Balik Kampung: Apa Aja Sih Persiapan Trip Bersama Anak di Saat Pandemi?

Selasa, 31 Mei 2022

Akhir Februari tahun ini, aku bersama Darell berkesempatan untuk balik kampung a.k.a pulang ke kampung halaman bokap di Palopo, Sulawesi Selatan. Saat itu sebenarnya Omicron COVID-19 lagi tinggi-tingginya di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia. Namun, aku yang berangkat balik kampung bersama bokap nyokap, adik-adik dan Darell sudah terlanjur pesan tiket sejak Januari. Jadi ya, bismillah kami berangkat saja tentu dengan persiapan yang cukup matang. Nah, di cerita blog kali ini aku akan share tentang apa aja sih persiapan trip bersama anak di saat pandemi? So, yes, let's start the story now ...

Balik Kampung: Apa Aja Sih Persiapan Trip Bersama Anak di Saat Pandemi?
Aku, sang gadis Bugis yang lahir dan besar di ibukota ini, merasa bersemangat sekali ketika bokap ngajakin untuk pulang kampung ke Palopo, Sulawesi Selatan. Jujurly ya, ini kali pertama untuk aku ke Palopo begitupun nyokap dan adik-adikku. Apalagi Darell... wah ini perjalanan terjauh dalam hidupnya sih kayaknya. 

Okay, fokus ke cerita persiapan untuk trip ini yang sebenarnya dadakan sih. Karena tetiba bokap ngajakin buat ikutan ke Palopo sekalian ada pernikahan saudara di sana. Tadinya yang ikut hanya aku, bokap, nyokap, dan adik-adikku aja. But last minute, Darell minta ikut dong, untung aja masih dapat tiket dengan pesawat yang sama dan jadwal yang sama juga. 

Tadinya fokus siapin koper untuk diri sendiri, eh nambah nih si anak bujang, alhasil ganti ukuran koper deh. Karena memang kami berencana menghabiskan 5 hari 4 malam di sana dengan itinerary yang cukup padat dimana perjalanan dimulai di Makassar lalu perjalanan darat ke Palopo dengan melewati Pare-Pare dan Toraja. 

Balik Kampung: Apa Aja Sih Persiapan Trip Bersama Anak di Saat Pandemi?


Berhubung saat itu masih sering hujan, jadi persiapan pun dimaksimalkan deh, termasuk di antaranya membawa cemilan, obat-obatan, dan protokol kesehatan. So ini dia persiapan trip bersama anak di saat pandemi. 

1. Pastikan sudah vaksin COVID-19 dua kali

Karena lumayan lho bedanya, jika sudah vaksin dua kali hanya perlu melakukan Swab Antigen dimana budgetnya hanya 99ribu aja. Sedangkan kalo baru vaksin satu kali harus melakukan test PCR, yang mana harus mengeluarkan uang 275ribu minimal. 

Alhamdulillah Darell sudah dua kali vaksin COVID-19, jadi hanya perlu Swab Antigen malam sebelum berangkat ke Makassar. Hanya saat itu memang Omicron lagi happening banget, jadi antrian Swab Antigen cukup panjang dan sempat error data gak bisa masuk ke PeduliLindungi. 

Jadi, kami menunjukkan surat hasil Swab Antigen yang di print ke petugas di bandara saat hendak boarding. Hmm... pengalaman yang tak terlupakan. 

Balik Kampung: Apa Aja Sih Persiapan Trip Bersama Anak di Saat Pandemi?

Balik Kampung: Apa Aja Sih Persiapan Trip Bersama Anak di Saat Pandemi?

2. Tentukan akomodasi yang aman dan nyaman

Aku dan adikku bertugas untuk menyiapkan itinerary dan booking pesawat, hotel, juga mobil yang disewa untuk perjalanan darat dari Makassar ke Palopo. Kami memilih pesawat Batik Air karena mempertimbangkan kenyamanan dan harganya gak terlalu pricey juga. 

Untuk hotel atau penginapan, kami memilih yang benar-benar mengikuti aturan protokol kesehatan dimana kami menginap di hotel Swissbel Makassar semalam, dan penginapan guest house di Toraja. Sedangkan di Palopo, hotelnya cukup dekat dengan acara pernikahan meski sederhana tapi bersih dan memenuhi standar protokol kesehatan. 

Lalu, mobil yang kami sewa mobil Hi-Ace yang cukup nyaman dan kapasitasnya besar karena kami akan melakukan perjalanan darat selama kurang lebih 8 jam. Lumayan juga sih sewa 4 hari total 5juta sudah dengan supir, tol, parkir, dan bensin. 

Balik Kampung: Apa Aja Sih Persiapan Trip Bersama Anak di Saat Pandemi?


3. Bawa pakaian yang nyaman 

Berhubung aku tipe yang detail perihal pakaian, apalagi perginya sama Darell ya, jadi pakaian yang nyaman itu kunci dan penting banget. Juga, untuk Darell aku bawain sweater atau jaket serta baju yang nyaman dan selama perjalanan diusahakan memanfaatkan laundry, jadi pulang gak bawa banyak baju kotor kitu. 

