Kamis, 24 Desember 2020

Tips Jual-Beli Rumah Aman Supaya Tidak Tertipu

Di era teknologi canggih seperti sekarang ini semua sangat dimudahkan, mau beli makanan tinggal buka smartphone trus order, mau pergi ke mall atau kantor pun sama tinggal buka smartphone, bahkan mau jual beli rumah juga bisa dilakukan via smartphone dengan mengunjungi situs jual beli rumah. Meskipun demikian bukan berarti tidak memperhatikan keamanan dan kenyamanan saat melakukan transaksi jual beli, ya. Supaya tidak tertipu, berikut adalah tips jual beli rumah aman yang aku rangkum berdasarkan pengalaman dan hasil riset kecil-kecilan. Okay, let's we start then... 

Jual-Beli Rumah

Pada umumnya, untuk memudahkan proses sebagian orang akan memanfaatkan jasa bantuan pihak ketiga dalam mengurus dokumen legalitas. Tapi kamu tau kan biayanya pasti tidak sedikit untuk jasa tersebut. Apalagi kalau pihak ketika mungkin saja lalai dan tidak bertanggung jawab. Karena itu, ada baiknya sang penjual atau pembeli mengetahui beberapa hal berikut sebelum melakukan transaksi jual-beli rumah yang nyaman supaya tidak tertipu. 

1. Periksa Sertifikat Tanah

Hal ini sangatlah penting dilakukan oleh kedua kubu baik penjual dan pembeli untuk memastikan bahwa tanah yang dinegoisasi tidak dalam sengketa, tidak dijaminkan ke bank serta tidak dalam penyitaan bank. Artinya kamu harus periksa sertifikat tanah dari rumah tersebut pada pihak berwenang yaitu Pejabat Pembuat Akta Tanah atau PPAT. Nantinya mereka akan mencocokkan data antara sertifikat dengan buku tanah yang terdapat di kantor pertanahan.

2. Cek tanda terima setoran PBB

Setiap pemilik properti wajib membayar PBB setiap tahun untuk mendapatkan surat tanda terima setoran PPK. Untuk memastikan tanah tersebut tidak menunggak pembayaran PBB, kamu harus memastikan adanya surat tanda terima setoran PBB.

Jual-Beli Rumah

3. Membayar Pajak

Ketika sudah ada kesepakatan jual-beli rumah, penjual harus membayar pajak penghasilan (PPh) sedangkan pembeli harus membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Lalu, pihak penjual dan pembeli bisa menanggung biaya jasa PPAT tergantung kesepakatan.

4. Pembuatan AJB

Hal ini sangat penting dilakukan karena akan menjadi dokumen otentik sebagai peralihan hak kepemilikan. Pembuatan AJB bisa dilakukan setelah semua biaya yang menyangkut jual beli rumah tersebut sudah dibayar lunas oleh kedua belah pihak di depan pejabat PPAT.

Oia untuk proses ini ada dokumen dan kewajiban yang harus disiapkan oleh penjula dan pembeli sebagai persyaratan. 

Penjual: 

  • Sertifikat tanah asli
  • Izin mendirikan bangunan (IMB)
  • KTP dan surat persetujuan suami/istri jika sudah menikah
  • Bukti bayar PBB 10 tahun terakhir
  • Kartu keluarga
  • Surat pernyataan tanah tidak dalam sengketa
  • Kewajiban membayar PPhn sebesari Nilai Jual Objek Pajak/harga jual x 5%

Pembeli: 

  • KTP
  • Kartu keluarga
  • Kewajiban melunasi BPHTB sebesar NJOP/(harga beli - nilai tidak kena pajak) x 5%

5. Proses Balik Nama

Setelah semua proses di atas kamu lakukan, hal lain yang gak kalah penting yaitu balik nama sertifikat kepemilikian. Proses ini berlangsung paling cepat 14 hari kerja.

Jual-Beli Rumah


Kamu juga harus mengetahui harga jual rumah yang sesuai dengan kondisi rumahmu supaya mendapatkan harga yang benar. Tujuan jual rumah tentunya supaya bisa mendapatkan harga yang layak. Gak lucu dong kalo jual rumah taunya harganya gak sesuai. 

Demikian tips jual-beli rumah aman supaya tidak tertipu, semoga bermanfaat ya beb :)

 

24 komentar:

  1. Memang ya yang namanya menjual dan membeli bahkan membangun di atas tanah itu, harus lengkap surat menyuratnya

    temen kena kasus dengan akta jual beli ada 3 biji!
    Nauzubillaaahiminzalik

    BalasHapus
  2. Jaman sekarang jual beli rumah bisa lewat online ya untuk proses pencariannya lebih mudah & praktis. Tapi bener juga harus hati-hati supaya gak tertipu dengan cara mengecek surat2nya ya

    BalasHapus
  3. Membeli rumah atau menjual juga harus mencari informasi sebanyak-banyaknya ya. Ada banyak hal yang dibutuhkan untuk diperiksa, sebelum membeli rumah. pertama tentu harus dicek kelengkapan surat-surat yaa, jangan sampai pas sudah beli eh ternyata dikemudian hari ada dokumen yang tidak diserahkan.

