Kamis, 03 September 2020

Dompet Aman, Keuangan Keluarga Nyaman Saat Pandemi

Tak dipungkiri adanya pandemi covid-19 ini membuat semua manusia, literally semua manusia menjadi susah. Terutama dalam hal keuangan. Gak hanya yang sudah berkeluarga, yang masih single pun mengalaminya juga. 

Dompet Aman, Keluarga Nyaman

Ada yang masih bekerja namun penghasilan dipotong setengah karena lebih banyak WFH atau work from home, ada yang akhirnya harus tunduk dengan gelombang PHK massal, ada juga yang harus tetap bayar sekolah anak meski belajarnya dari rumah. Lalu, gimana sih Cara Kelola Keuangan Saat Pandemi Covid-19? 

Alhamdulillah ya semalam aku pantengin LIVE IG Fun Talk dari Home Credit bersama Dipa Andika selaku financial planner dan membahas seputar pengelolaan keuangan saat pandemi dengan topik, "Dompet Aman, Keluarga Nyaman"

Dompet Aman, Keluarga Nyaman

Dompet Aman, Keluarga Nyaman


Ada beberapa hal yang bisa aku simpulkan hasil dari mantengin LIVE IG bersama Home Cerdit semalam, untuk menjaga keamanan dompet dan kenyaman keluarga di masa pandemi seperti sekarang ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu: 

1. Evaluasi sumber penghasilan

Buat aku yang pintu penghasilannya saat ini hanya satu pintu yaitu dari suamiku saja, sedangkan imbas pandemi ini menjadikan aku salah satu dari jutaan (mungkin) yang harus ikhlas di PHK mengharuskan aku untuk berkarya dengan menjadi freelance.

Saat aku di PHK, tabungan dana darurat bisa buat 6-9 bulan ke depan, itu prediksi aku. Mengingat penghasilanku dari freelance tidak menentu tergantung kapan invoice cair jadinya aku putar otak untuk melakukan evaluasi sumber penghasilan.

Risiko penurunan drastis dalam pos pemasukan bisa terjadi kapanpun, apalagi di saat seperti ini. Untuk mencegahnya kemungkinan terburuk sebaiknya merubah sedikit pos-pos pengeluaran dan perencanaan keuangan. 

Dompet Aman, Keluarga Nyaman

Hutang cicilan tetap dibayar setiap bulan, tagihan yang argonya nyala terus tiap bulan tetap dibayar, hanya gaya hidup yang ditekan sedikit supaya bisa mengisi pos yang lain. 

2. Perbesar saldo dana darurat

Iya, saat ini memang keadaannya darurat dan entah sampai kapan akan berakhir, banyakin doa aja beb. Namun saldo darurat tetap harus diperbanyak. Mengingat fungsinya hanya untuk digunakan saat kondisi darurat maka simpanlah di rekening terpisah. 

Dompet Aman, Keluarga Nyaman


Menurut Mas Dipa, bagi yang belum menikah sebaiknya mempunya simpanan dana darurat sebanyak 3x dana pengeluaran bulanan, lalu buat yang sudah berumah tangga maka minimum 6x dana pengeluaran bulanan.

3. Hitung ulang anggaran keluarga

Meski aku tau rasanya akan bikin shock saat diharuskan menghitung ulang anggaran keluarga, namun ini tetap harus dilakukan, suka atau tidak suka melihat kenyataan ternyata banyak juga ya jumlah cicilan kehidupan. 

Dompet Aman, Keluarga Nyaman


4. Catat setiap cash flow masuk dan keluar

Lalu, setiap pengeluaran harian harus dicatat dari sini kita bisa mengetahui dengan jelas apa aja sih yang wajib dikeluarkan dari post dan apa yang bisa di hold.

Dompet Aman, Keluarga Nyaman

5. Tekan gaya hidup dengan bedakan keinginan dan kebutuhan

Nah ini, bagian ini harus banget ditekan sedalam-dalamnnya, kurangi jajan online beli camilan kekinian yang meki jumlah nya berapa puluhan ribu namun jika dilakukan sering tetap bisa membuat keuangan keluarga jadi berkurang.

