Selasa, 22 Oktober 2019

Kemasan Makanan Styrofoam: Aman Digunakan dan Ini Faktanya!



Gerakan diet kantong plastik atau larangan menggunakan Styrofoam pasti sudah kalian dengar sejak beberapa tahun terakhir kan? Bahkan isu ini dikaitkan juga ke isu kesehatan, dimana “katanya” Styrofoam bisa menyebabkan kanker jika bersentuhan langsung dengan makanan? Benar gak sih? Nah daripada kita mengira-ngira dan hanya mendengar omongan dari “katanya” saja, yuk kita kenalan dulu sama Styrofoam ini.


Fakta Kemasan Makanan Styrofoam

Selasa, 8 Oktober 2019 lalu aku dan rekan-rekan blogger menghadiri acara cooking demo yang bertema “How to Make Good Quality Take-away Foods” yang dihadiri oleh Chef Lucky Adreono dan seorang pakar Styrofoam, yakni Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph. D. Dalam acara ini, kami belajar memasak dua menu dari Chef Lucky, yaitu Tumis Udang Saus Telur Asin dan Tumis Ayam Cabe Garam yang mudah untuk dipraktekkan di rumah.


Sambil menyaksikan Chef Lucky mendemokan dua menu tersebut, aku dan teman-teman blogger lainnya mendapat pencerahan mengenai fakta Styrofoam. Kontroversi mengenai penggunaan Styrofoam sebagai wadah makanan tentu menjadi pembahasan yang cukup sengit, terutama di kalangan buibu. 

Ada satu fakta menarik yang menyebutkan bahwa wadah makanan Styrofoam yang ada di pasaran umumnya aman beb, kayak di tukang bubur yang aku beli tiap pagi deket kantor. Malah ya, WHO menyatakan bahwa Styrene atau Stirena tidak akan menimbulkan bahaya pada kesehatan jika tidak melebihi 5000 ppm di dalam tubuh.


Sementara kemasan makanan atau Styrofoam yang sering dipakai untuk menyimpan makanan, hanya mengandung Styrene sebanyak sekitar 0,05 ppm. Oleh karena itu, Badan Pengawasan Obat Indonesia menyatakan jika Styrofoam aman digunakan untuk makanan asal tidak berlebihan.
“Jumlah Stirena yang ada dalam kemasan makanan yang terbuat dari Polistirena adalah 0-30 ppm (part per million). Jumlah ini sama dengan yang terkandung dalam kayu manis, daging sapi, biji kopi, stroberi, kacang dan tepung yang kita konsumsi langsung sehari-hari,” ujar Ir. Akhmad Zainal Abidin M. Sc. Ph.D Polystrene Expert dan Dosen ITB dalam acara How to Make Good Quality Take-Away Foods bersama Master Chef Lucky Andreono.

BPOM: Styrofoam Aman Digunakan untuk Kemasan Makanan

BPOM sudah melakukan pengujian terhadap 17 sampel Styrofoam di 7 provinsi Indonesia dan menyatakan Styrofoam yang beredar di pasaran aman digunakan selama tidak melebihi batas maksimum yaitu 1000 ppm.

Fakta unik lainnya, rata-rata batas maksimum Styrofoam yang beredar di Indonesia tidak membahayakan dan konsumen tidak perlu khawatir membeli makanan yang kemasannya Styrofoam.


Jaga Bumi, Jangan Gunakan Styrofoam Berlebih Meski Aman Bagi Kesehatan

Meskipun terbilang aman, sebagai warga bumi yang turut menjaga kelestarian dan kebersihan bumi, ada baiknya tidak menggunakan kemasan Styrofoam secara berlebihan, ya. 

Ada fakta menarik dari kemasan Styrofoam yang menurut Ir. Akhmad Zainal Abidin M. Sc. Ph.D Polystrene Expert dapat didaur ulang. Beberapa negara di dunia sudah melakukannya. Iya, kemasan penyajian makanan yang dibuat dari Polistirena busa sudah banyak didaur ulang di berbagai lingkungan masyarakat.