4.  Protokol kesehatan lengkap 

Masker menjadi benda yang wajib digunakan oleh siapapun di masa pandemi, termasuk anakku. Karena itu aku membawa masker yang cukup digunakan selama 5 hari dengan tipe masker sesuai dengan yang dianjurkan oleh pemerintah. 

Selain masker, aku juga bawa hand sanitizer, tisu kering, tisu basah, dan disinfektan dengan ukuran travel friendly. Lebih baik mencegah kan ya beb daripada mengobati. Aku juga cukup bawel untuk mengingatkan Darell untuk perketat protokol kesehatan selama perjalanan ke Palopo ini. Alhamdulillah cukup paham sih kenapa harus disiplin protokol kesehatan. Jadi aman lah ya. 

Balik Kampung: Apa Aja Sih Persiapan Trip Bersama Anak di Saat Pandemi?

Balik Kampung: Apa Aja Sih Persiapan Trip Bersama Anak di Saat Pandemi?

5. Obat-obatan dan vitamin 

Yang gak kalah penting untuk dibawa yaitu obat-obatan dan vitamin, harap maklum ya akutuh gampang banget masuk angin dan kadang asam lambung bisa naik. Sedangkan untuk Darell aku bawain vitamin atau suplemen biar tetap strong dan sehat selama melakukan perjalanan ini. 

Ya kurang lebih itu sih persiapan yang aku bawa selama melakukan trip bersama anak di masa pandemi. Perjalanan ini sebenarnya yang pertama kali dengan Darell dan beda pulau pula. Jadi memang, persiapannya harus maksimal banget. 

Nah, di tulisan selanjutnya aku akan ceritain tentang perjalanan di Makassar ya :)
 

25 komentar

  1. Lengkap sekali persiapannya
    pasti seru banget ya balik kampung bersama keluarga.

    BalasHapus
  2. seru sekali ini perjalanan mudiknya mba ... semoga selalu sehat dan bahagia aamiin

    BalasHapus
  3. Seru banget ini mudiknya serasa travelling aja ya. Dan lumayan juga sewa Hi-Ace 5 juta sudah sama sopir, tol dan bensin. Kapasitasnya yang lega pasti bikin perjalanan makin nyaman. Apalagi barang bawaan juga banyak. Kalau mobil biasa pasti jadi sesak. Haha. Waaah, iri banget sama Darell yang sudah sampai ke Sulawesi.

    BalasHapus
  4. Seru banget perjalannya mudiknya ni, apalagi kalo pulang kampung ini dengan segala persiapan yang terencana, ahh bikin happy pisan apalagi bareng keluarga.

    BalasHapus
  5. Senangnya bisa pulang kampung barengan begini, acara pernikahan memang bisa jadi momen silaturahmi sanak saudara ya..Apalagi saat pandemi pasti butuh persiapan ekstra
    Palopo wah, enggak sabar nunggu keseruan perjalanannya.

    BalasHapus
  6. Memang sekarang kalo mau bepergian persiapannya tuh jadi jauh lebih rempong yah, tapi gak papa yang penting aman dan sehat selalu kan yaaah. Seru banget nih acara mudiknya, jadi penasaran pengen tahu lanjutannya deh

    BalasHapus
  7. buat saya sih, kalau udah terbiasa dengan kelengkapan kesehatan, mau pandemi atau nggak, tetap bakalan terbawa barang-barang itu, apalagi untuk anak. Yang penting sih dia sehat, kitanya pasti merasa aman.
    Mereka yang nikah pas di masa pandemi dan keluarga nggak bisa datang, terasa sedihnya. Alhamdulillah kalau bisa kumpul ya, insyaAllah sehat-sehat terus.

    BalasHapus
  8. Sekarang bepergian kudu ada persiapan tambahan kaya vaksin COVID-19 dan protokol kesehatan. Tak apalah sedikit ribet. Yang penting sehat selamat selama perjalanan

    BalasHapus
  9. Sekarang bepergian kudu ada persiapan tambahan kaya vaksin COVID-19 dan protokol kesehatan. Tak apalah sedikit ribet. Yang penting sehat selamat selama perjalanan

    BalasHapus
  10. Memang perjalanan akan terasa jauh lebih nyaman jika disiapkan dengan seksama ya mbak. Seru nih perjalanan ke Palopo barang keluarga. Walau niatnya untuk acara pesta keluarga pastinya juga ada jalan-jalan nih ya. Nah bagian jalan-jalan ini juga paling seru