Dompet Aman, Keluarga Nyaman

6. Hindari menambah jumlah hutang 

Udah, gak usah deh ya nambahin hutang, iya aku tau banyak banyak tawaran diskon, promo, buy 1 get 1, dll, tapi kamu harus tetap fokus pada pengeluaran wajib. Jangan tergoda sama tambahan hutang, apalagi yang sifatnya cicilan. 

Dompet Aman, Keluarga Nyaman

Yes, I know, teorinya sih menarik ya, tapi yakin deh kamu pasti bisa mempraktikkannya dan melewati masa-masa susah seperti sekarang ini. Intinya disiplin dalam kelola keuangan keluarga. Jajan kopi kekinian agak di rem, gaya hidup order makanan online juga dikurangi ya, yang penting dompet aman keluarga nyaman trus bisa #AyoMajuBersama. Semangat!!! 

 


50 komentar:

  1. Pandemi adalah situasi tak terduga yang sangat menghentak jadi perlu tips dan trik untuk melakukan beragai hal, termasuk dalam menata keuangan.

    BalasHapus
  2. Tantahgan besar juga itu ya menekan gaya hidup tapi harus bisa, apalagi di masa pandemi ini.

    BalasHapus
  3. Catat setiap cash flow masuk dan keluar ini kurasakan penting banget sih. menyesuaikan dengan pendapatan juga supaya ngga besar pask daripada tiang dan kudu ngutang

    BalasHapus
  4. makasih sharingnya, tetap paling enak hidup sesuai dengan kebutuhan

    BalasHapus
  5. Aku termasuk yang pendapatannya tergerus nih saat pandemik. Tapi harus tetap optimis bisa melalui semuanya. Bener banget, yang namanya gaya hidup tuh yang harus ditekan. Bisa banget kalau memang kitanya MAU. Sambil terus berpikir memperoleh sumber penghasilan yang lainnya.

    BalasHapus
  6. Pandemic memang merubah semua lini kehidupan kita ya mbak semoga cepat berakhir dan kita semua dapat melewatinya dengan baik

    BalasHapus
  7. Paling susah memang membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Kadang kalau ada produk dengan teknologi baru, saya selalu ingin nyoba. Dan untuk nyoba ya harus membeli.

    BalasHapus
  8. Menekan biaya hidup alias kurangi jajan adalah jalan ninjaku untuk tetap bertahan dimasa pandemi ini. Apalagi baru punya baybayi, emaknya ga bisa ngapa2in walopun sekedar jajan chatime huhuhu

    BalasHapus
  9. Saldo dana darurat ini memang penting untuk ditingkatkan, karena kita masih belum tahu kapan pandemi akan berakhir.

    BalasHapus
  10. Wah keren banget mengulas tentang me manajemen keluarga ya kak dari sisi keuangan apalagi di kondisi pandemi ini yang kita belum tahu kapan ujungnya. thanks kak infonya

    BalasHapus
  11. Meski pandemi bikin pemasukan berkurang drastis tapi say setuju jangan sampai nambah hutang. Justru kalau bisa jangan sampai memiliki hutang ya....

    BalasHapus
  12. di masa pandemi gini emang kita harus inget rumus fisika yaa mba, alias jangan keberatan gaya hihi, plus atur ulang deh perencanaan keuangan kita, atu2 lagi pos2 keuangan kita

    BalasHapus
  13. Dnaa darurat memang harus selalu diersiapkan ya, ibaratnya sabar nahan diri buat ditabung hehe

    BalasHapus
  14. Penghasilan berkurang banyak nih selama pandemi. Untungnya masih ada dana darurat. Dan alhamdulillah nggak punya utang. Jadi bisa bernapas sedikit lebih lega. Cuma ya...pengennya cepet normal lagi.

    BalasHapus
  15. duh ini artikel cocok banget buat ku. tapi mba aku mo nanya, klo pengeluarannya lebih gede dari lasukannya gmn ceritanya bsa nabung buat emergency cost apalagi harus 6x dr jlh pengeluaran keluarga mas?

    BalasHapus
  16. Yangharua mulai dilakukan banget
    Persiapan dana darurst
    Dan mencatat cashflow dg detail kayaknya

    BalasHapus
  17. Waduh, aku berasa tertampar deh. Di masa pandemi kayak sekarang, keuangan bukannya bagus, malah banyak boncos. Abisnya di rumah aja katanya bikin bosen. Jadinya banyak beli ini itu buat kompensasi bosen. Huhu, kudu mulai dihitung ulang ya. Dan perbesar investasi dan dana darurat. Kita gak tahu pandemi akan berakhir kapan.