Misalnya di California, 20% dari seluruh penduduknya memiliki akses daur ulang jajanan makanan pinggir jalan yang menggunakan kemasan Polistirena busa nomor 6. Satu di antara empat warga Kanada dapat mengakses layanan dinas kota untuk daur ulang Polistirena busa. Satu di antara dua warga Kanada dapat mengakses layanan dinas kota untuk daur ulang Polistirena keras. Di Jerman, 98% dari kemasan Polistirena busa yang dikembalikan didaur ulang. Sedangkan di Inggris terdapat 25 lokasi sarana daur ulang Polistirena busa.

Lalu bagaimana dengan negara Indonesia tercinta? Informasi yang aku dapatkan, sampah Styrofoam bisa diserahkan ke Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) yang nantinya diolah menjadi produk bermanfaat.


Daur Ulang Kemasan Styrofoam

Styrofoam dapat diubah menjadi produk lain dengan konsumsi energi lebih hemat ketimbang bahan lain. Bahan ini 50% lebih hemat energi ketimbang kemasan berbahan kertas berlapis plastik dan 30% lebih hemat energi dibandingkan pembungkus makanan dari bahan dasar pati jagung (Polylactic acid/PLA).
Selain itu, daur ulang Styrofoam hanya membutuhkan air empat kali lebih sedikit ketimbang PLA. Styrofoam juga dua hingga lima kali lebih ringan dibandingkan kemasan kertas sehingga mengurangi emisi karbon dioksida ke udara saat distribusi produk.


Styrofoam 100% dapat didaur ulang (recycled) atau diperoleh ulang (recovery) menjadi barang baru seperti kemasan Polistirena untuk elektronik, beton ringan dan absorber sulfur. Menurut Ir. Akhmad sampah Styrofoam paling dicari pemulung karena bernilai ekonomis. Hasil ini diutarakan setelah ia dan tim melakukan survei sampah di belasan sungai besar di Pulau Jawa.

Perhatikan Logo Di Bawah Kemasan Styrofoam!

Ketika menggunakan kemasan makanan Styrofoam, sesekali kamu bisa cek bagian bawahnya, ya. Apakah terdapat tulisan TF2N, tulisan CFC Free, logo Food Grade, tulisan GPS-03C, tulisan LB-03, tulisan TF-05, tulisan P-9, dan tulisan P-19? Jika iya maka, aman untuk digunakan sebagai wadah makanan.


Cara Mencegah Bahaya Styrofoam

Memang Styrofoam telah dinyatakan aman untuk digunakan, namun bahayanya masih bisa mengintaimu jika tidak memperhatikan berbagai hal yang dapat meningkatkan kontaminasi zat styrene.

Ada beberapa catatan yang bisa aku share perihal #KemasanMakananStyrofoam agar #StyrofoamAman digunakan yaitu:
1. Jangan menggunakan styrofoam berulang kali. Gunakanlah hanya untuk satu kali pakai.
2. Hindari penggunaan styrofoam untuk makanan yang panas diatas 100 derajat celcius.
3. Jangan menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan yang akan dipanaskan.
4. Jika makanan bersifat asam, mengandung banyak lemak atau alkohol, maka sebaiknya hindari penggunaan styrofoam.




Last but not least sebagai konsumen tentunya harus lebih bijaksana dalam penggunaan Styrofoam sebagai wadah makanan. Iya, mulai dari diri sendiri menerapkan zero waste dalam kehidupan sehari-hari. Terutama meminimalisir penggunaan Styrofoam sebagai wadah makanan.

Paham sekali, kalau gerakan zero waste ini pun butuh yang namanya kerjasama dari pemerintah dan pelaku industri untuk mengembangkan industri daur ulang plastik. Setuju?


67 komentar:

  1. Mungkin industri daur ulang ini yang memang dibutuhkan. Saya kira sterofoam itu bahaya bagi kesehatan juga, eh ternyata tidak. Salam kenal ibuk.

