Jumat, 23 September 2016

Demi Darell, Aku Rela Diet Karbo!


One of my greatest decision and achievement in life would be being married to a man that love me for I really am and having this little man called “Darell Adhibrata”.

Dulu nggak pernah tuh kepikiran, akan menikah, hamil dan melahirkan di usia tepat 26 tahun. Malah, di umur 25 tahun sempat pasrah belum juga ada laki-laki yang mempersunting (Curcol!). Namun, takdir berkata lain saudara-saudara. Alhamdulillah, jodoh pun datang menyambut di penghujung usiaku ke 25 tahun. Menikah dan memiliki Darell sang buah hati kesayangan, sungguh adalah my biggest life changing moment, ever!



PERUBAHAN PASKA MENIKAH

Banyak perubahan yang terjadi paska menikah, terlebih setelah mempunyai anak. Waktu masih gadis, lihat sepatu, tas ataupun baju yang lucu-lucu pasti langsung dibeli tanpa pikir panjang. Beda setelah nikah, justru saat melihat baju dan aksesoris anak yang kece-kece dan kekinian nggak tahan ngeluarin uang untuk membelinya. Nggak hanya itu lho, paska menikah sang mantan pacar (read: suami) jadi lebih bertanggung jawab dan tak sedikit yang mengalami perubahan fisik. Yes! Jarum timbangan selalu geser ke kanan, entah kapan geser ke kirinya. Hal ini juga yang menjadi emotional drivers banyak orang untuk menjaga kesehatan serta menjalani pola hidup sehat.  





Berbicara mengenai pola hidup sehat, lifestyle disease atau penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup seseorang. Apa saja sih penyebab dari lifestyle disease? Lupa waktu ngerjain kerjaan sampai telat tidur a.k.a sering lembur dan tidurpun akhirnya diatas jam 12 malam. Ini mah aku banget yah :D Belum lagi, sering jajan jorok yang nggak memerhatikan kandungan gizi ataupun nutrisinya. Hayo ngaku siapa yang hobi jajan jorok? Aku, aku, aku! Lah ngaku, ya?



Pola makan yang tidak sehat dan tak terkontrol inilah pencetus utama lifestyle disease. Sebut saja, diabetes yang tanpa disadari dapat menyerang tubuh kita. Faktanya, 1 dari 50 orang dewasa muda usia 25-34 tahun mengidap diabetes karena pola makan tidak sehat tersebut. Mirisnya lagi, 1-10 orang tersebut Pra-Diabetes yang dapat berubah menjadi Diabetes dalam kurun waktu 4-5 tahun jika tidak merubah pola hidup. Serem banget kan ya? 

Seperti yang kita ketahui bersama terlalu banyak mengonsumsi gula bisa menyebabkan diabetes. Padahal, sumber pemasukan gula terbesar pada tubuh nyatanya tidak hanya dari gula lho. Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat pun bisa menjadi pencetus utama cikal bakal dari hinggapnya penyakit diabetes. *Makin mikir*


Apalagi orang Indonesia yang nggak bisa deh lepas dari yang namanya nasi. Bener nggak? Ibaratnya nih, walaupun udah makan mie ayam, bakso, bubur, lontong sayur, roti bakar kalau belum makan nasi nggak nendang. Padahal makanan tersebut adalah sumber karbohidrat tertinggi setelah nasi. Kamu harus tau nih, kelebihan asupan karbohidrat, terutama nasi akan disimpan menjadi sel lemak sehingga dapat menyebabkan kegemukan. Jadi karbo itu = gula, nah timbunan gula berlebih di dalam tubuh inilah yang menyebabkan bertambahnya timbunan lemak yang berujung obesitas dan diabetes.  


Tubuh kita memiliki berbagai sumber pengaturan a