Rabu, 14 Agustus 2019

Based on True Story: Ternyata, Ibu Bekerja Bisa Sukses Berikan ASI Eksklusif, Lho!


Sebenarnya aku bingung nih mau mulai dari mana buat share pengalaman berhasil memberikan ASI Eksklusif untuk Darell Adhibrata, anak semata wayangku, di tahun 2011 silam. Wah, ternyata udah 8 tahun yang lalu ya, perasaan baru kemarinan lho beb struggling mompa ASI, menyusui langsung, dan stres karena produksi ASI sempat mampet.


FYI, di tahun 2011 masih gencar perdebatan antara ibu melahirkan normal vs Caesar dan anak ASI vs sufor. Gak seperti sekarang ini, dimana lebih terbuka pikirannya dan lebih memahami kalo yang diperdebatkan itu gak ada juntrungannya.

Karena saat itu masih ‘panas’ tentang anak ASI vs sufor, malah sempat ada omongan gini nih di inner circle-ku. Kalo anak dikasih sufor artinya sang ibu gak peduli sama anaknya. Trus kalo ngelahirinnya secara Caesar instead of normal maka gak jadi ibu sepenuhnya. Sedih ya beb. 

Aku ngerasain tuh, karena emang proses melahirkan Darell dilakukan dengan operasi Caesar beb. Itupun pilihan terakhir dan sifatnya urgent, karena air ketubanku udah menipis. Well, balik lagi ke masalah suksesnya aku memberikan ASI Eksklusif pada Darell selama bekerja.


 Menurutku, proses menyusui Darell perjuangannya lebih berat ketimbang saat hamil dan melahirkan. Kenapa aku bisa bilang begitu? Karena saat menyusui Darell aku mengalami puting berdarah hingga mastitis. Parah sih struggling-nya. Belum lagi aku sempat mengalami baby blues karena kecapean gak tidur selama seminggu karena adaptasi jam tidur Darell yang lebih aktif saat malam hari ketimbang siang.

Dari pengalamanku inilah bisa kusimpulkan pemberian ASI Eksklusif bisa sukses dilakukan oleh ibu bekerja jika mempunyai:

Niat dan Tekad yang Kuat

Penting banget buat para busui punya niat dan tekad yang kuat, karena dari sinilah bisa kebentuk pola pikir yang sama kuatnya buat meraih tujuan, yaitu ASI Eksklusif. 

Pahami juga kalo ASI adalah nutrisi penting bagi tumbuh kembang anak kita, seperti sistem imun jadi lebih kuat, berat badan ideal, mempengaruhi kecerdasannya juga, dan masih banyak lagi manfaatnya.

Ketahui Teknik Dasar Menyusui

Udah punya niat dan tekad yang kuat buat mengASIhi Eksklusif pada anak, maka selanjutnya busui juga harus mengetahui teknik dasar menyusui yang benar. Mulai dari pelekatan yang benar, dan posisi menyusui yang disarankan (Reclining, Cradding, Cross cradding, Cluth, dan Lying down).

Berhubung saat itu informasi tentang teknik menyusui yang benar kurang terpapar dengan baik atau akunya kali yang males nyari informasi, alhasil kejadian deh drama puting berdarah yang mengakibatkan mental sempat drop serta rasa sakit yang maha dashyat saat menyusui Darell.


Support System yang Kuat dari Suami, Keluarga dan Lingkungan

Ya, support system yang kuat adalah koentji utama kesuksesan memberikan ASI Eksklusif. Dari beberapa artikel yang aku baca, hal tersebut juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Pediatrics (AAP).

Malah ya, dari acara yang digelar oleh Sido Muncul Suprasi bersama Woop.id hari Sabtu, 9 Agustus 2019 kemarin, support system dari busui sangat mempengaruhi berhasil atau tidaknya busui memberikan ASI Eksklusif pada anaknya. Acara yang bertajuk “Don’t Give U! Tetap Menjadi Pejuang ASI”, diadakan oleh Sido Muncul Suprasi dan Woop.id sekaligus memperingati Pekan ASI Sedunia yang berlangsung pada tanggal 1-7 Agustus setiap tahunnya.

Speaker dalam acara ini yaitu Adya Kiran selaku Parenting & Beauty Influencer, Dr. Raissa Djuanda selaku Specialist Gizi, Marissa selaku RnD Sido Muncul, dan Boejoeng Mulia selaku Product Manager Sido Muncul Herbal. Dengan konsep talkshow with the experts, sharing discussion, dan Q&A, acara “Don’t Give U! Tetap Menjadi Pejuang ASI” mengajak para peserta yang hadir untuk lebih memahami pentingnya ASI bagi tumbuh kembang bayi.






