My Polyvore Set



Jumat, 28 April 2017

Bintang Tenggara, Sang Legenda Lamafa

Semenjak kenal dengan pelajaran Sejarah, terlebih sejarah Indonesia, selalu berhasil bikin aku ketagihan untuk mengorek lebih dalam dan mengetahui kebenaran dibalik sejarah itu.

Bahkan, ketika sejarah tersebut dibalut dengan cerita fiksi, tetap saja aku mudah percaya bahwa itulah kenyataannya. Emang mudah sih percaya sebuah cerita fiksi walaupun sudah diberikan sedikit bumbu sejarah didalamnya.

Pernah aku dibuat larut dan kadung percaya hingga ke taraf yakin cerita tentang Lemurian dan Atlantis. Ketika seorang ahli menyatakan bahwa Atlantis itu adalah kepulauan yang ada di Indonesia, saat itu juga aku berusaha mencari kebenarannya. Dengan cara apa? Ya googling lah XD anaknya malas melakukan research mendalam apalagi sampe nyamperin.

Lalu, sebuah cerita fiksi yang baru saja aku baca dari http://ceritera.net/ dengan judul Legenda Lamafa seakan menarik jiwa keingintahuanku akan sejarah sebenarnya. Meski, tetap saja yang namanya cerita legenda, sudah pasti fiksi kan ya. Aku enggak akan terpengaruh kalo cerita Legenda Lamafa ini hanya fiksi semata, pasti didalamnya diselipkan sejarah-sejarah nyata, entah sebagai bumbu penyedap ataupun jejak sang penulis yang sebenarnya ingin menyampaikan sesuatu?


Selasa, 25 April 2017

Let's Get Together, More with Lotte Choco Pie

Sejak hamil Darell, aku memang sudah aktif bekerja di salah satu law firm di Jakarta. Tentunya, tuntutan pekerjaan membuatku kerap kali harus ekstra pintar membagi waktu antara bersama keluarga dan pekerjaan.

Terlebih saat Darell lahir ke dunia, detik itu juga aku selalu utamakan kepentingan Darell di atas apapun. Family always comes first. Bahkan, mantan bos aku pun mengatakan demikian. Selalu dahulukan keluarga dan anak. Pada kenyataannya, kita bekerja untuk membuat mereka bahagia bukan?




Kamis, 20 April 2017

Samsung J7 Bikin Feeds Instagram Makin Keren

Hayo ngaku siapa yang enggak pernah mikirin feeds Instagram di akun pribadi? Atau Bela-belain dress up and make up hanya untuk keperluan foto-foto di lokasi yang Instagramable dan ujungnya ya for the sake of feeds IG lah. Tenang aja tsay, kamu enggak sendirian kok. Pastinya ada lebih dari jutaan kaum millennials dan tau buibu muda kekinian yang juga mikir hal yang sama. Terlebih buat blogger, vlogger, selebgram yang kian happening.

Kalo aku? Ya iyalah *dengan mimik ngeselin* *piss* XD




Media sosial Instagram kan memang diperuntukkan untuk sharing or “pamer” foto-foto kece dan artistic entah menggunakan kamera digital ataupun Smartphone. Namun ya, sebenarnya untuk create feeds yang aesthetic (kalo kata awkarin sih ya) bukan hanya perangkat buat motretnya tapi juga jiwa seni lo kudu ngalir bor. *alah, ibu-ibu sok asik inih bahasanya*