    BalasHapus
  18. Wah, andai bisa menabung lebih banyak daripada pengeluaran, Mbak.
    Tapi tak ada yang tak mungkin ya. Pasti bisa kalau pakai perencanaan keuangan dan patuh pada yang sudah ditetapkan itu

    BalasHapus
  19. emang bener ya mba harus ada budgeting pasti. supaya kita pun juga punya saving nih. apalagi sedang krisis begini semenjak pandemi. punya tabungan tuh hal yang patut disyukuri banget. makasih mba sharingnya.

    BalasHapus
  20. Mesti benar2 diterapkan sih ini. Kalau enggak ya jeblok lg keuanganku, apalagi di masa pandemi gn.

    BalasHapus
  21. Bener banget! Kuncinya adalah disiplin atur keuangan. Apalagi masa pandemi gini, semangat semangat!

    BalasHapus
  22. Berdasarkan pengalaman selama pandemi ini, langkah-langkah yang disebutkan mas Dipa itu memang membantu banget untuk bisa bertahan sampai sekarang. Terutama bagian mengevaluasi pengeluaran rumah tangga dan tekan gaya hidup.

    BalasHapus
  23. LATTE FACTOR, ini yg aku ingat banget dari petuah mas Dipa.
    Semogaaaa kondisi finansial kita semua aman jaya sentosa ya Mba
    Aamiin aamiin ya robbal alamiin

    BalasHapus
  24. Susah kakak menahan diri dari godaan camilan, nggak usah yang kekinian, yang biasa aja tetap menggoda. Apalagi masih selang seling WFH sama WFO, klo di rumah tuh bawaannya pengen ngemil aja

    BalasHapus
  25. Aku bukan orang yang prepare banget soal keuangan. Tapi beneran jadi shock dan kaget dengan pandemi seperti ini. Pengelolaan keuangan memang penting sih ya. Karena kita nggak tahu kondisi ke depan seperti apa

    BalasHapus
  26. Tips dompet aman keuangan keluarga nyaman yang komplit..Sama mbak, kau juga, fokus ke tekan pengeluaran keluarga..Jadi utamakan kebutuhan dari keinginan saat kondisi krisis begini dan saldo dana darurat mesti lebih dikuatkan lagi

    BalasHapus
  27. MArii, melewati masa2 yang dianggap susah oleh semua kalangan ini . Semoga bisa melewatinya ya Aie. Huhuu bener banget tips di atas, terutama msalah kebutuhan dan keinginan yang tampak beti.
    Semoga leboh meningkatkan disiplin mengatur keuangan, dan langsung lirik dana darurat udah menipiiiss, hiks

    BalasHapus
  28. Nyesek banget mba tahun ini, penghasilan keluarga jauh banget berkurang, hikss.. tapi ya mau gak mau kan harus dihadapi. Cek ulang lagi cashflow keluarga emang udah yang paling benar, tekan keinginan leisure dan yang gak urgent. Pengen nagihin utang juga ke saudara-saudara, tapi mereka juga lagi susah. ah dilema

    BalasHapus
  29. Saldo dana darurat memang harus jadi perhatian ya. Jangan sampai terabaikan.

    BalasHapus
  30. 6 hal yang harus dilakukan ya supaya bisa lebih aman dan nyaman menjalani masa pandemi.

    BalasHapus
  31. Keinginan dan kebutuhan, kadang kita ngira keinginan itu kebutuhan ya. Sanpai kesel banget kalo gak keturutan. Tapi kalau dituruti terus malah boros dan gak menghasilkan apa2

    BalasHapus
  32. Bener bnget kudu bijak dan bijak dlm membedakan mn kebutuhan dan mana keinginan. Hutang jgn ditambah dan kencang mengikat tali pinggang alias menekan pengeluaran yg tak penting. Mksh ya mb dpt nih info bermanfaat.

    BalasHapus
  33. Tapi memang iya sih semenjak pandemi aku tuh ada beberapa alokasi dana yang biasanya dipakai tiap bulan untuk jajan atau hangout di alokasikan ke dana darurat. Apalagikan emang semenjak pandemi ini banyak mengalami perubahan juga ya.