Pasang Mindset Bahwa ASI Juga Bermanfaat Buat Busui

Mindset memahami kalo manfaat ASI gak hanya buat sang bayi, penting buat ditanam kuat-kuat dalam pikiran masing-masing busui. Pemberian ASI Eksklusif bisa jadi KB alami, mengembalikan rahim ke ukuran semula dengan lebih cepat, juga meningkatkan sistem kekebalan  tubuh karena produksi antibody yang juga bertambah saat menyusui.


 Lagian juga, pemberian ASI Eksklusif juga membawa dampak bagi keuangan keluarga lho. Bener kan? Pengeluaran jadi terkontrol karena cukup memberikan makanan bergizi dengan asupan nutrisi ke busui yang nantinya bisa bikin produksi ASI jadi maksimal dan bisa dinikmati oleh sang buah hati.

Salah satu asupan nutrisi terbaik bagi busui agar proses menyusui tetap lancar yaitu dengan mengonsumsi daun katuk. Iya, sejak dulu daun katuk dipercaya untuk memperbanyak produksi ASI serta meningkatkan kualitasnya.

Daun katuk atau Sauropus androgynus (L.) Merr merupakan tanaman yang tubuh di berbagai negara di Asia. Biasanya busui disarankan untuk mengonsumsi daun katuk dengan cara dimasak terlebih dahulu atau dimakan langsung sebagai lalapan. Beberapa mungkin mengonsumsinya dengan dibuat menjadi jamu atau merebus daun katuk dan meminum air hasil rebusannya. Namun, seiring perkembangan zaman untuk lebih mempermudah para busui mendapatkan manfaat dari daun katuk, maka sekarang sudah banyak produk-produk dari daun katuk.
  

Lalu, apakah daun katuk terbukti memperlancar ASI? Jawabannya iya, selaras dengan penelitian yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI tahun 2004. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun katuk pada ibu menyusui dengan dosis 3 x 200 mg per hari selama 15 hari setelah melahirkan dapat meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan ibu menyusui yang tidak diberi ekstrak daun katuk.

Penelitian tersebut diikuti oleh 96 ibu menyusui yang dibagi ke dalam dua kelompok, dan hasilnya, kelompok ibu menyusui yang diberikan ekstrak daun katuk dapat memproduksi ASI 50,7% lebih banyak dibandingkan ibu menyusui yang tidak diberi ekstrak daun katuk.

Alasan mengapa daun katuk dapat memperlancar produksi ASI adalah karena daun katuk mengandung steroid dan polifenol yang berfungsi untuk meningkatkan kadar prolactin, hormon pelancar ASI. Tak hanya itu, daun katuk juga menyimpan banyak nutrisi penting untuk kesehatan tubuh seperti Vitamin A, B, C, kalsium, fosfor, zat besi, protein, dan karbohidrat.


Cuma ya, ada lho busui yang tidak begitu menyukai sayuran. Gimana dong buat ngakalinnya? Saat aku menyusui Darell, aku suka nyari ASI booster yang sungguh sulit buat ditemukan. Sedangkan saat ini, sudah ada suplemen ASI booster yang terbuat dari ekstrak daun katuk dari Sido Muncul.

Suplemen ASI booster dari Sido Muncul ini bernama Sido Muncul Suprasi yang diproduksi di pabrik berstandar GMP atau Good Manufacturing Practice dianalisis oleh laboratorium yang telah terakreditasi. 

Tiap kapsul Sido Muncul Suprasi mengandung ekstrak daun katuk 300 mg juga diperkaya vitamin B12 yang berfungsi untuk membantu pembentukan sel darah merah sehingga busui yang mengonsumsi tak hanya mendapatkan produksi ASI yang berlimpah dan berkualitas, tapi juga tetap sehat dan bugar. Oia, Sido Muncul Suprasi dibuat dari bahan alami terstandarisasi dan telah bersertifikat halal MUI, lho. Jadi aman dikonsumsi oleh semua busui.

Lebih dari itu, Sido Muncul Suprasi juga sangat praktis, karena busui gak perlu lagi merebus atau memasak daun katuk untuk dikonsumsi. Cukup minum suplemen Sido Muncul Suprasi setiap hari.



Tetap Menyusui Meski Bekerja

Seminggu paska melahirkan Darell, aku udah mempersiapkan stok ASIP atau ASI Perah di rumah. Iya, kala itu aku juga cukup rajin memerah ASI setiap hari sementara tetap menyusui secara langsung setiap harinya.