    BalasHapus
  2. Woh kirain tadi mau mengkampanyekan penggunaan styrofoam hahaha mau julid. Ternyata malah mengedukasi, aku baru tau kalau sampah Styrofoam bisa diserahkan ke Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI). Ini nih yang penting. Harusnyasampah styrofoam itu dicuci, dikeringkan. supaya bisa di kirim untuk didaur ulang.

    BalasHapus
  3. Ternyata aman ya mbak. Tapi tetap kudu hati-hati ketika memakainya. Lebih baik meminimalkan pemakaiannya.

    BalasHapus
  4. Benar banget ya, walau aman digunakan kita tetap harus aware dengan bahaya penggunaan yang berlebihan, harus bijaksana menggunakan styrofoam.

    BalasHapus
  5. Iya mba, meskipun aman. Kita tetap jeli terutama lihat logo dibawah kemasan.
    Dengan begitu kita aman.
    Dan dapat nilai gizi dari makanan yang dikonsumsi

    BalasHapus
  6. wow fakta yaang menarik tentang styrofoam ya... dan benar jangan berlebihan menggunakan styrofoam

    BalasHapus
  7. Wah jadi tau saya, soalnya selama beli Styrofoam gak pernah ngecek kode kemasan dibawahnya mbak. Makasih ya udah dijelasin... bermanfaat banget nih.

    BalasHapus
  8. wah faktanya begitu ya, tapi styrofoam susah di urai jadi sebaiknya jangan sering2 dipakai ya :) kalau sekali2 sih ga apa

    BalasHapus
  9. iya mba Aie aku dulu pernah diomongin ntar kena kanker kalau beli makanan yang bungkusnya pake styrofoam duh jadi ngakak deh padahal faktanya ya aman bagi kesehatan cuman tetap ya kebijakan dalam pemakaian karena ngaruh ke lingkungan ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang penting pengelolaannya ya mba biar ramah lingkungan dan ga bikin sampah pokoknya bijak y mba pemakaian

      Hapus
  10. Sepakat banget kalau bagaimanapun kita harus bijak untuk penggunaan styerofoam ya mba. Tapi kalo bungkus bubur seringnya pakai styrofoam mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Satu sisi memang kalau pakai strofoam emang awet panas makanannya mba. Jadi ini bisa jadi pilihan juga

      Hapus
    2. Dan aku ngerasa, informasi bahwa styrofoam aman digunakan itu harus slalu disosialisasikan ya mba. Jadi banyak yang juga teredukasi dengan baik

      Hapus
  11. segala sesuatu asal tak berlebihan inshaAllah aman. inilah kenapa suami saya perlu baca ini. beliau parno banget. masa baru sekali beli makanan wadah styrofoam langsung buru2 suruh taruh mangkuk

    BalasHapus
  12. Wah ternyata styrofoam itu aman untuk makanan kalau cara pakainya benar. Thanks info bermanfaatnya kak

    BalasHapus
  13. Aku baru tahu nih tentang stryfoam ternyata aman juga walaupun kita harus tetap hati2 dalam penggunaannya

    BalasHapus
  14. Wah ternyata begitu ya fakta sebenarnya dari styrofoam..

    Cuma memang tetap harus bijak penggunaannya ya

    BalasHapus
  15. Ya ampun masih aja salah dan percaya mitos bahwa ini tidak bagus buat makanan.

    Tukang dagangan juga memakai ini karena praktis

    BalasHapus
  16. Oh gituuu, jadi ada batasan penggunaan juga ternyata ya Mom biar aman.

    BalasHapus
  17. Alhamdulillah dapat pencerahan, ternyata aman ya mba pakai stereofoam buat bungkus makanan

    BalasHapus
  18. Oh yaaaa sih, styrofoam ini banyak digunakan oleh penjaja makanan. Aku juga masih suka pakai terutama kalau jajan bubur ayam, mie ayam hehehe. Oya sih memang aku ga sering2. Ga boleh juga digunakan berulang kali ya, cukup satu kali saja. TFS mb :)

    BalasHapus
  19. Bener banget sih emang harus terkontrol dan harus sesuai sama aturan dalam penggunaan styrofoam ini

    BalasHapus
  20. Jadi sekarang kalo dapat makanan pake styrofoam udah gak waa-was lagi ya. Tapi karena akan jadi limbah yang sulit terurai, baiknya kita batasi penggunaannya. Lebih baik bawa kotak makan sendiri, hehe.

