Ada banyak hal yang dulu rasanya penting sekali.
Sampai-sampai kita rela capek, kehilangan waktu tidur, menahan kecewa, bahkan membandingkan hidup sendiri dengan hidup orang lain hanya untuk mendapatkannya.
Dulu kita mengejar pencapaian.
Mengejar karier.
Mengejar pengakuan.
Mengejar pertemanan.
Mengejar validasi.
Mengejar sesuatu yang membuat kita merasa bahwa hidup kita tidak sia-sia.
Lucunya, setelah bertahun-tahun berlalu, beberapa hal yang dulu kita perjuangkan mati-matian ternyata sekarang sudah tidak terlalu penting.
Bukan karena kita gagal mendapatkannya.
Justru mungkin karena kita pernah mendapatkannya, lalu sadar...
“Oh, ternyata bukan itu yang aku cari.”
Ketika definisi sukses mulai berubah
Waktu masih muda, sukses mungkin terasa seperti punya pekerjaan bagus, penghasilan yang meningkat, jabatan yang lebih tinggi, rumah yang nyaman, kendaraan yang bagus, atau bisa membeli sesuatu tanpa harus terlalu banyak berpikir.
Tidak ada yang salah dengan semua itu.
Aku juga pernah punya daftar panjang tentang hal-hal yang ingin dicapai.
Tapi semakin bertambah usia, definisi sukses perlahan berubah.
Sekarang, bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa membawa terlalu banyak beban ke rumah terasa seperti pencapaian.
Bisa pulang dan punya energi untuk ngobrol dengan keluarga terasa berharga.
Bisa tidur dengan tenang.
Punya hubungan yang sehat dengan orang-orang terdekat.
Bisa menikmati secangkir kopi tanpa sambil memikirkan sepuluh masalah sekaligus.
Ternyata, hidup memang lucu.
Ketika muda, kita mengejar banyak hal supaya hidup terasa berarti.
Ketika dewasa, kita justru mulai mengurangi banyak hal supaya hidup terasa lebih tenang.
Tidak semua yang kita inginkan harus dipertahankan
Ada juga hal-hal yang dulu kita pikir harus selalu ada dalam hidup.
Misalnya pertemanan.
Dulu mungkin kita takut kehilangan teman.
Takut dianggap berubah.
Takut tidak diajak.
Takut tidak punya circle.
Sekarang kita mulai memahami bahwa bertambah dewasa memang membuat lingkaran pertemanan bisa semakin kecil.
Bukan karena kita menjadi sombong.
Tapi karena kita mulai memahami bahwa hubungan yang sehat tidak harus ramai.
Kita tidak lagi membutuhkan banyak orang untuk merasa diterima.
Cukup beberapa orang yang tidak membuat kita harus berpura-pura.
Yang bisa diajak tertawa.
Bisa diajak diam.
Dan kalau sedang tidak bertemu pun tidak ada drama.
Hal yang sama berlaku untuk validasi.
Dulu komentar orang bisa membuat kita senang seharian.
Sekaligus bisa membuat kita kepikiran semalaman.
Sekarang kita mulai belajar bahwa tidak semua opini perlu masuk ke hati.
Karena kalau kita hidup berdasarkan pendapat semua orang, kapan kita punya kesempatan untuk hidup sebagai diri sendiri?
Kita juga belajar melepaskan versi lama diri sendiri
Mungkin salah satu hal yang paling sulit adalah menerima bahwa kita juga berubah.
Ada versi diri kita yang dulu sangat ambisius.
Ada versi yang ingin membuktikan sesuatu.
Ada versi yang tidak mau kalah.
Ada versi yang selalu ingin terlihat baik-baik saja.
Tapi sekarang mungkin kita sudah tidak ingin seperti itu lagi.
Dan tidak apa-apa.
Kita tidak sedang kehilangan diri sendiri.
Kita sedang mengenal diri sendiri dengan cara yang lebih jujur.
Kita mulai tahu mana yang benar-benar membuat bahagia dan mana yang hanya terlihat bagus dari luar.
Mana yang memang kita inginkan dan mana yang sebenarnya hanya kita kejar karena semua orang juga mengejarnya.
Pada akhirnya, hidup bukan tentang memiliki semuanya
Semakin dewasa, aku justru merasa bahwa hidup bukan tentang berhasil mendapatkan semua yang kita inginkan.
Tapi tentang tahu kapan harus berhenti mengejar sesuatu yang sudah tidak lagi kita butuhkan.
Karena ada hal-hal yang memang indah ketika diperjuangkan.
Tapi ada juga hal-hal yang justru menjadi indah ketika kita lepaskan.
Mungkin sekarang kita tidak lagi ingin menjadi orang yang paling sukses di ruangan.
Kita cuma ingin menjadi orang yang pulang dengan hati yang tenang.
Tidak harus punya banyak teman.
Yang penting punya orang-orang yang tulus.
Tidak harus selalu terlihat bahagia.
Yang penting benar-benar merasa cukup.
Tidak harus membuktikan apa-apa.
Karena akhirnya kita sadar...
beberapa hal yang dulu kita kejar mati-matian, ternyata memang tidak perlu dibawa sampai sejauh ini.
Dan mungkin itu bukan tanda kita kehilangan ambisi.
Mungkin itu tanda bahwa kita akhirnya tahu:
mana yang penting, dan mana yang hanya terlihat penting.






Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisanku ini, bahagia deh rasanya kalo kamu bisa berkomentar baik tanpa ngasih link apapun dan enggak SPAM. :)