Alhamdulillah, tempatku bekerja memberikan fasilitas dan support yang cukup untuk semua busui di sana, termasuk aku, untuk memerah ASI saat bekerja. Beberapa tips yang bisa aku berikan yaitu:
  1. Pilih pompa ASI yang tepat sesuai ukuran payudara.
  2. Pompa ASI tiap 2-3 jam dalam sehari dengan durasi 10-15 menit setiap kalinya.
  3. Posisikan diri dengan nyaman saat memompa ASI.
  4. Sebelum memompa, baiknya kompres payudara dengan handuk hangat.
  5. Perbanyak asupan cairan, 6-8 gelas per hari.
  6. Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan kualitas ASI.
  7. Istirahatlah yang cukup, jadi usahain pas bayi kita tidur, kita ikutan tidur biar gak baby blues gitu beb.
  8. Lalu, minum suplemen ASI seperti Sido Muncul Suprasi.



Bergabunglah dengan Komunitas atau Forum Busui

Dengan bergabung dalam komunitas atau forum busui, aku jadi merasa punya teman yang senasib sepenanggungan. Karena, hanya sesama ibu menyusui yang tahu aspirasi ibu-ibu menyusui. Selain itu, dalam komunitas atau forum busui mereka saling mendukung satu sama lain dengan memberikan saran atas problematika menyusui eksklusif, bisa jadi “tempat curhat” sesama ibu menyusui, dan mendapatkan dukungan yang luarbiasa.

Merangkum semuanya, yang paling penting bagi busui yaitu harus bebas stress, bahagia terus, dan rileks. Perlu diingat kalau banyak pikiran hanya akan membuat ASI menjadi terhambat dan tidak lancar. Berusahalah untuk pintar dalam mengelola stres agar lebih rileks tanpa harus memikirkan beban hidup. 

Semoga pengalamanku ini bisa bermanfaat ya buat bumil, busui, ataupun calon ibu.


9 komentar:

  1. Itu sebabnya kali, ya ibu itu harus cukup umur, karena biar minimal bisa mengatasi problema dirinya dan gak baby blues, tahan mental.

    Aku baca ibu yang baby blues agak menyedihkan, karena sebenernya itu gak bakalan terjadi seandainya dia ngerti kebutuhan diri sendiri dan bayi.

    Beruntung juga punya suami yang support, Aie. MInimal bloon bareng sambil ngeliatin tu bayi maunya apaan hahahah

    based on pengalaman sih, ASI yang baik juga butuh asupan yang enak, bernutrisi, so tepat sekali menggunakan ASI booster (jaman gue mana ada hihi)

    BalasHapus
  2. Saya jadi inget atasan waktu masih ngantor. Setiap hari bolak-balik pompa ASI. Setelah itu disimpan di kulkas kantor. Perjuangan banget lah itu. Tetapi, saya jadi salut. Apapun dilakukan demi anak.

    BalasHapus
  3. Makin praktis dgn produk ini ya Mbaaaa
    Aku menyusui thn 2006 (udah lamaaaaa :P) dan masih kebayang perjuangan ibu kandungku yg berburu daun katuk, lalu dimasak sayur bening :D
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  4. Pastinya bisaaa asalkan ada keinginan kuat dan tentu saja dukungan dari keluarga. Emang gakmudah tapi udah banyak busui yang bekerja tiap hari bawa2 pompa dan botol, hebat.Gabung sama komunitas busui jg bikin semangat ya mbak.
    Wah ada produk baru untuk booster Asi ya dari Sido Muncul pastinya sangat bermanfaat buat busui ya mbak :D

    BalasHapus
  5. Pompa Asi memang seharusnya sering memang untuk meningkatan produksi ASI. Asi nih ada aja suplemen pendukung ASI

    BalasHapus
  6. Pasti bisa kalau punya niat yang kuat dan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar.
    Saya melahirkan tahun 2009 dan 2010, untung waktu itu nggak aktif di medsos, jadi nggak kena drama melahirkan normal vs cesar dan ASI vs sufor

    BalasHapus
  7. Support system terbaik bagi busui akan melancarkan proses memberikan ASI ya, dek. Termasuk Sido Muncul Suprasi ini, asik ya ada suplemen ekstrak daun katuk yang bisa jadi booster terbaaik untuk ASI

    BalasHapus
  8. Alhamdullillah, memang beruntung banget wanita di era millenial ini.
    Akses informasi sangat mudah, cuma perlu jari dan... kuota bahaha
    Meski, butuh ilmu juga untuk akses informasi yang valid

    Sepakat sama mba April, bergabung dengan komunitas sangat membantu meningkatkan wawasan.

    BalasHapus
  9. Ya Allah aku tau banget mba rasanya mati-matian tetap kasih ASI ketika kita kita harus jadi working mom. Perjuangan para working mom bener2 luar biasa.

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisanku ini, bahagia deh rasanya kalo kamu bisa berkomentar baik tanpa ngasih link apapun dan enggak SPAM. :)