Shift Kedua Seorang Working Mom Dimulai Setelah Pulang Kantor

Jumat, 25 September 2026

Ada satu hal yang baru benar-benar aku pahami setelah menjadi working mom:

Pulang kantor ternyata bukan berarti selesai bekerja.

Kadang justru itu tanda bahwa shift kedua akan segera dimulai.

Jam kerja di kantor mungkin secara resmi selesai pukul lima sore.

Tapi setelah itu?

Masih ada kehidupan lain yang menunggu.

Shift Kedua Seorang Working Mom Dimulai Setelah Pulang Kantor

Pulang ke rumah.

Menyiapkan makan.

Membereskan sesuatu.

Menanyakan kabar anak.

Memikirkan kebutuhan rumah.

Mengecek jadwal besok.

Mengingat apakah ada sesuatu yang harus dibeli.

Dan kalau ada anak yang masih kecil, mungkin masih ada pekerjaan tambahan seperti menemani belajar, menyiapkan perlengkapan sekolah, sampai memastikan mereka tidur.

Jadi sebenarnya working mom punya berapa shift?

Entahlah.

Yang jelas, slip gaji kita cuma mengenali satu.

Shift Kedua Seorang Working Mom Dimulai Setelah Pulang Kantor

Dari Laptop ke Dapur

Ada hari-hari ketika aku merasa perpindahan dari kantor ke rumah itu seperti pindah dunia tanpa sempat mengganti baterai.

Di kantor kita bicara soal target.

Di rumah kita bicara soal makan malam.

Di kantor ada deadline.

Di rumah ada cucian.

Di kantor ada meeting.

Di rumah ada pertanyaan:

“Besok sarapan apa?”

Dan lucunya, semua itu tetap membutuhkan kita.

Tidak ada tombol logout yang benar-benar bisa membuat otak berhenti bekerja.

Bahkan dalam perjalanan pulang pun kadang kepala masih penuh.

Tadi meeting bagaimana?

Besok harus menyelesaikan apa?

Sudah membalas email belum?

Lalu tiba-tiba sampai rumah.

Dan sebelum sempat benar-benar duduk, kita sudah kembali menjadi “ibu”.

Inilah yang sering disebut sebagai mental load working mom.

Bukan cuma pekerjaan fisik yang melelahkan.

Tapi juga daftar hal yang terus berputar di kepala.

Shift Kedua Seorang Working Mom Dimulai Setelah Pulang Kantor

Yang Melelahkan Bukan Hanya Pekerjaannya

Menurutku, salah satu hal paling melelahkan menjadi working mom bukan banyaknya pekerjaan.

Tetapi perasaan bahwa semuanya harus tetap berjalan meskipun kita sedang tidak baik-baik saja.

Kalau kita sakit, rumah tetap harus berjalan.

Kalau sedang banyak pekerjaan kantor, anak tetap membutuhkan perhatian.

Kalau sedang ingin istirahat, kebutuhan keluarga tetap ada.

Shift Kedua Seorang Working Mom Dimulai Setelah Pulang Kantor

Dan sering kali kita menjadi orang yang paling cepat mengatakan:

“Ya sudah, aku saja.”

Aku saja yang kerjakan.

Aku saja yang ingat.

Aku saja yang urus.

Aku saja yang bangun.

Aku saja yang menyiapkan.

Sampai akhirnya “aku saja” berubah menjadi:

“Kenapa semuanya harus aku?”

Mungkin karena terlalu lama kita menganggap bahwa mampu melakukan semuanya adalah sebuah kebanggaan.

Padahal bisa melakukan semuanya bukan berarti kita harus melakukan semuanya.

Shift Kedua Seorang Working Mom Dimulai Setelah Pulang Kantor

Working Mom Tidak Harus Menjadi Superwoman

Aku mulai percaya bahwa meminta bantuan bukan berarti tidak mampu.

Justru mungkin kita perlu belajar mendistribusikan beban.

Ada pekerjaan rumah yang bisa dibagi.

Ada hal yang tidak harus sempurna.

Ada makanan yang boleh dibeli.

Ada rumah yang boleh sedikit berantakan.

Ada pekerjaan yang bisa menunggu.

Dan ada hari ketika kita boleh berkata:

“Hari ini aku cuma sanggup segini.”

Tidak ada yang runtuh karena itu.

Karena sering kali standar “ibu ideal” yang membuat kita kelelahan justru berasal dari kepala kita sendiri.

Kita ingin rumah rapi.

Anak bahagia.

Karier bagus.

Hubungan dengan pasangan baik.

Badan sehat.

Tetap cantik.

Tetap produktif.

Tetap punya waktu untuk diri sendiri.

Dan kalau bisa semuanya dilakukan dengan senyum.

Ya… manusia macam apa kita ini? 😅

Shift Kedua Seorang Working Mom Dimulai Setelah Pulang Kantor

Pulang Kantor Seharusnya Bisa Menjadi Waktu untuk Pulang kepada Diri Sendiri

Mungkin sudah waktunya kita mengubah cara melihat pulang kantor.

Bukan sebagai dimulainya pekerjaan kedua.

Tetapi sebagai waktu untuk kembali menjadi diri sendiri.

Memang tanggung jawab rumah tetap ada.

Tapi kita tidak harus mengerjakannya dalam kondisi sudah habis.

Karena keluarga tidak hanya membutuhkan hasil pekerjaan kita.

Mereka juga membutuhkan versi kita yang masih punya energi untuk tertawa.

Masih bisa ngobrol.

Masih bisa mendengarkan.

Masih bisa menikmati makan malam.

Masih bisa memeluk.

Dan yang paling penting:

masih bisa menikmati hidup.

Shift Kedua Seorang Working Mom Dimulai Setelah Pulang Kantor

Working mom bukan berarti harus bekerja tanpa jeda.

Kita boleh punya karier.

Kita boleh mencintai keluarga.

Kita boleh bertanggung jawab.

Tapi kita juga boleh punya waktu untuk diri sendiri.

Karena menjadi ibu bukan berarti kehilangan hak untuk menjadi manusia.

Dan kalau hari ini kamu pulang kantor lalu merasa ingin duduk diam selama lima belas menit sebelum melakukan apa pun…

Duduklah.

Tarik napas.

Minum air.

Nikmati kopi.

Tidak apa-apa.

Shift kedua tidak akan membuatmu menjadi ibu yang lebih baik hanya karena kamu memulainya dengan tubuh yang sudah kehabisan tenaga.

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisanku ini, bahagia deh rasanya kalo kamu bisa berkomentar baik tanpa ngasih link apapun dan enggak SPAM. :)