    BalasHapus
  11. Sama mbak, aku pun setiap bepergian sama keluarga pasti bawa hand sanitizer, tisu kering, tisu basah, dan disinfektan. Bahkan sampai sekarang meskipun situasi terlihat semakin membaik (mulai aman), semua itu tetep aku bawa. Disinfektan yang aku bawa gede malahan, bukan kemasa ukuran travel friendly gitu haha. Satu lagi yang ga ketinggalan dibawa, power extention yang isinya 7 colokan dengan 2 jenis model colokan, bekal ngecas HP dan kamera di manapun berada. Sengaja yang colokannya banyak, biar sekali colok bisa dipake ramean sekeluarga :))

    BalasHapus
  12. Seruuu nih, persiapannya aja pasti udah menyenangkan apalagi di perjalanan. Menanti cerita selanjutnya, karena perjalanan darat selama di Sulawesi bakal menarik nampaknya. Aku belum pernah berkunjung kesana. Itu kalo rombongan cukup banyak emang paling enak memilih mobil Hiace yang lebar dan muat banyak orang

    BalasHapus
  13. Sama Mbak saya juga pulkam bawa anak-anak ternyata mau sesimpel apapun tetap saja barang bawaan anak harus benar-benar diperhatikan selengkap mungkin termasuk berbagai keperluan yang berhubungan dengan protokol kesehatan.

    BalasHapus
  14. Alhamdulillahnya sekarang sudah tidak lagi pake tes antigen atau PCR ya makk...asal sudah vaksin penuh. Sekarang sudah relatif dimudahkan perjalanan udara maupun darat.

    BalasHapus
  15. Eh kirain dirimu org Sunda mbak haha, ternyata masih ada darh Bugisnya yaaa.
    Di sana masih ada banyak saudara berarti ya?
    Aku jg pengen bawa anak2 pulang ke akar rumputnya, tapi kudu mateng persiapannya, idem kalau jalur darat yg mayan panjang waktunya bisa 7-8 jaman juga haha.
    Emang persiapan fisik penting, apalagi buat anak2.

    BalasHapus
  16. Perjalanan bersama keluarga besar tentu membawa banyak kisah menyenangkan yaa..
    Dan jadi ajang silaturahm keluarga agar anak-anak masih kenal dengan leluhurnya.

    Have fun~

    BalasHapus
  17. Jauh atau dekat kalo pergi sama anak persiapan harus lebih ya mak apalagi di masa pandemi nambah lagi drh PR nya ortu. Anakku blm bisa vaksin krn masih balita jd ya harus hati2 banget vitamin ga lewat tiap hari

    BalasHapus
  18. Selama pandemi, paling jauh aku pergi ke Solo. Itu juga tetep dengan protokol kesehatan dan grafiknya udah menurun. Tapi aku masih tim sendiri, jadi lebih ringkas. Itu pun terasa bawaannya lumayan banyak, dan ebrakhir oleh-oleh cucian yang lumayan hihi. Kalau pulkam aku malah enggak ke mana-mana, tiap lebaran atau musim liburan di Bandung aja

    BalasHapus
  19. Oh aku baru tau kalau Ai ini ada turunan Bugis, Senangnya bisa balik kampung ya di tengah pandemi, Alhamdulillah aman ya.

    BalasHapus
  20. serunya ke makassar. pas ini mau jalan-jalan pandemi ama anak-anak. deg-degan juga sebenarnya worry aku kan takut ya walau udah enak. emang kudu mateng persiapannya, termasuk siap2 kalau mulai riwilll wkwkkw. tar lagi pas mau liburan sekolah euy

    BalasHapus
  21. Lengkap banget ya, Aie, jadi perasaan nyaman kalau lengkap begini saat mudik bawa si kecil. Aku ngalamin banget dan bawa obat-obatan luar maupun yang diminum, vitamin, bisa jadi andalan kalau ada apa-apa. Anak-anak biasa mudah sakit perut, masuk angin, mual

    BalasHapus
  22. Udah lama banget nih gak ngetrip selama beberapa tahun masa pandemi kemarin. Kalaupun ngetrip, ya paling sekitar sini aja. Masih di Lombok dan sekitarnya. Hmmm.. liburan nanti jadinya ke mana ya?

    BalasHapus
  23. Udah lama banget nih gak ngetrip selama beberapa tahun masa pandemi kemarin. Kalaupun ngetrip, ya paling sekitar sini aja. Masih di Lombok dan sekitarnya. Hmmm.. liburan nanti jadinya ke mana ya?

    BalasHapus
  24. Sewa mobilnya lumayan ekonomis ya, Kak. Padahal 4 hari dan sudah lengkap dengan sopir. Seru nih, perjalanan pulang kampung dengan keluarga yang sudah bertahun-tahun tinggal di Ibu Kota. Pasti berasa beda dan penuh memori bagi Papa.

    BalasHapus
  25. owww mbak Aie ada darah bugis yah tapi lahir dan besar di Jakarta. Wah pengalaman seru nih ke Palopo mampir Toraja juga. Ku nanti kelanjutannya yaa

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisanku ini, bahagia deh rasanya kalo kamu bisa berkomentar baik tanpa ngasih link apapun dan enggak SPAM. :)