    BalasHapus
  21. Asalkan sesuai aturan penggunaannya masih oke ya mba, ini udah jadi pertanyaan lama banget dikalangan ibu2 yg pada suka ngebahas ini

    BalasHapus
  22. dulu tuh ngerasa ngeri ya kalau makanan dibungkus styrofoam. buru2 dipindah ke tempat lain karena katanya beracun. padalah kenyataannya engga gitu, jadi merasa aman dengan styrofoam. tapi tetap gunakan dengan bijak.

    BalasHapus
  23. Segala yg berlebihan emang ga baik ya mba. Yg penting harus bisa bijak dalam menggunakan produk sekali pakai. Jgn karena maunya serba enak dan praktis, tanpa sadar kita malah memperburuk lingkungan 🙃

    BalasHapus
  24. waaah aku baru tau nih kalo styrofoam ga boleh digunakan lebih dari sekali hihihi, dulu sempet beredar isu kalo styrofoam ini kurang baik buat bumi ya, asalkan nggak berlebihan aja sih penggunaanya ya sebenernyaaa, dan semenjak itu udah jadi kebiasan kalo mau beli bubur pun bawa misting sendiri hihihi

    BalasHapus
  25. Eventnya seruu banget mbak bisa ketemu sama Chef Lucky, aku udah nemu nih styrofoam daur ulang kemarin pas di supermaket

    BalasHapus
  26. nahkan... Styrene styrofoam cuma sekitar 0,05 ppm jadi aman. gitu suami saya heboh banget, kayak banyak racunnya padahal salah kaprah ajah

    BalasHapus
  27. iya bener sih kak aku juga sering mendengar info tersebut kalo styrofoam ini gak boleh bersentuhan dengan makanan panas langsung karena bsa menyebabkan cancer, malaha dari berita salah satu stasiun tv yang menyiarkan.

    BalasHapus
  28. Ternyata aman ya styrofoamnya, padahal setiap beli makanan ada selalu rasa bersalah knp sih hrs styrofoam tapi skrg udah sah ya kalo penggunaannya aman

    BalasHapus
  29. ternyata styrofoam aman aja ya. selama ini ortuku rada bawel kalo beli makan pake styrofoam gitu katanya bahaya. aku share ke ortuku deh artikel ini hihi

    BalasHapus
  30. Berarti stigma saat ini salah ya kak? Katanya stereofoam nggak bisa didaur ulang, tapi bagus banget kalau ternyata bisa didaur ulang, jadi ngerasa aman gitu makenya.

    BalasHapus
  31. Yang saya tau styrofoam itu ga bagus buat makanan, eh ternyata aman yah? Wah jadi terbuka nih wawasannya. Thanks sharing nya mbak

    BalasHapus
  32. Apa pun itu gak boleh berlebih ya Mbak, termasuk penggunaan styrofoam ini yah. Harus jeli juga perhatikan tanda2 food grade itu yah. Noted nih. :)

    BalasHapus
  33. ini mematahkan mitos bahwa styrofoam itu berbahaya ya, padahal aman jika digunakan dengan bijak

    BalasHapus
  34. wah saya jarang banget nih ngecek bagian bawah styrofoam. ternyata ada kodenya juga ya. tapi walaupun termasuk aman memang sebaiknya nggak dibiasakan ya, mbak menggunakan styrofoam ini.

    BalasHapus
  35. Ternyata styrofoam aman juga ya untuk wadah makanan, asalkan ada logo2 food grade di bagian bawahnya. Selama ini aku kurang perhatian dengan logo di bawah styrofoam. Makasih infonya mbak.

    BalasHapus
  36. Styrofoam 100% ternyata dapat didaur ulang (recycled) atau diperoleh ulang (recovery) menjadi barang baru seperti kemasan Polistirena untuk elektronik, beton ringan dan absorber sulfur.

