Ada satu kebiasaan kecil yang tanpa sadar menjadi bagian dari rutinitasku beberapa tahun terakhir: membuka YouTube, lalu mencari sesuatu untuk ditonton—bukan sekadar hiburan, tapi sesuatu yang bisa membuatku berpikir, merasa tenang, atau bahkan melihat hidup dari sudut pandang yang berbeda.
YouTube, bagiku, bukan hanya platform video. Ia seperti ruang belajar yang fleksibel. Kadang menjadi tempatku mencari jawaban, kadang menjadi tempatku mengurai rasa penasaran, dan di hari-hari tertentu, menjadi tempatku sekadar tertawa setelah hari yang panjang.
Menariknya, channel-channel yang paling sering kukunjungi punya satu benang merah: mereka membuatku berpikir lebih dalam tentang hidup.
Ketertarikanku pada Teori Konspirasi dan Hal-Hal yang Tidak Terlihat
Salah satu channel yang cukup sering kutonton adalah Sepulang Sekolah.
Ada sesuatu tentang teori konspirasi yang selalu menarik perhatianku. Bukan semata-mata karena sensasinya, tapi karena ia mengajak kita mempertanyakan banyak hal yang selama ini kita anggap pasti.
Pembahasan tentang dunia, sistem, sejarah tersembunyi, bahkan kemungkinan-kemungkinan yang belum tentu benar—semuanya terasa seperti membuka pintu ke ruang berpikir yang lebih luas.
Dari sana, pikiranku sering mengembara ke pertanyaan yang lebih besar:
-
Bagaimana sebenarnya dunia ini berjalan?
-
Apa yang terjadi setelah kematian?
-
Seberapa dekat kita dengan hari kiamat?
-
Dan apakah selama ini kita benar-benar memahami hidup, atau hanya menjalaninya?
Channel seperti ini tidak selalu memberi jawaban pasti. Tapi justru di situlah letak nilainya. Ia mengajarkan untuk berpikir kritis, bukan hanya menerima.
Belajar Memahami Islam dengan Nalar dan Logika
Selain teori konspirasi, aku juga sering menonton channel yang membahas Islam secara menyeluruh—bukan hanya dari sisi ritual, tapi juga dari sisi logika, sejarah, dan relevansinya dengan kehidupan modern.
Beberapa yang sering kutonton adalah channel dari Pandji Pragiwaksono, Felix Siauw, dan Raymond Chin.
Yang kusukai dari mereka adalah cara penyampaiannya yang rasional dan membumi.
Tidak menggurui. Tidak memaksa. Tapi mengajak berpikir.
Mereka membahas Islam bukan hanya sebagai kewajiban, tapi sebagai sistem hidup yang masuk akal. Mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dulu hanya berani kupikirkan dalam diam:
Menonton channel-channel ini memberiku rasa tenang yang berbeda. Bukan ketenangan karena semua pertanyaan terjawab, tapi karena aku tahu aku sedang berjalan ke arah pemahaman yang lebih baik.
Podcast Ringan yang Menjaga Kewarasan
Tapi tentu saja, hidup tidak selalu harus serius.
Ada hari-hari ketika otak sudah terlalu penuh. Ketika yang dibutuhkan bukan jawaban, tapi jeda.
Di hari-hari seperti itu, aku biasanya membuka channel seperti PODKESMAS dan Vindes.
Podcast mereka ringan, lucu, dan terasa sangat manusiawi.
Mendengar percakapan yang spontan, candaan yang tidak dibuat-buat, dan cerita-cerita sederhana tentang hidup—semuanya terasa seperti diingatkan bahwa hidup tidak harus selalu berat.
Kadang, tertawa adalah bentuk healing yang paling sederhana.
Dan podcast seperti ini, tanpa sadar, membantu menjaga keseimbangan.
Manfaat Nyata yang Aku Rasakan
Menonton channel-channel ini bukan sekadar mengisi waktu. Ada banyak manfaat langsung yang benar-benar kurasakan:
1. Cara berpikir menjadi lebih terbuka
Aku jadi lebih terbiasa melihat sesuatu dari berbagai perspektif. Tidak mudah menghakimi, dan lebih nyaman dengan ketidakpastian.
2. Memperkuat pemahaman spiritual
Pembahasan tentang Islam, kehidupan setelah kematian, dan tujuan hidup membuatku lebih reflektif. Lebih sadar bahwa hidup bukan hanya tentang hari ini.
3. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis
Teori konspirasi, diskusi mendalam, dan dialog rasional melatihku untuk tidak langsung percaya, tapi juga tidak langsung menolak.
Aku belajar menimbang.
4. Menjadi sumber inspirasi sebagai content creator
Sebagai seseorang yang juga menulis dan membuat konten, menonton podcast dan channel YouTube memberiku banyak insight—tentang storytelling, cara menyampaikan ide, dan bagaimana membangun koneksi dengan audience.
5. Menjaga kesehatan mental
Di tengah rutinitas, podcast ringan dan lucu menjadi ruang bernapas. Mengingatkan bahwa hidup juga boleh dinikmati.
YouTube sebagai Ruang Bertumbuh
Dulu, mungkin kita menonton YouTube hanya untuk hiburan.
Tapi hari ini, ia bisa menjadi ruang bertumbuh.
Setiap channel yang kita tonton, setiap video yang kita pilih, diam-diam membentuk cara kita berpikir.
Dan mungkin, tanpa kita sadari, membantu kita menjadi versi diri yang sedikit lebih bijak daripada kemarin.
Karena pada akhirnya, bukan hanya tentang apa yang kita tonton.
Tapi tentang apa yang kita pelajari, rasakan, dan pahami setelahnya.






Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisanku ini, bahagia deh rasanya kalo kamu bisa berkomentar baik tanpa ngasih link apapun dan enggak SPAM. :)