    BalasHapus
  34. Betul nih kita memang kudu menyiapkan dana darurat yang besar karena banyak hal yang tidak terduga kita alami. Sakit, musibah, jatuh bangkrut dsb kalau kita bijak tentu gak terpuruk amat ya

    BalasHapus
  35. Iyaa pas pegang duit dikit, jadi kepengen jajan ini itu huhu padahal kudu ngirit nih Mak..biar bisa survive melalui masa ini ya..

    BalasHapus
  36. Sedang berusaha keras nih untuk memperbesar saldo dana darurat. Karena semakin hari di tengah pandemi begini keadaan sepertinya bukan bertambah baik namun bertambah gawat. Perlu juga mengerem belanja yang tidak penting-penting banget yang belum tentu ada urgensinya di sana.

    BalasHapus
  37. wajib banget mencatat pengeluaran ya biar tau bocornya dimana

    BalasHapus
  38. saat pandemi seperti ini, keuangan memang harus benar- benear diperhatikan. Ilmu accounting aku jdi berguna jugaa

    BalasHapus
  39. Pandemi ini mengajarkan kita tentang banyak hal ya Mba... bahwa yang namanya perencanaan keuangan itu untuk sekarang dan ke depan harus dijalankan dengan disiplin.

    BalasHapus
  40. Sejak pandemi aku juga jadi care sama dana darurat. Jadi emang darurat gak bisa kutak-kutik. Kalaupun ada yang butuh tetap diambilkan dari dana cadangan. Tapi berharap dana darurat nggak dikutik kutik meski jumlahnya belum 6 kali pengeluaran bulanan. SPP anak-anak di SMP swasta jalan terus soalnya, meski sekolah dari rumah.

    BalasHapus
  41. Dana Darurat yang kemarin-kemarin sempet heboh akhirnya penting banget kan saat ini karena nyatanya kepake disaat kondisi yang belum menentu begitu,,, nice sharing mba

    BalasHapus
  42. Kadang stres juga loh kalau melihat catatan pengeluaran, kok ya masih banyaaak aja ya kebutuhan hidup tuh. Insya Allah dicukupkan ya asalkan kita tidak boros untuk hal-hal yang tidak perlu.

    BalasHapus
  43. manis dan sedap kalo udah pembahasan keuangan, tapi semangat buat memperbaiki literasi financial ini kak Aie, apalagi di masa pandemi ini ya kak

    BalasHapus
  44. Hahaha bener banget bayar sekolah anak huhuhu. Yaaa alhamdulillah maih ada kerjaan walau tunjangan ina inu dipangkas. Emang solusinya antara ngurangin pengeluaran atau nambah pemasukan. Yg pasti kudu lbh bijak lagi dalam mengatur keuangan ya :D

    BalasHapus
  45. Masa yang tidak mudah ya...tidak sedikit yang kesulitan mengatur keuangan karena hal tak terduga dengan jangka waktu yang tidak sebentar ini...Semoga ilmu dari acara ini bisa diterapkan dengan baik...

    BalasHapus
  46. i always hard thinking if want make credit, is like a snow ball for me, so lets talk fun about money, should we do best and hard to finding other job or we can try little bussiness. so we can saving the money and use it, if we want new product

    BalasHapus
  47. Catat setiap cash flow yang masuk dan keluar. Nah, bagian ini nih yang sulit banget konsisten. Sudah bertekad untuk melakukannya, tapi untuk konsisten masih sulit.

    BalasHapus
  48. Personally, menekan gaya hidup yang tanpa disadari ini susah sekali karena awalnya dari kebiasaan aja spending fanpa berpikir. Butuh berproses, tapi ya akhirnya kalau pelan2 akhirnya bisa juga dan dengan kondisi kepepet :')

    BalasHapus
  49. Tema fun talk ini kekinian banget yah, nambah ilmu dengan cara asik

    BalasHapus
  50. Bener banget kak tipsnya, susah gampang sih jalaninnya, yg paling susah itu catet keuangan, asli suka lupa

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisanku ini, bahagia deh rasanya kalo kamu bisa berkomentar baik tanpa ngasih link apapun dan enggak SPAM. :)