    Jadi di dekat rumah ibuku, ada tukang dekor yang menggunakan stereofoam raksasa, mungkin ke sini juga larinya ya itu para kemasan yang udah tak terpakai?

    BalasHapus
  37. wellnoted kak.. segala sesuatu emang kalo berlebihan emang gak baik yaa termasuk stirofoam. Dan kalo gak kepepet banget..tetep pake wadah yang bisa dipakai ulang ya kak..

    BalasHapus
  38. Karena sangat jarang jajan, di rumah amat sedikit mnghasilkan sampah sterofom ini. Memang masih bingung daur ulangnya sih. Karena kalau di bank sampah terdekat, tidak diterima. Ternyata bisa ke ADUPI ya.

    BalasHapus
  39. oh aku baru tau kalau ada tanda-tandanya gitu, mengindikasikan apa ya mba kode-okde di bawah sterofom itu. pasti punya artinya sendiri-sendiri kan hihi

    BalasHapus
  40. Tapi aku tetep takut mbak makan pake styrofoam. Apalagi klo panas2 kuah gitu. Takut kandungannya lepas ke kuah panas. :(

    BalasHapus
  41. berarti ga apa-apa yaa pakai styrofoam buat bungkus makanan. tadinya agak was2 sekarang jadi tenang deh. liatain tanda2nya ah...

    BalasHapus
  42. tuh kan udah ambil sampel dari berbagai provinsi dan hasilnya styrofoam tuh aman. kudu baca nih biar gak salah kaprah lagi

    BalasHapus
  43. Aku tuh termasuk yang baru tahu juga kalau ternyata styrofoam ramah makanan.
    Untung saja baca artikel yang bergizi ini.

    Tapi aku berpikir, alangkah baiknya jika ada kempen penghargaan atau reward terhadap konsumen yang bawa tempat minum/makan sendiri saat belanja, biar lebih termotivasi :)

    BalasHapus
  44. Aku kira kurangnya Indonesia ini dari pengolaan sampahnya ya mbak. Kalau pengelolaannya baik, dan masyarakatnya terbiasa buang sampah pada tempatnya, pasti bisa mengurangi sampah paling gak yang jatuh ke laut.

    Soal styrofoam ini aku baru tahu loh mbak. Bahkan ada kode kemasannya juga ya, aku sama sekali gak pernah lihat. Emang selama ini aku menghindari banget styrofom walaupun gak juga gak mau.

    BalasHapus
  45. Makasih pencerahannya mbak Aie, saya dulu memberikan stigma negatif sama styrofoam loh huhuh ternyata styrofoam ini masih aman yah digunakan untuk makanan.

    BalasHapus
  46. Aman, tapi tetap ada batasannya yaa mbaa. Aku pas jamannya sekolah seeing banger pakai styrofoam hehe tapi sejak Ada eumpr bahaya styrofoam Hampir ga bpeenah samsek tapi di beberapa Kesempatan bingung Pas Yang tersedia cuma styrofoam XD

    BalasHapus
  47. Aku juga masih sering makan pakai kemasan sterofoam ini apalagi kalau jajan mie ayam atau jajan bubur ayam gitu.. Lebih ringkes dibawa plg

    BalasHapus
  48. Ada kode-kode ya di bagian belakang styrofoam? Gak pernag ngeh aku. Alhamdulillah ternyata penggunaan styrofoam gak berbahaya. Karena kan daripada pake wadah plastik, better pake styrofoam yang bisa didaur ulang ya...

    BalasHapus
  49. Jaga Bumi, Jangan Gunakan Styrofoam Berlebih Meski Aman Bagi Kesehatan. Ini point penting banget ya mbak..soalnya tadi aku pas baca kalau styrofoam aman jd mikir "wah..bakalan makin banyak nih yg pake styro" ^-^

    BalasHapus
  50. Ooohhh ternyata styrofoam tak semua buruk yac, asalkan penggunaanya tepat dan sesuai aturan fungsi styrofoam.

