trus ide lgs bermunculan dari apa saja yang kutemui slm jalan tadi.

    BalasHapus
  34. Setuju dek Aie, jalan kaki bikin tubuh bugar apalagi kalo bisa tiap hari ya bakal bikin langsing deh.
    Nah kalo penduduk Jakarta banyak beralih ke angkutan umum, tingkat polusi pasti berkurang

    BalasHapus
  35. aku juga jarang jalan kaki, tapi sekarang mulai deh mau jalan kaki, apalagi udah kena asam urat. kebanyakan duduk juga, hihihi. enakan motoran yaaah

    BalasHapus
  36. Aku sebenarnya suka jalan kaki mbak. Tapi sekarang di Jogja trotoar banyak yang belum nyaman

    BalasHapus
  37. Sama mba aie akupun lagi semangat2nya ini jalan kaki tiap pagi rutin banyak banget ternyata dampaknya buat tubuh, jadi enakan smoga dng adanya campaign ini jadi bnyk yg jalan kaki dn Naik kendraan umum

    BalasHapus
  38. Jalan kaki emang sebenernya menyenangkan. Kalau nggak keburu waktu, aku ya kadang jalan kaki buat naik angkot. Karena aku tinggal di perumahan. Tapi rata² tujuabku jauh dari rumah. Jadi masih pakai transportasi umum.

    BalasHapus
  39. Alhamdulillah aku juga suka jalan kaki, kalau pas weekend dan anak-anak libur gitu aku ke pasar jalan kaki. Ya lumayan lah sekitar 30 menit pulang pergi. Ditambah muter-muter di pasar sekitar 30 menit. Kalau ditotal jadi 60 menit. Dan aku juga setuju tuh manfaat jalan kaki yang udah mbak sebutkan
    --bundadzakiyyah[dot]com---

    BalasHapus
  40. Kalau dia jakarta yg jln protokol, pedestrian udah bagus jd enak jalan kaki berasa di SG

    BalasHapus
  41. Pembenahan trotoar Jakarta membuat berjalan kaki menjadi gaya hidup baru... dulu rasanya dari stasiun sudirman ke halte dukuh atas aja PR banget... sekarang bahkan menuju ke Grand Indonesia kalau ndak buru2 banget... jalan kaki dijalankan dengan santai..

    BalasHapus
  42. Hampir setiap hari jalan kali dari stasiun dan menaiki jembatan penyebrangan lalu naik gojek ke kantor.. kadang kesel jg orang yang tingga dikit lagi ke stasiun ehh gak mau turun dr gojek padahal jalanan sempit malah jd macet.. yuk lah latihan utk mau jalan kaki.

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisanku ini, bahagia deh rasanya kalo kamu bisa berkomentar baik tanpa ngasih link apapun dan enggak SPAM. :)