Aku tumbuh di rumah yang tidak terlalu akrab dengan hewan peliharaan. Bukan karena tidak suka, tapi karena Mama sangat menjaga kebersihan. Jadi, waktu teman-temanku sibuk cerita soal kucing yang suka tidur di pelukannya, atau anjing yang setia menunggu pulang kerja, aku cuma bisa membayangkan rasanya. Well, di tulisan kali ini aku mau bahas tentang gimana anabul bisa jadi teman hidup bahkan membuat hidupmu lebih berarti. So shall we start now ....
Aku Belajar Ngejaga Energi, Bukan Cuma Ngejar Validasi
Kamis, 10 Juli 2025
Pernah gak sih ngerasa kayak... kok hidup capek banget ya? Padahal kalau dihitung, kerjaan gak nambah, tanggung jawab gak jauh beda. Tapi kenapa hati dan pikiran rasanya penuh? Aku pernah ngerasa gitu — sampai akhirnya aku sadar: mungkin bukan kerjaanku yang berat, tapi energi yang terus kebuang buat ngejar validasi orang lain. Hari ini aku belajar: jaga energi lebih penting daripada ngejar validasi. So, shall we start now ...
Gak Harus Diterima Semua Orang, yang Penting Aku Ngerasa Aman Jadi Diri Sendiri
Senin, 07 Juli 2025
Dulu, aku pikir hidup itu soal gimana caranya bisa diterima semua orang. Biar gak dijauhin, biar gak dikata-katain, biar keliatan “baik-baik aja”. Tapi makin ke sini, aku sadar… capek, ya.
Ternyata, rasanya kayak terus-menerus pakai topeng, sampai lupa rasanya jadi diri sendiri.
Hari ini aku belajar: aku gak harus diterima semua orang, yang penting aku aman sama diri sendiri. Yuk lanjut baca curhatan aku ...
Cara Tetap Waras Hadapi Orang Bermuka Dua di Kantor (Tanpa Bikin Drama)
Kamis, 03 Juli 2025
Kalau ada lomba kesabaran di kantor, aku yakin sebagian dari kita pasti bisa jadi juara. Apalagi kalau udah ngomongin soal colleague yang hobi banget pasang muka beda di tiap kesempatan. Depan atasan iya iya aja, giliran balik badan langsung jadi orang lain. Atau depan kita manis banget, eh di belakang? Jadi ghost storyteller, sibuk cerita versi dia yang bikin kita geleng-geleng kepala.
Aku Gak Baik-Baik Aja, Tapi Gak Nyalahin Diri Lagi — Luka Ini Gak Hilang, Tapi Bisa Aku Ajak Jalan Bareng
Rabu, 02 Juli 2025
Ada luka yang bisa sembuh dengan cepat.
Dulu Takut Telat, Sekarang Aku Tahu — Hidup Itu Bukan Balapan: Cerita Aie tentang berdamai dengan ritme hidup sendiri dan berhenti ngebandingin diri sama timeline orang lain
Selasa, 01 Juli 2025
Pernah gak sih kamu ngerasa…
“Kenapa aku baru mulai sekarang, sementara orang lain udah sejauh itu?”
Aku pernah. Sering malah.
Dulu, setiap lihat teman-teman seusia udah punya karier mapan, properti, atau pencapaian hidup yang “ideal”, aku langsung ngerasa kecil. Telat. Tertinggal. Gagal.
Padahal... aku juga udah berusaha.
Tapi entah kenapa, perasaan itu gak pernah hilang:
“Kenapa hidupku gak secepat mereka?”
Sampai akhirnya aku belajar satu hal yang mengubah cara pandangku:
gak semua orang punya garis start yang sama, dan gak semua orang harus finish di waktu yang sama. So, beb di tulisan kali ini lagi-lagi aku curhat tentang penerimaan diri sendiri dengan apapun yang aku dapatkan di dalam hidup. Shall we start now ...
Gak Harus Cepat, yang Penting Nggak Berhenti: Cerita tentang progress kecil yang Aie peluk pelan-pelan—dan ternyata, justru itu yang paling bermakna
Rabu, 25 Juni 2025
Dulu aku pikir, kalau mau berkembang, harus cepat. Harus kelihatan. Harus punya hasil yang bisa diposting, dibanggakan, dan dinilai orang.
Tulisan ini adalah catatan kecil tentang versi Aie yang hari ini—hasil dari perjalanan yang jauh dari “cepat”, tapi terus berjalan. Shall we start now...
Self-Worth Itu Bukan Buat Dipamerin, Tapi Dikenali dan Diterima
Senin, 23 Juni 2025
“Self-worth bukan hasil dari seberapa sibuk kamu. Tapi dari seberapa kamu kenal dan nerima dirimu sendiri, apa pun kondisinya.” Pernah gak sih kamu ngerasa lebih berharga saat punya pencapaian tertentu? Waktu dapet promosi, dipuji atasan, atau punya banyak pekerjaan yang ‘kelihatan penting’?