    BalasHapus
  4. Ini berlaku kalau beli rumah secara langsung dari pemilik sebelumnya ya mbak?
    Kalau dari developer (rumah baru) apakah berlaku juga hal yang sama, ada pajaknya juga?

    BalasHapus
  5. Iya, harus rajin cari informasi dan mengurusnya dengan notaris terpecaya, takut banget kalau ternyata sertifikatnya bodong atau tanah dan rumah sengketa, hiks

    BalasHapus
  6. Jual beli rumah makin mudah ya via smartphone pun kini bisa...dan benar jika kita mesti periksa dulu kelengkapannya seperti sertifikat rumah dan hal terkait seperti disebutkan di artikel ini. Agar aman dan nyaman dan legal rumah kita nanti

    BalasHapus
  7. Mesti jeli ya kalau urusan jual beli rumah. Khususnya sertifikat karena masih banyak yang mengaku-ngaku kalau itu rumah milik si A atau B.

    BalasHapus
  8. Ngomongi tentang sertifikat tanah dan balik nama, aku baru tahu kalau itu penting banget ya mbak andy. karena sengeketa tanah itu rumit banget. konon lagi kalau sidab beli dan kita belum balik nama, berbagai hal yg tidak diinginkan bisa terjadi

    BalasHapus
  9. Bener nih mbaaa, surat menyurat jual beli rumah ini memang rada ribet, tapi pentiing banget.
    semoga semua urusan kita dimudahkan ya.

    BalasHapus
  10. Nah harus ini yang pajak supaya ga disangka kalau tanah ilegal
    Kalau bayar pajak berarti terdata dengan rapi

    BalasHapus
  11. Betapa pentingnya ya masalah balik nama dan sertifikat tanah ini, makasih sharingnya mbak Aie

    BalasHapus
  12. Soal jual beli rumah ini memang gampang-gampang susah ya. Kalau di tempatku biasanya ada istilah "pulung" yaitu istilah cocok tidaknya dapat rumah sesuai keinginan..

    BalasHapus
  13. Siap mbak, terima kasih tipsnya... Membeli rumah memang enggak seperti membeli gorengan, harus teliti dan hati-hati ya...

    BalasHapus
  14. wah pas banget nih, Mba tipsnya. Saya sedang mencari rumah baru biar deket dengan orangtua. Ternyata perlu juga ya cek pembayaran PBBnya. Ma kasih ya, Mba.

    BalasHapus
  15. beli rumah harus jeli dan teliti ya mbak, aku punya pengalaman buruk saat beli rumah
    uang muka dibawa kabur developer, sedihhh

    BalasHapus
  16. Iya bener banget, urusan surat menyurat saat pembelian rumah ini penting banget ya mba, jangan sampai menyesal belakag. dan benar, PBB itu meski kelihatan sederhana bisa jadi hal yang sangat penting ya mba saat jual beli rumah biar sah bin sohih..

    BalasHapus
  17. Keren banget ini Mbak tipsnya memang sangat diperlukan kehati-hatian dalam membeli rumah terutama tentang akad.

    BalasHapus
  18. Wah diingatkan poin2 pentingnya saat jual beli rumah. Noted mba. Pilih notaris yang kenal jg membantu banyak prosesnya.

    BalasHapus
  19. Serem yaa..kalau sampai tertipu.
    Kalau bapak dulu bukan tertipu jual-beli rumah, tapi ada kendala saat pembayaran.
    Padahal, memakai jasa orang ketiga.

    Bener-bener harus banyak-banyak research agen terpercayanya juga.

    BalasHapus
  20. Pengalaman pas balik nama ribet kalau yang punya udah tangan ke sekian apalagi kalau dari bank mesti ketemu sama pemilik asli

    BalasHapus
  21. Iya ya sekarang itu jual beli rumah kudu hati-hati. Salah satu kenalanku pernah kena saat beli rumah, DO ilang juga.

    BalasHapus
  22. Harus memahami harga di pasaran dan menyiapkan dokumen yang sesuai yaaa.. Transaksi yang cukup besar nih soalnya dalam jual beli rumah ini.

    BalasHapus
  23. Jual beli rumah emang harus teliti ya, Mbak. Mau beli baru dari developer maupun rumah second pun tetap harus diperhatikan surat-surat dan harga jualny biar aman dan nyaman.

    BalasHapus
  24. Beberapa waktu yang lalu temen kuliahku ada masalah dengan makelar tanah Mak. Baru tanahnya doang, belum sama rumahnya. Awalnya udah bayar 300an juta tapi belum ngurus balik nama karena nunggu kakaknya pulang dari luar negeri. Pas kakaknya pulang dan mau ngurus balik nama, makelarnya bilang kalo ada tambahan biaya 20 juta, tapi ngomongnya maksa dan ngancem nggak boleh diurus sendiri. Harus sama dia pokoknya. BADALAH. Susaaaah susah kalo urusannya gedhe. Harus hati-hati banget.

    BalasHapus

Terimakasih sudah mampir dan membaca tulisanku ini, bahagia deh rasanya kalo kamu bisa berkomentar baik tanpa ngasih link apapun dan enggak SPAM. :)