    BalasHapus
  51. Kalau ada solialisasi kayak gini kan bagus sekali, jadi enggak khawatir pakai stirofoam lahi, meski bijak saja pakainya.Dan setuju, gerakan zero waste ini butuh kerjasama dari pemerintah dan pelaku industri untuk mengembangkan industri daur ulang plastik yang ada.

    BalasHapus
  52. Berarti stetofoam yg baik digunakan dan aman harus ada kode2 dibawa sterofoam ya. Kalau misalnya ga apakah berbahaya?

    Ini kayaknya harus disosialisasikan ke orang2 yang ga ngeh sama internet dan para pedagang juga. Biar mereka bisa cek sterofoam yg mereka jual atau pakai.

    BalasHapus
  53. Apa cuma saya yang baru tahu kalau kemasan makanan berwarna putih ini namanya Styrofoam? Hehe. Padahal sering banget dapat makanan yang dibungkus dengan kemasan ini tapi gak tahu namanya. Syukurlah penggunannya aman dan memang lebih bagus ya daripada pake kemasan plastik.

    BalasHapus
  54. Wah, ternyata sterofoam itu aman ya, kemarin memang sempat denger sih gosip yang katanya enggak aman, jadi tenang nih... Tapi tetap harus bijak ya dalam menggunakannya ;)

    BalasHapus
  55. Ternyata sterofoam bisa digunakan untuk membungkus makanan ya .tapi tentu hanya sedikit dan ga sering. Info ini berguna sekali

    BalasHapus
  56. Kalau sekarang aku memang sering bawa wadah untuk beli bubur atau nasi uduk,alasannya lebih ke puyeng sama sampahnya sih, Kalau beli buat serumah aja sudah 4 pack, terasa penuh banget tempat sampahku.Kalau dari segi kesehatan, jujur aku sempat khawatir tapi alhamdulillah sudah tercerahkan dengan artikel ini.

    BalasHapus
  57. Selama ini ibu-ibu tahu nya kan Styrofoam itu mengandung zat berbahaya. Ternyata aman ya karena setara dengan kandungan yang ada pada kayu manis dan lainnya.

    BalasHapus
  58. Nah kode-kode di bawah kemasan styrofoam ini yang banyak orang nggak sadar ya Mbak, bahkan nggak mengerti apa artinya. Padahal penting untuk diketahui.

    BalasHapus
  59. Aku baru tahu mba Styrofoam ini ternyata aman. Nah untuk makanan panas dan berminyak ga boleh ya mba, catet. Soalnya kadang suka banyak tuh, yang jualan makanan, masih panas, kadang suka langsung masukin streofoam.

    BalasHapus
  60. Karena hanya boleh digunakan sekalinya ini yaa...yang sangat gak baik untuk lingkungan.
    Dan sejujurnya, aku sangat menghindari penggunaan Styrofoam,
    Hihi...suka parno aja gitu, saat makanan bersentuhan langsung dengan Polistirena.

    BalasHapus
  61. Nah ini, aku baru tahu fakta soal keamanan kemasan Styrofoam untuk makanan. Jadi gak was-was lagi deh kalo beli makanan dibungkus pake Styrofoam. Yang perlu kita lakukan adalah bijak menggunakan supaya tidak menjadi sampah bagi lingkungan

    BalasHapus
  62. Lihat makanan didalam. Styrofoam bikin ngiler mba. Eh ada chef lucky ya. Seru dong acaranya ada demo cookingnya. Alu sih belum pernah memakai styrofoam sebagai wadah makanan.

    BalasHapus
  63. Aku dulu kalo sekolah selalu dibekali pake styrofoam, karena alm. Ayah nyetok banyak dirumah dan bisa dipake besoknya lagi soalnya kan bisa dicuci jg

    BalasHapus
  64. Aku baru tahu kalau di bagian bawah styrofoam itu ada kodenya lho. Berarti emang bisa didaur ulang yaa. Kebetulan pak suami kan jualan makanan dan pakai styrofoam. Nanti aku coba cek ah apakah sudah pakai yang aman apa belum.

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisanku ini, bahagia deh rasanya kalo kamu bisa berkomentar baik tanpa ngasih link apapun dan enggak SPAM. :)